Anak Medan Jagokan Spurs

World Soccer

Tottenham vs AC Milan

Tampil sebagai tuan rumah dan menang 1-0 di partai tandang di pertemuan pertama, menjadikan Tottenham Hotspur sebagai klub yang dijagokan warga Medan dalam putaran kedua babak 16 besar Liga Champion melawan AC Milan, nanti malam.


Meski demikian, ada juga penikmat bola di Medan yang fanatik dan tetap menjagokan Milan sebagai klub kebanggaanya untuk maju ke babak 8 besar.

Simak saja pendapat Wakil Gubernur Gatot Pujo Nugroho yang menyatakan keyakinannya Totenham Hotspur kembali berjaya 2-1 di kandangnya White Heart Line. Sedangkan Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu yang mendukung Milan berpandangan realistis melihat pertandingan dini hari nanti. Ketua KONI Sumut yang tampil sebagai top scorer dua tahun berturut-turut (2008-2009) di liga antar instansi itu mejagokan Spurs, sebutan Tottenham Hotspur, dengan skor 2-1. tetapi bermodal produktivitas mencetak gol di kandang lawan, Gus Irawan yakin Milan akan menuju babak 8 besar.

Bicara peluang di atas kertas, Michael Feicteinbener juga yakin Spurs bakal unggul. Warga negara Jerman yang kini menukangi Bintang Medan, klub Medan yang kini berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) itu yakul yakin, Spurs akan menjungkalkan klub milik Silvio Berlusconi itu.

Sedangkan Eddy WS, pereli profesional Medan ini tetap ngotot menjagokan Milan. Meski Milan kalah di kandang dan peluang Spurs lebih besar, dia ingin klub kebanggaanya itu melibas klub asal inggris 2 gol tanpa balas. Demikian juga Gaston Castano, pemain PSMS Medan yang menjagokan Milan sebagai klub yang memiliki pemain kelas dunia. Gaston tidak peduli meski banyak pemain inti milan tak bisa merumput dini hari nanti. “Prediksi saya 2-1 untuk Milan,” kata pacar Julia Pere ini yakin.

Bicara fakta, kenyataan membuktikan Tottenham Hotspur menjelma sebagai kuda hitam Liga Champions musim ini. Di fase grup, Spurs finis teratas setelah mengungguli juara bertahan Inter Milan. Spurs berpotensi melanjutkan kejutannya dengan menyingkirkan juara tujuh kali AC Milan di babak 16 besar.

Berbekal kemenangan 1-0 di San Siro (15/2), Spurs berada di atas angin saat menjamu Milan di White Hart Lane dini hari nanti (siaran langsung RCTI kickoff 02.45 WIB). Tuan rumah hanya berusaha agar tidak kalah untuk merebut satu tempat di perempat final.Ketika bermain di Eropa, Spurs memang superior di kandangnya. Di fase grup misalnya. Tim asuhan Harry Redknapp itu menyapu bersih kemenangan dalam tiga laga dengan selalu mencetak tiga gol per laga. Salah satunya ketika memperdaya Inter 3-1 (2 November 2010).

Tapi, White Hart Lane justru tidak sempurna bagi Spurs di pentas domestik. Spurs pernah kalah 0-1 dari Wigan Athletic di Premier League dan dipermalukan Arsenal 1-4 di Piala Carling. “Jika Anda hanya berleha-leha dan berpikir lolos karena diuntungkan setelah memenangi leg pertama, Anda akan mendapat masalah,” ucap Redknapp kepada Evening Standard.

“Kami belum aman dan masih harus bekerja keras 90 menit lagi,” tambah pelatih berjuluk Houdini itu.
Redknapp menambahkan, bermain home merupakan kesempatan Spurs menampilkan eksistensinya sebagai salah satu tim dengan daya gedor terbaik di Liga Champions musim ini. Dengan koleksi 19 gol dari tujuh laga, Spurs hanya kalah satu gol dari Arsenal.

“Saya akan menurukan tim menyerang karena itulah diri kami yang sebenarnya,” tandas Redknapp.
Kembalinya Gareth Bale akan mendukung strategi sang pelatih. Winger sensasional 21 tahun itu absen enam pekan terakhir, termasuk di San Siro, karena cedera punggung. Namun, Bale sudah dimainkan sebagai pemain pengganti menghadapi Wolverhampton Wanderers (6/3).

Kecepatan Bale di sayap kiri, seperti yang diperlihatkannya saat melawan Inter, bakal merepotkan pertahanan Milan. Bale sekaligus membuat flank Spurs sama berbahayanya karena memiliki Aaron Lennon di kanan. Lennon adalah pemberi assist gol Peter Crouch di San Siro. Lennon kini menghuni urutan teratas daftar assist Liga Champions.
“Kami tidak hanya fokus kepada satu pemain, Bale atau siapapun. Dalam pertandingan, siapapun pemain bisa berhaya,” kata Mathieu Flamini, gelandang Milan, kepada The Guardian.

Flamini punya statistik bagus menghadapi Spurs semasa masih berkostum Arsenal. Dari lima kali derby London, gelandang Prancis itu mengoleksi dua menang dan tiga seri. “Saya tahu Tottenham adalah tim bagus, tapi kami sudah melihat bagaimana mereka melawan Inter. Saya masih optimitis Milan akan membalikkan keadaan,” tuturnya.
Flamini enjadi satu-satunya gelandang pekerja Milan Milan saat ini setelah Kevin-Prince Boateng cedera. Sebelumnya, Massimo Ambrosini dan Andrea Pirlo sama-sama cedera, Gennaro Gattuso terkena skors, sedangkan Mark van Bommel serta Urby Emanuelson cup-tied.

Meski begitu, allenatore Milan Massimiliano Allegri menyebut kondisi itu bukan alasan timnya tidak bisa menang dan membalikkan keadaan. “Selama kami tidak membuat kesalahan, kami punya kans. Kami pun tidak butuh bermain bagus untuk menang karena sekalipun Tottenham bermain bagus, mereka masih belum termasuk klub elite Eropa,” sindir pelatih terbaik Serie A Italia dua kali itu di Football Italia.

Gianfranco Zola, eks striker timnas Italia dekade 1990-an, memberi rekomendasi kepada Milan untuk sukses menghadapi Spurs. Zola cukup mengenal karakter sepak bola Inggris, khususnya klub London, karena pernah membela Chelsea (1996-2003) dan menukangi West Ham United (2008-2010).
“Milan harus bermain terbuka dan memaksimalkan kecepatan Alexandre Pato,” ucap pria 44 tahun itu kepada La Gazzetta dello Sport. (dns/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *