Ber-Twitter tanpa Hard Feeling

Nasional

Jika Anda memiliki akun di situs mikrobloging Twitter, dapat dipastikan pekan lalu mengetahui perseteruan politikus PKS Fahri Hamzah dengan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief.

Politikus PKS Fahri Hamzah mengaku, saat berkicau di Twitter tidak ada rasa sakit hati. Bagi dia, di Twitter tidak boleh ada rasa sakit hati.


“Buat apa sakit hati. Kita tidak boleh masuk hati,” katanya.Hanya saja, Fahri menegaskan, jika berkicau telah masuk ranah tuduhan atau fitnah bagi dirinya sudah kelewatan. “Boleh berkicau tapi tidak boleh memfitnah,” cetus Fahri.

Justru Fahri berencana mengadukan tudingan Andi Arief ke aparat kepolisian karena dianggap memfitnah dirinya. “Itu semua saya catat dan saya kumpulkan. Itu masuk delik aduan,” cetusnya.
Fahri mengaku, saat dirinya diserang Andi Arief justru di saat bersamaan data penting terkait sepak terjang Andi Arief dikirimkan kepada dirinya oleh pihak lainnya.

“Ada data sangat personal terkait Andi Arief,” akunnya tanpa merinci data yang dimaksud.
Sebagaimana dimaklumi, pekan lalu, Staf Khusus Presiden Andi Arief menuding Fahri Hamzah saat di Komisi VI DPR melakukan pemerasan. Andi Arief melalui akun @AndiAriefNews, menuliskan, “Saya undang @fahrihamzah di kantor atau kediaman, untuk saya pertemukan dengan orang yang pernah berurusan dengan PTP di Jatim yang anda janjikan”.
Sebaliknya, Fahri Hamzah melalui akun @fahrihamzah menuliskan, “Bung @AndiAriefNews kalau ada 1 orang saja yang pernah saya peras. Bawa sore ini (16.00 saya dah balik) ke pressroom DPR (kita konpers bareng).” (net/jpnn)

loading...