TEMBUS 10 BESAR DUNIA
Fajar/Rian Perlu Dipoles
  • Dipublikasikan pada: Jun 11, 2018 Dibaca: 346 kali.

Pasangan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.


SUMUTPOS.CO – Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai penampilan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto semakin lama semakin baik. Namun, mereka masih butuh dipoles lebih lanjut.

Duduk di peringkat 10 dunia, Fajar/Rian mulai menunjukkan taring mereka setelah menjuarai Malaysia Masters 2018. Meskipun belum stabil, Fajar/Rian sudah lebih bisa mempertanggungjawabkan performa mereka di lapangan.

Penampilan keduanya juga diacungkan jempol di Piala Thomas dan Uber 2018 bulan lalu. Diturunkan saat melawan Kanada, Thailand, dan Malaysia, Fajar/Rian selalu berhasil menorehkan poin.

“Fajar/Rian menurut saya grafiknya cukup baik ya. Cuma karena mereka dua-duanya masih cukup muda, jadi masih turun naik,” kata Herry, Minggu (10/6).

Walau demikian, Herry menuturkan bahwa Fajar/Rian saat ini sudah memiliki standar baru setelah sukses menembus peringkat 10 besar dunia. Herry yakin, dengan konsistensi dan pengalaman yang lebih banyak, keduanya bisa mendekati performa Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

“Menurut saya sejauh ini udah oke lah. Kalaupun turun, nggak terlalu banyak. Kalau melihat di Piala Thomas kemarin menurut saya masih konsisiten walaupun masih banyak PR yang masih harus diperbaiki, baik dari segi mental maupun pola permainan,” tutupnya.

Sejauh ini ganda putra memang terus menjadi andalan dan harapan termasuk di Asian games 2018. Hal itu diakui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti. Sektor ganda putra kembali digadang-gadang sebagai ujung tombak untuk meraihnya di nomor perorangan. “Ganda putra kami harapkan bisa kembali berhasil tahun ini, apalagi sekarang kita jadi tuan rumahnya,” ujar Susy, Sabtu (9/6).

Karenanya, Susy ingin pasukannya betuk-betul siap dalam menyongsong pesta olahraga empat tahunan terbesar di Asia yang akan bergulir pada 18 Agustus -2 September tersebut.

Malaysia Terbuka 2018 dan Indonesia Terbuka 2018 adalah dua turnamen penting yang akan diikuti para penggawa Merah Putih sebagai pemanasan jelang Asian Games 2018.

“Dua turnamen ini setidaknya bisa jadi ajang persiapan diri teman-teman untuk Asian Games 2018, baik fisik maupun mempelajari permainan lawan,” katanya. (isa/jpc/don)

loading...