1 Tersangka Dukun, 5 Lagi Masih Diburu

Hukum & Kriminal

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polisi terus bergerak menelusuri kawanan Maju Santoso (35), pelaku pencuri mobil yang tewas dalam baku tempak di Jl DI Panjaitan, Jaktim. Ada lima orang yang tengah dikejar oleh polisi.

Maju Santoso punya komplotan perampok yang disebut berdasarkan asal daerahnya. “Yang biasa melakukan perampokan dengan nama Kelompok Cirebon,” kata Kasat Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan.


Selain Maju yang tewas ditembak, polisi juga mengamankan dua orang lainnya. Seorang pria berinisial AM yang juga seorang dukun, serta seorang pria lainnya yang diamankan pagi tadi. “Yang lainnya masih kita cari,” jelas Herry.

Menurut Herry, Maju yang tewas didor pada Senin (26/5) tak segan-segan melukai korban yang melawan atau menghalangi aksinya. “Pelaku spesialis kelompok perampokan rumah maupun kendaraan,” tegas Herry.

Aksi baku tembak melibatkan polisi dengan Maju Santoso, pelaku pencurian sadis terjadi di Jakarta Timur. Sang pelaku pencurian tewas tertembak di kepala dalam sebuah insiden baku hantam. Pelaku diikuti usai menjemput anak istrinya.

“Pelaku mau jemput istri dari rumah kos kemudian diikuti,” ujar Dwi Prayitno.

Dwi mengatakan, anggota langsung mengikuti pelaku. Namun sesampai di Jl DI Panjaitan, pelaku mengeluarkan senjata api dan melawan anggota.

“Di lokasi didekati anggota rupanya dia tahu telah dibuntuti polisi kemudian melakukan tembakan. Iya pelaku (menembak) terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan baku tembak terjadi sesaat pelaku hendak melarikan diri ke dalam mobil. Kala itu aksi baku tembak terjadi dari jarak dekat.

“Itu dari jarak dekat tidak disangka pelaku mengeluarkan senpi dari kantong dan mengenai anggota terkena tembakan peluru bersarang diperut karena mngenai lambung sehingga teman polisi lain melakukan penembakan yang mengenai tersangka satu kena di dada dan kepala tersangka, saat ini masih di RS Kramat Jati belum diotopsi,” ungkapnya.

Kemarin, jasad Maju Santoso diambil keluarga di RS Polri. Pihak kepolisian juga melepas anak dan istri Maju yang sempat diamankan.

“Dan untuk Jenazah pelaku/tersangka masih di rumah sakit, rencananya hari ini (kemarin akan diambil untuk dikebumikan,” jelas Kasat Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan. “Istrinya dan anaknya juga kita pulangkan,” tambah Herry.

 

PELURU MNYEREMPET BRIPTU ZEPRI

Anggota Unit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Briptu Zepri Setiaji yang tertembak perampok di Jl DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jatinegara, Jaktim, siang kemarin, masih menjalani perawatan intensif di RS Persahabatan. Zepri saat ini masih di ruang ICU setelah menjalani operasi pengangkatan proyektil.

“Kondisi Briptu Zepri dari jam 17.00 kemarin sampai jam 22.00 itu menjalani operasi di RS Persahabatan dan proyektilnya sudah berhasil diangkat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Selasa (27/5).

Usai menjalani operasi pengangkatan proyektil, Zepri dipindahkan ke ruang ICU untuk menstabilkan kondisinya pascaoperasi. Akibat tembakan itu, proyektil peluru yang ditembakkan pelaku perampokan, bersarang di bawah bagian dadanya.

“Peluru tersangka mengenai lambung, hati dan menyerempet jantung serta menembus paru-paru,” jelasnya.

Hingga saat ini, Zepri masih dirawat di RS Persahabatan. “Mudah-mudahan kondisinya terus membaik dan segera pulih,” imbuh Rikwanto.

Peluru yang ditembakkan Maju, ke Briptu Zefri sudah diidentifikasi. Peluru dan pistol yang ditemukan dari perampok sadis yang tewas di Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur itu identik. Briptu Zepri mengalami luka di bagian perut dan menggores ke paru-paru dan jantung.

“Hasil visum sama dan sesuai atau identik dengan senpi tersangka merk S&W nori 9060 kal .32 buatan USA,” kata Kasat Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan. Belum diketahui darimana pelaku mendapatkan pistol.

Zepri terkena tembakan saat melakukan baku tembak dengan perampok di samping gedung

Dua anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya tertembak, salah satunya di dada, dalam insiden baku tembak di Jl DI Panjaitan, Jaktim. Kapolda Metro Irjen Pol Dwi Priyatno memberi tanggapan mengenai mengapa anggotanya tak memakai rompi antipeluru.”Kita punya rompi anti peluru, namun terbatas ya, tidak semua anggota,” ujar Dwi di RS Persahabatan.

Dwi mengatakan, tahun ini Polda Metro sudah melakukan pengadaan rompi antipeluru. Selain itu, pengadaan juga dilakukan untuk senjata api.

“Oleh karena itu tahun ini kita sudah melakukan pengadaaan, khususnya level 3 dan senjata api pendek mudah-mudah kita cukupi,” kata Dwi.(net/bbs)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *