Cerdas Kelola Utang Produktif untuk Usaha
  • Dipublikasikan pada: May 26, 2018 Dibaca: 311 kali.

Tidak sedikit orang yang merasa tabu dengan utang. Beberapa orang bahkan menghindari berutang karena merasa kurang memiliki pemahaman dan pengaturan finansial. Padahal, beberapa bisnis besar maupun bisnis UKM bisa berkembang salah satunya karena utang produktif.

Utang produktif adalah pinjaman yang digunakan untuk mengembangkan usaha dan bukan untuk tujuan konsumtif apalagi foya-foya. Banyak yang salah kaprah dengan utang. Utang tak selalu menakutkan, jika bisa berteman dengan utang, justru bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang menghasilkan seperti tambahan modal usaha.

Ada beberapa tips cerdas kelola utang produktif agar bisa mengembangkan usaha. Berikut adalah ulasan bagaimana cara cerdas mengelola utang produktif sehingga bisa mendatangkan keuntungan.

Menambah Aset Usaha
Utang produktif menjadi salah satu alternatif untuk memulai usaha bahkan mengembangkan usaha yang sudah ada. Itulah mengapa alasan utang produktif memiliki bunga yang terjangkau dibandingkan dengan utang konsumtif.

Utang produktif bisa digunakan untuk menambah aset usaha. Tidak harus besar namun jika utang untuk usaha jelas penggunaannya, dengan perencanaan yang matang, utang produktif bisa menambah keuntungan bahkan membuka lapangan kerja baru bagi orang lain. Manfaat utang produktif cukup besar menggerakkan ekonomi Indonesia, karena UKM juga sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Namun demikian, tidak mudah untuk mengajukan utang produktif apalagi jika diperuntukkan menambah atau mengembangkan usaha yang sudah ada. Yang paling berat adalah memenuhi beberapa persyaratan yang cukup rumit serta memiliki jaminan yang harganya jauh lebih besar dibandingkan dengan utang yang dipinjam.

Alasan itulah yang membuat UKM kesulitan untuk melengkapi persyaratan. Yang jelas jangan pernah berutang dengan plafond yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan.

Manfaat dan Tujuan Penggunaan Jelas
Utang produktif manfaatnya harus jelas dan terukur. Maksudnya, utang tersebut benar-benar digunakan untuk keperluan pengembangan usaha serta memiliki kalkulasi tersendiri berapa besar cicilan yang harus dibayarkan dalam jangka waktu yang sudah disepakati oleh debitur dan kreditur. Selain itu kreditur pun akan melakukan survei dan analisa apakah debitur memang layak mendapatkan pinjaman lunak.

Penggunaannya pun biasanya dijabarkan dengan jelas untuk menghindari penyalahgunaan utang produktif. Utamanya debitur harus jujur ketika berutang dan juga sudah memahami risiko yang ada baik ketika gagal membayar cicilan maupun gagal membayar utang secara keseluruhan dikarenakan suatu dan lain hal yang bisa saja timbul di kemudian hari.

Menunjang Pekerjaan
Utang produktif bukan semata hanya utang yang digunakan untuk menambah atau membuka usaha baru. Melainkan juga digunakan untuk menunjang pekerjaan.

Tidak sedikit pekerja yang harus banyak merogoh kocek untuk menggunakan kendaraan umum. Belum lagi tingkat kenyamanan di kendaraan umum yang belum sepenuhnya merata.

Tidak heran jika kendaraan menjadi kebutuhan bagi keluarga maupun generasi millenial yang punya banyak aktivitas serta membutuhkan mobilitas yang tinggi. Membeli kendaraan secara kredit apalagi untuk menunjang pekerjaan tentunya akan sangat membantu dalam operasional usaha maupun menunjang pekerjaan.

Komitmen untuk Membayar Cicilan Sesuai Tenor
Salah satu ketakutan terbesar dalam diri kita adalah takut dengan berbagai hal di masa depan. Padahal tidak ada satupun yang bisa memprediksi masa depan kecuali dengan belajar “merabanya” dengan mata hati dan segenap perasaan.

Dalam berutang memang tidak perlukan bakat untuk meramal masa depan. Melainkan bagaimana caranya bisa memprediksi utang produktif sehingga bisa melipatgandakan keuntungan dalam tempo singkat. Dengan prediksi tersebut, barulah menyesuaikan jangka waktu pembayaran sesuai dengan kesepakatan.

Memiliki Perencanaan Baik
Tips terakhir namun tak kalah penting adalah memiliki perencanaan yang baik tentang keuangan. Entah itu keuangan keluarga maupun keuangan untuk usaha. Hindari mencampuradukkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar nantinya bisa dilakukan audit dengan lebih mudah.

Dalam berutang pun perlu dipertimbangkan perencanaan yang baik seperti memahami bunga, risiko denda sampai dengan perencanaan kapan utang harus bisa dilunasi dengan kurun waktu yang sudah disepakati.

Sebagai contoh jika kamu ingin memulai usaha online, kamu bisa mencoba memilih smartphone yang terpisah dengan smartphone pribadi agar tetap bisa menjaga privasi. Kebutuhan handphone pun kini semakin mudah dengan fasiltas kredit hp tanpa dp dari Kredivo.

Jika kamu sudah berusia 18 tahun, memiliki penghasilan minimal 3 juta rupiah tiap bulan dan tinggal di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Kota Bandung, Semarang, Palembang, atau Denpasar, kamu dapat mengajukan kredit hp tanpa dp melalui Kredivo.

Kredivo sudah bekerja sama dengan lebih dari 200 e-commerce merchant seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, dan JD.id. Mengajukan kredit hp tanpa dp melalui Kredivo tidak diperlukan kartu kredit apalagi survei karena semua benar-benar bisa dilakukan secara daring. Mulai dari mengumpulkan berkas sampai dengan mengajukan kredit hp tanpa dp dengan sangat mudah. Untuk bisa mendapatkan info jelasnya bisa mengunjungi situs https://www.kredivo.com/ dengan mudah kapan saja.

Untuk kamu yang masih ragu dengan belanja online karena takut barang yang dibeli tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada situs, kini kamu bisa kredit hp tanpa dp di toko offline rekanan Kredivo yang terletak di Jabodetabek seperti TokoPDA, Sentra Ponsel, Oppo, dan masih banyak lainnya. Jadi kamu ga perlu lagi was-was menunggu barang yang kamu beli secara online!
Jika kamu menggunakan Kredivo sebagai metode pembayaran baik ketika kredit hp tanpa dp secara online maupun offline, kamu tidak akan dikenakan uang muka, tidak dikenakan bunga sama sekali jika memilih opsi bayar tunai dalam 30 hari, dan hanya dikenakan bunga rendah sebesar 2,95% jika memilih opsi cicilan tenor 3, 6, atau 12 bulan. Dengan begitu utang produktif akan semakin memudahkan para pelaku usaha termasuk dari kalangan UMKM. (*)

loading...