Madura United V PSMS: Misi yang Sama
  • Dipublikasikan pada: Jul 7, 2018 Dibaca: 307 kali.

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pemain PSMS, Dilshod Sharofetdinov saat menahan bola.


SUMUTPOS.CO – Jeda sebulan, PSMS kembali ke medan tempur kala harus meladeni Madura United pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Minggu (8/7). Ayam Kinantan masih datang dengan misi yang sama, mencuri poin perdana di kandang lawan.

PSMS menjadi satu-satunya tim yang belum pernah dapat poin di kandang lawan. Bahkan untuk mencari hasil imbang pun sulit. Untuk itu pasca jeda, ada asa baru untuk bisa mematahkan rekor buruk itu. Apalagi PSMS butuh poin untuk keluar dari zona degradasi.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman tak mau terlalu membahas kekuatan Madura United yang akan dihadapi Minggu (8/7) mendatang. Djanur lebih memilih fokus membenahi skuadnya.

Segala persiapan telah dimatangkan pada latihan terakhir di Medan, Kamis (5/7). PSMS akan bertolak Jumat (6/7) pagi. “Sudah cukup persiapan kami. Tinggal pematangan saja. Segala taktik sudah disiapkan dan kami siap untuk berlaga,” kata Djadjang.

PSMS juga tak mau terpengaruh dengan tren buruk Madura United yang tak pernah menang di lima laga terakhir. Justru menurut Djanur itu akan menjadi motivasi tersendiri bagi Laskar Sape Kerap.

“Saya tak mau terlalu lihat soal lawan. Lebih baik kita berpikir kepada diri sendiri aja karena tim juga masih bermasalah. Malah ini menjadi motivasi bagi mereka. Apalagi mereka bermain di kandang,” beber eks pelatih Persib itu.

Namun tak dipungkiri Laskar Sape Kerab, julukan Madura United punya materi yang cukup berkelas. Tiga nama yang cukup mencuri perhatian Djanur adalah  Greg Nwokolo, Zah Rahan dan Slamet Nur Cahyo. “Madura banyak punya pemain berkualitas, seperti Greg Nwokolo bagus, Slamet Nurcahyo juga. Zah Rahan gitu-gitu juga masih bagus mainnya. Jadi banyak yang harus diperhatikan,” katanya.

Dari uji coba terakhir kontra PS Bhinneka, Djanur mempertajam beberapa hal yang masih kurang dari performa skuadnya. Terutama penyelesaian akhir. Pasalnya pada laga itu PSMS banyak membuang peluang emas.

Pada lawatan ini Ayam Kinantan minus Choiril Hidayat yang harus menjalani resepsi pernikahan di Bandung serta Firza Andika yang sedang membela timnas U-19 di ajang Piala AFF. Namun hal itu sepertinya tidak menjadi masalah karena Choiril sejauh ini baru bermain satu kali.  Sementara itu kehilangan Firza coba ditutupi dengan Gusti Sandria sebagai pelapis Jajang Sukmara yang belakangan kerap diuji di laga ujicoba.

Namun dua pemain lainnya Alwi Slamet dan Frets Butuan yang tak ikut dalam rombongan karena harus mengikuti Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad) masih diragukan. “Frets dan Alwi tidak ikut (rombongan) dan belum tahu apakah keduanya nanti bisa nyusul ke Madura atau tidak. Namun kami berharap mereka dapat bergabung dengan kami,” bebernya.

Sementara di kubu lawan  Laskar Sape Kerrab melakukan persiapan di Pula Bali usai libur Hari Raya Idulfitri. Pemain Madura melahap dari fisik hingga taktik dan telah paham dengan instruksi yang diberikan pelatih Gomes de Oliviera.

Asisten pelatih Madura United Troy Medicana, menjelaskan para pemain Madura United menunjukkan perkembangan yang positif. “Karena maunya coach Gomes tim ini bermain dengan agresivitas tinggi. Mau tidak mau pemain dipacu untuk bergerak cepat, dan bergeser cepat,” ujar Troy dari laman Liga 1.

“Ketahanan fisik anak-anak juga sudah teruji. Mereka mampu terus berlari strategi yang diberikan coach Gomes membutuhkan kekuatan fisik yang sangat baik,” pungkasnya. (don)

loading...