KONSEP PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN SUMUT
Djoss Fokus SDM, Eramas Infrastruktur
  • Dipublikasikan pada: May 17, 2018 Dibaca: 288 kali.

Pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) menyampaikan program disaksikan pasangan cagub-cawagub nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) pada Debat Publik Kedua Pilgub Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (12/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan.


MEDAN, SUMUTPOS.CO -Bagi dua pasangan calon (Paslon) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) memiliki pandangan berbeda tentang pembangunan kepariwisataan Sumut. Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) memiliki rancangan pembangunan pariwisata mengambil fokus pada perbaikan sistem pengelolaan serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Sedangkan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) lebih menekankan pembangunan infrastruktur.

Menurut Djarot, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sepeti raksasa yang tengah tidur dan harus dibangunkan. “Besar sekali potensi wisatanya. Tetapi maaf, tenaga-tenaga khusus seperti pelaku wisata dan pemandu wisata, kita masih kekurangan,” ujar Djarot Saiful Hidayat, Selasa (15/5).

Kata calon nomor urut dua ini, tugas penting adalah menjadikan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan pariwisata, bisa melayani pengunjung dan wisatawan dengan baik. Karenanya perlu penataan yang jelas dan terarah, karena potensi yang ada cukup banyak dan besar. “Semua potensi ini, tanpa didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, untuk menjadi tuan rumah yang baik, maka ini bisa mubajir. Dan putra daerah yang ada di situ,” katanya.

Selain itu lanjutnya, bagaimana masyarakat dapat mengelola pusat kerajinan dan hasil alam dengan baik. Kemudian memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan mengharapakan kepuasan wisatawan yang datang ke lokasi tertentu. Sebab pelayanan, merupakan faktor kunci agar pariwisata bisa dikenal masyarakat luas dan mendapat nama, baik lokal, nasional hingga mancanegara.

“Jangan sampai orang membeli sesuatu di lokasi wisata, merasa harganya terlalu mahal. Kemudian perhatikan kualitas, jangan sampai tidak bagus. Jadi orang tidak kapok datang kembali, dan tidak datang sekali saja,” sebutnya.

loading...