16 Jamaah Haji Sumut Wafat di Tanah Suci, Ahli Waris Dapat Santunan Rp18,6 Juta

Sumatera Utara
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga kloter 9 pemulangan jamaah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mendata sebanyak 16 jamaah wafat di Tanah Suci. Hal itu dikatakan Kabid Dokumen Haji PPIH, Erinofa kepada wartawan, Minggu (1/9) sore.

“Iya. Total jamaah Embarkasi Medan yang wafat di Tanah Suci berjumlah 16 orang,” ujarnya.


Menurut Erinofa, pemerintah berencana menabalkan haji kepada jamaah yang wafat di Tanah Suci tersebut. Namun, itu dilakukan bagi para jamaah wafat yang sudah menunaikan wuquf di Padang Arafah.

“Bagi jamaah yang belum wuquf ke Arafah, belum bisa dibadalkan. Sedangkan yang sudah menunaikannya di Arafah sesuai rukun, sudah bisa dibadalkan. Pemerintah yang akan membadalkan berikut penyerahan sertifikatnya,” ujar Erinofa.

Selain itu, kata Erinofa, para ahli waris jamaah akan diberikan santunan dari PT Asuransi Takaful Keluarga sebesar Rp18,6 juta dalam keadaan meninggal natural, dan Rp37,2 juta jika meninggal karena kondisi kecelakaan. Santunan tersebut akan diserahkan setelah proses pemulangan seluruh kloter Haji Debarkasi Medan selesai.

Adapun sesuai data PPIH, nama-nama jamaah yang wafat yaitu: Muhammad Rum Batubara, 65 tahun, (Laki Laki), asal Kloter Mandailing Natal Diagnosa Circulatory Diseases pada 22 Juli 2019; Rahmat Novan Nasution, 65 tahun, (laki laki), asal Kloter Padanglawas, Diagnosa Circulatort Diseases pada 24 Juli 2019; Jamaluddin Bandarik Abdullah, 72 tahun, (Laki Laki), Diagnosa Invection and Parasitic Diseases, asal Kloter Langkat pada 26 Juli 2019.

Kemudian Leli Ningsih Abdullah, 78 Tahun (Perempuan) Diagnosa Cardiovascular Disseas, asal Kloter Medan pada 7 Agustus 2019; Tiayuna Sutan Bangun, 69 tahun, (Perempuan), Diagnosa Circulatort Diseases, asal Kloter Padanglawas pada 10 Agustus 2019; Agus Susanto Achmad, 56 tahun, (Laki Laki), Diagnosa Circulatory Diseases, asal Kloter Medan pada 12 Agustus 2019.

Selanjutnya Suwanto Sukirman Abdullah, 60 tahun, (laki laki), Diagnosa Cardiovascular Diseases, asal Kloter Medan pada 14 Agustus 2019; Abdul Karim Asmawi, 80 tahun, (Laki Laki), Diagnosa Circulatort Diseases, asal Kloter Medan pada 15 Agustus 2019; Yusman Ben Basir, 64 tahun, (Laki laki), Diagnosa Respiratory Diseases, asal Kloter Deliserdang pada 16 Agustus 2019.

Selanjutnya Kostan Soleh Harahap, 66 tahun, (Laki-laki) Diagnosa Respiratory Desiases, asal Kloter Labuhanbatu; Syahru Sadi Sankaryak, 68 tahun, (Laki-laki) Diagnosa Cardiovascular Diseases, asal Kloter Labuhanbatu; Marlen Chalik Siregar, 61 tahun, (Perempuan), Diagnosa Infectious And Parasitic Diseases, asal Kloter Medan.

Lalu Suparto Kariyono Safar, 68 tahun, (Laki-laki) Diagnosa Infectious And Parasitic Diseases, asal Kloter Labuhanbatu; Fatimah Zahaea Rekso, 72 tahun, (Perempuan) Diagnosia Circulatory Diseases, asal Kloter Tebingtinggi; Abdul Muin Berutu, 60 tahun, (Laki-Laki), Diagnosa Respiratory Desiases, asal Kloter Deliserdang; dan Hasnah Abdul Gani Nasution, 67 tahun (Perempuan), Diagnosa Circulatory Diseases, asal Kloter Kota Padangsidimpuan. (man)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *