13.933 Pekerja Terdampak Pandemi Covid-19, 10.705 Orang Belum Bekerja Lagi

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan perusahaan di Sumatera Utara (Sumut) merasakan dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu. Akibatnya, sebanyak 13.933 pekerja dari 378 perusahaan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Wiwiek Sisto Widayat, KPw BI Provinsi Sumut

Menurut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, 13.933 pekerja yang terdampak itu bekerja di sejumlah sektor kecuali dari sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan hasil perkebunan (sawit). Namun, dari 13.933 pekerja yang terdampak itu, 3.228 orang diantaranya sudah bekerja kembali. “Yang sudah bekerja kembali ini dari 86 perusahaan, terutama yang berasal dari sektor perhotelan,” sebut Wiwiek kepada wartawan di Medan, Selasa (13/10).


Dengan kondisi ini, kata Wiwiek, setidaknya masih ada 10.705 pekerja yang terdampak yang belum kembali bekerja seperti sebelum masa pandemi. Tapi data ini akan terus berubah, karena memang saat ini sudah menuju Adaptasi Kebiasaan Baru.

Untuk para pekerja yang terkena imbas Covid-19, kata Wiwiek, pemerintah telah membuat program Kartu Prakerja. Hingga saat ini, program tersebut sudah terealisasi hingga gelombang VI. Disebutnya, sudah ada 136.215 orang yang terdaftar sebagai penerima Kartu Prakerja dari pagu 183.904 penerima Kartu Prakerja yang dialokasikan untuk Sumut.

Dengan demikian, berdasarkan data dari Dinas tenaga Kerja Sumut, total realisasi insentif Kartu Pra Kerja yang sudah disalurkan tercatat sebesar Rp144,8 miliar lebih atau 33 persen dari total insentif Rp444,1 miliar untuk Provinsi Sumut.

Diketahui, Program Kartu Prakerja adalah program yang dirancang Pemerintah Pusat untuk mengembangkan kompetensi kerja dan kewirausahaan untuk pencari kerja atau pekerja yang terkena PHK dan pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Peserta yang lolos verifikasi akan mendapatkan manfaat sebesar Rp3.550.000, terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta dan insentif pasca pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan (untuk 4 bulan). Peserta Kartu Prakerja juga akan menerima insentif survei sebesar Rp50.000 per survei untuk tiga kali survei. (gus)

loading...