Henry Jhon Dituntut Mundur

Metropolis

MEDAN- Penolakan terhadap Ketua DPC PDIP Kota Medan Henry John Hutagalung SE SH kembali terjadi. Kemarin (3/3), Sebanyak 17 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-P Medan meminta Henry Jhon turun dari jabatannya serta kepengurusan PDI-P Medan dibekukan.

Mereka menilai, Henry John terlalu arogan merombak kepengurusan yang baru. “Kami ingin Henry Jhon turun dari jabatannya,” teriak pengunjuk rasa yang dikoordinir, Simon Manalu, Duli, Darwin B, Budi Darma dan Drs Parlindungan S di depan Kantor Sekretariat PDI-P Medan di Jalan Sekip Baru No 26 Medan, Kamis (3/3).


Pengunjuk rasa anti Henry John itu datang ke kantor PDI-P Medan dengan mengendarai sepeda motor, angkot, truk dan mobil. Sesampainya di depan kantor DPC PDI-P Kota Medan, massa langsung menggelar orasi sambil meneriaki tuntutan mereka. Selain meminta Henry John mundur, dalam pernyataan sikap yang disampaikan masing-masing koordinatornya menyindir kebijakan yang diterapkan Henry John yang dianggap bertindak sendiri.
Seperti menggelar rapat koordinasi yang hanya dilakukan Ketua dan Sekrtearis September 2010 lalu, sehingga seluruh PAC tidak mengetahui secara resmi hasil rapat tentang sosialiasi dan konsolidasi partai yang akhirnya berujung pembentukan PAC, Ranting dan Anak Ranting yang baru dibentuk Henry John.

Pengunjuk rasa juga mengkhawatirkan Ketua PAC yang terpilih diragukan kredibilitasnya sebagai anggota PDI-P serta loyalitasnya. Mereka mensinyalir Ketua PAC yang dipilih Henry Jhon disusupkan untuk menghancurkan PDI-P Medan. “Kami sangat kecewa dengan pimpinan Henry John, mengapa ia terlalu arogan dengan membentuk Ketua PAC kandidiatnya sendiri hingga ke ranting-ranting dan anak ranting,” kata Wakil Sekretaris PAC PDI-P Medan Area Suwardian kepada koran ini.

Menurutnya, unjuk rasa yang mereka gelar ini sebenarnya merupakan yang kedua kali. Sebelumnya, 13 Desember 2010 lalu Henry John didemo dengan tuntutan yang sama. Namun kali ini lebih banyak lagi. “Kali ini kami ada 17 PAC kecuali, Medan Barat, Medan Tuntungan, Medan Baru dan Medan Selayang. Jumlah kami berkisar ribuan, sebagian di Jalan Skip Baru dan sebagian lagi di Jalan Wahid Hasyim,” terang Suwardian.
Menyikapi aksi unjuk rasa tersebut, Henry John membantah tuduhan yang ditudingkan kepadanya. Bahkan, Hendry mengancam akan mengadukan mereka dalam kasus pencemaran nama baik ke Polsek Medan Baru. Henry John menilai para pengunjuk rasa itu merupakan kader PDI-P yang selama ini selalu bikin onar. Makanya Henry John berinisiatif membersihkan para kader PDI-P yang selalu bikin onar tersebut termasuk di kepengurusan Medan. Saat kejadian unjuk rasa, Henry John berada di luar. “Saya berada di luar, nanti kita ketemu,” singkat Henry John. (azw)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *