Kadhafi: Militer AS Masuk, Ribuan Rakyat Libya Mati

BeritaFoto Internasional

TRIPOLI- Pemimpin Libya, Muammar Kadhafi bersumpah akan menambah darah rakyat Libya bila para demonstran tidak mau menyerah dan tetap disokong bantuan asing.

Pernyataan itu disampaikannya dalam pidatonya selama dua setengah jam di halaman hotel di Tripoli pada Rabu, (1/3). Menurut harian The Telegraph, Kadhafi datang dengan mengendarai sendiri mobil golf miliknya.  Kadhafi langsung berpidato di hadapan ratusan pendukungnya. Pada pidatonya, dia menawarkan konsesi kepada para demonstran oposisi dan negara-negara Barat.

Kepada para demonstran, dia mengatakan mereka akan diampuni dan bebas dari semua hukuman jika mau menyerahkan diri dan melucuti semua persenjataannya. Sama seperti pidato sebelumnya, Kadhafi menganggap para pemuda demonstran telah dipengaruhi militan al-Qaeda. Bagi yang mau menyerah, Kadhafi menawarkan insentif, kredit dengan bunga nol per sen, dan pembangunan perekonomian rakyat serta memberikan rin cian rencana reformasi di tingkat pemerintahan lokal.


Menyahuti pemberitaan di media massa mengenai kekerasan di Libya, Kadhafi menyebutnya berita bohong. Kebenaran disembunyikan demi persaingan rating media. “Ini adalah konspirasi Barat untuk menginvasi Libya dan mendapatkan seluruh kekayaan minyak Libya,” sebutnya.  Untuk negara Barat,  Kadhafi memperingatkan agar tak ikut campur urusan negeri Libya. Jika tentara Barat masuk ke Libya, maka militer Libya membalasnya. “Kita akan melakukan perang berdarah dan ribuan rakyat Libya akan mati jika AS atau NATO masuk,” sebutnya.
Menjawab tuntutan agar dirinya mundur, dia menyatakan tak akan mundur seperti pemimpin di Timur Tengah. “Mereka mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden dan menjadi rakyat biasa. Saya akan tetap menjadi pemimpin revolusi,” sebutnya.

Sejam sebelum  Kadhafi  berpidato, dilaporkan pesawat tempur Libya menjatuhkan dua rudal di lapangan Kota Brega, ketika demonstran tengah merayakan kemenangannya melawan tentara pro- Kadhafi. Dia juga membantah adanya kekerasan terhadap para demonstran. Bahkan mengundang tim penyelidik Dewan Keamanan PBB untuk datang ke Libya. (bbs/jpnn)

loading...