2 Jenazah WNI Korban MH17 Teridentifikasi

Nasional
Foto: AFP PHOTO/DOMINIQUE FAGET Foto diambil 17 Juli 2014 menunjukkan puing pesawat Malaysian Airliner yang mengangkut 295 penumpang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, setelah jatuh dekat kota Shaktarsk, oleh pemberontak Ukraina.
Foto: AFP PHOTO/DOMINIQUE FAGET
Foto diambil 17 Juli 2014 menunjukkan puing pesawat Malaysian Airliner yang mengangkut 295 penumpang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, setelah jatuh dekat kota Shaktarsk, oleh pemberontak Ukraina.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 2 dari 12 jenazah warga Indonesia yang menjadi korban pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh diroket di wilayah konflik Ukraina.

Direktur Eksektutif DVI Polri, Kombes Anton Castilani mengatakan, 2 jenazah WNI yang berhasil diidentifikasi itu kondisinya hampir utuh. Keduanya merupakan orang dewasa.


“Untuk identitasnya kami mohon maaf, permintaan keluarga untuk tidak menyebutkan nama. Saya mohon pengertian. Ini akan mengusik keluarga,” kata Anton di Mabes Polri, Kamis (14/8)

Dijelaskan Anton, jenazah WNI yang pria bisa teridentifikasi berdasarkan kondisi giginya yang masih utuh. Di jarinya juga ditemukan cincin kawin yang bertuliskan nama sang istri dan tanggal perkawinan.

“Dalam data antemortem kita temukan seorang WNI. Dari situ kita cek data gigi geliginya kebetulan lengkap, dan kita cocokkan dengan jenazah ternyata cocok. Ini bisa tentukan sebagai yang bersangkutan,” jelas Anton.

“Kemudian seorang perempuan itu bisa kita identifikasi berdasarkan sidik jari. Sidik jari sifatnya primer dan sangat menentukan,” sambung Anton.

Ditambahkan Anton, dari 12 WNI yang jadi korban, ada seorang balita yang berkewarganegaraan ganda. “Itu masih dalam pembicaraan dengan pihak keluarga apakah ini nantinya dimasukkan ke mana,” ujar Anton.

Anton Castilani mengaku, 2 jenazah WNI yang berhasil diidentifikasi itu belum bisa dipulangkan ke Indonesia. Pihaknya masih harus memastikan tidak ada bagian tubuh yang tertinggal.

“Jadi sebagaimana yang diketahui, dalam kecelakaan pesawat jenazah tidak selalu utuh. Kalau kita kembalikan sekarang lalu ada tubuhnya yang tertinggal, dikhawatirkan ada bagian yang teridentifikasi belakangan jadi permasalahan ketika sudah dibawa atau dikuburkan,” kata Anton kepada wartawan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).

Dijelaskan Anton dari 298 korban tewas, 176 kondisinya hampir utuh. Rapat komite tim dari berbagai negara memutuskan bahwa jenazah baru bisa dikembalikan ke pihak keluarga jika sudah dianggap utuh.

“Dalam hal ini, baru satu (jenazah-red) yang sudah dikembalikan, seorang warga negara Belanda. Selebihnmya kita akan menunggu apakah dikembalikan satu per satu kepada keluarga, atau menunggu semuanya teridentifikasi,” imbuh Anton.

Anton mengatakan, pemerintah Belanda telah menentukan perusahaan pemakaman bernama Black Emergency Service untuk pemulangan seluruh jenazah. Barang-barang milik para jenazah juga akan dikembalikan kepada pihak keluarga. “Nantinya (barang-barang milik jenazah korban MH17) akan diserahkan ke maskapai penerbangan untuk dikembalikan ke yang berhak,” ucap Anton.

Semua jenazah saat ini berada di Belanda setelah dibawa dengan kereta dari Ukraina. Pencarian potongan tubuh korban dan barang-barang lainnya di lokasi jatuhnya pesawat saat ini dihentikan sementara menyusul konflik terbaru antara separatis dengan militer Ukraina.

Nama-nama WNI yang terdapat dalam manifes pesawat MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur Hadiono Gunawan (laki-laki), Yuli Hastini (perempuan), Hendry (laki-laki), warga Medan, Clarice Yelena Huizen (perempuan-bayi), Vickiline Kurniati Kardia (perempuan), Gerda Leliana Lahenda (perempuan), Jane M Adi Soetjipto (perempuan), Wayan Sujana (laki-laki), Supartini (perempuan), Yodricunda Theistiasih (perempuan), Ketut Wiartini (perempuan), Ninik Yuriani (perempuan). (net/bbs)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *