Master Sheng-Yen Lu Hadir di Medan

Metropolis

Bawa Berkah dan Ketenangan Hati

MEDAN- Sabtu (26/2) pagi, atrium Sun Plaza di Jalan KH Zainul Arifin dipadati pengunjung. Ada pandangan sedikit aneh terlihat di lokasi itu. Sejumlah undangan berkepala plontos berpakaian jubah, duduk dengan tenang dan sesekali tersenyum di antara pengunjung dan penonton. Mereka itu layaknya seorang biksu.
Ternyata mereka itu adalah pengikut aliran Budha Lian Sheng. Di antara pengikut aliran Budha Lian Sheng tersebut, sepertinya ada yang mereka tuakan. Ya, dialah Sheng-Yen Lu atau disebut Budha Hidup Lian Sheng yang lebih akrab dipanggil Master.


Dalam kesempatan itu, digelar pameran buku yang sekaligus peluncuran buku baru sang Master berjudul Ekslarasi Alam Dewa yang menggunkan dua bahasa, yaitu Mandarin dan Indonesia. Karena itu, para pengunjung bertumpu pada perkataan dari penerjemah yang juga seorang biksu.

Kota Medan, seperti mendapat berkah, karena sang Master atau Budha hidup bersedia mengunjungi kota ini. Sheng-Yen Lu atau disebut Budha Hidup Lian Sheng, lahir di Taiwan pada 1945. Dan sejak usia 25 tahun mulai memperdalam ajaran Budha.

Keramaian juga terjadi di beberapa lantai yang ada di Sun Plaza. Pengunjung ingin melihat langsung Sang Budha Hidup Lian Sheng. Sedangkan di Atrium Sun Plaza, tepatnya di area pameran buku Sheng-Yen Lu dijaga ketat para relawan yang dibantu tim keamanan Sun Plaza. Hal yang menarik lagi, pameran ini berlangsung dalam 2 bahasa, yaitu Indonesia dan Mandarin.

Ekslarasi Alam Dewa, buku terbaru sang Budha hidup Lian Sheng bercerita tentang hasil pelatihan dirinya selama bersemedi dalam memperdalam ajaran Budha dan meyebarkan dharma. Semua buku sang master selalu berisi tentang keseimbangan hidup dengan alam, dan berlakunya karma dalam hidup didunia. Karena tidak heran bila sang Master digemari mantan Presiden AS, Bill Clinton.

Anggota DPD RI dari Sumut, Parlindungan Purba mengaku senang, karena Sheng-Yen Lu merupakan tokoh umat beragama internasional. Sehingga diharapkan mampu memberi citra positif bagi Kota Medan.
“Bagi warga Tionghoa, bertemu langsung dengan Budha Hidup merupakan kesempatan berharga dan menjadi berkah, karena beliau dapat memberikan ketenangan hati. Ini berarti kami berjodoh. Orangtua saya saja harus ke Amerika untuk bertemu langsung,” kata Lily, anggota DPRD Kota Medan yang hadir dalam acara itu.(mag-9)

loading...