Bersimbah Darah, Mata Melotot

Sumatera Utara

Dua Warga Ditemukan Tewas Mengenaskan

KARO-Naik  Tarigan ditemukan  tewas bersimbah darah di dapur rumahnya, Rabu (2/3). Mayat pria berusia 60 tahun itu awalnya ditemukan oleh istrinya, Domma Br Sitanggang (53) ketika  pulang dari ladang, kemarin (2/3).
Spontan, Domma berteriak histeris, sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Tak berselang lama, tetangga pria malang ini segera mendatangi lokasi kejadian. Warga kemudian melaporkan ke polisi. Personel Polsek  Tiga Panah segera  mendatangi lokasi kejadian.

Usai gelar tempat kejadian perkara, mayat pria ujur ini diboyong ke RSU Kabanjahe guna keperluan otopsi.
Dari keterangan dokter jaga di ruang IGD, dr Leni Br Perangin-angin diketahui pipi kanan robek dari plipis sampai ke tulang pipi kanan, pipi kiri robek dari plipis ke tulang pipi kiri, luka robek pada dagu, luka robek pada telinga kiri. telinga kiri belakang bengkak, perut memar.

“Kita belum bisa menyimpulkan luka robek tersebut akibat apa,” kata dr Leni.
Kapolsek Tiga Panah, AKP L Ambarita ketika dihubungi mengatakan, kalau kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. “Masih dilidik. Jika ada perkembangan lebih lanjut akan kita kabari kepada rekan-rekan pers,” ujarnya singkat.

Sementara, Ibrahim alias Rahim (60) ditemukan tewas di depan kamar kosnya di kawasan pajak Pancur Batu, Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu dalam posisi telentang, Rabu (2/3) sekitar pukul 08.00 WIB.  Menurut informasi di Polsek Pancur Batu, pagi itu seorang warga yang melintas di depan kamar kos korban melihat Ibrahim sudah tergeletak di depan kamar kosnya. Karena curiga, warga tersebut langsung mendekat untuk melihat kondisi Ibrahim. Warga tersebut terkejut, saat dilihatnya ternyata Ibrahim sudah tidak bernyawa dengan posisi telentang dan matanya dalam keadaan melotot. Melihat hal tersebut, warga itu langsung memberi tahu kepada warga yang lain dan meneruskannya ke Polsek Pancurbatu.

Polisi dari Tim Reskrim Polsek Pancurbatu yang turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Selanjutnya, mengevakuasi jenazah Ibrahim ke ruang jenazah RSUP  Adam Malik Medan  untuk diotopsi.
Humas RSUP Adam Malik, dr Sairi Saragih sudah melakukan otopsi terhadap korban.
“Kita sudah mengotopsi korban, namun kita hanya otopsi luar saja, dan dari hasil otopsi tak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Diduga kuat korban tewas akibat sakit yang dideritanya,” ujar Sairi di ruang kerjanya.
Kanit Reskrim Polsekta Pancurbatu, AKP Faidir Chaniago mengaku, penyebab kematian korban bukan karena kekerasan tapi diduga karena sakit yang dideritanya.  “Sebab, tidak ada ditemukan  tanda-tanda bekas penganiayaan atau luka di tubuh korban, “ beber Faidir Chaniago.
Sementara itu Agus Nawan (28), warga Jalan Samanhuddi, Binjai Selatan, nekat menghabisi nyawa Goliong (23), warga Jalan Imam Bonjol, Binjai Kota, dengan dua tikaman di bagian kepala dan satu lagi di dada kiri.

Dalam aksi pembunuhan tersebut, korban dan tersangka sempat berkelahi satu lawan satu. Bahkan, korban sempat memberikan perlawan dengan berteriak minta tolong dan berusaha memukul kepala tersangka dengan batu bata.
Dalam rekontruksi yang digelar di halaman Mapolres Binjai, Rabu (2/3) terungkap, Agus Nawan tanpa canggung memerankan sebanyak 20 adegan rekontruksi ulang. Pembunuhan dengan disaksikan oleh Kasi Pidsus Kejari Binjai, FJK Sembiring dan Kanit Jahtanras Polres Binjai, Ipda Bambang Tarigan.

Kasi Pidsus Kejari Binjai, FKJ Sembiring  kepada wartawan mengatakan,  dari hasil rekontruksi ulang itu memang terlihat jelas  Tersangka melakukan perbuatan  penganiayaan sehingga membuat   kematian.  (wan/dan/mag-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *