Kapolda: Saya Pindahkan ke Nias, Biar Tahu Rasa Dia…

29 Perwira Polda-Polresta Dimutasi

MEDAN-Niat Irjen Pol Oegroseno ’membersihkan’ anggotanya terus berlanjut. Di penghujung masa baktinya di Polda Sumut, sejumlah perwira maupun bintara yang nakal, dijewer dengan hukuman administrasi hingga ancaman pemecatan.

Setelah mutasi mendadak Kapolsekta Medan Baru Kompol Saptono SIK serta membuka peluang mantan Kanit Reskrim Polsekta Medan AKP Muchdi Hasibuan, kini 29 perwira di jajaran Polda dan sembilan Polresta Medan segera dimutasi.

Kepastian informasi kepindahan itu diketahui sejumlah wartawan sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin, setelah mendapatkan foto copy Telegram Rahasia (TR) dari Kapolda Sumut kepada Distribusi C Polda Sumut.
Pemutasian yang dilakukan oleh Poldasu saat ini merupakan pemutasian yang terbesar dilakukan oleh Jajaran Polda Sumatera Utara khususnya Polresta Medan yang ditandatangani langsung oleh Wakapolda Sumut Brigjend Pol Drs Sahala Allagan.

Pemutasian beberapa perwira di Polresta Medan Kapolresta Kombes Pol Tagam Sinaga enggan mengomentarinya. “Semua proses pemutasian adalah tanggung jawab dari Polda Sumatera Utara, saya tidak berhak untuk mengomentarinya, jadi bisa langsung ditanyakan kepada Bapak Kapolda,” ujarnya Tagam.

Sementara itu, Kasubbid Humas Polda Sumut AKPB P Nainggolan membantah informasi mutasi besar-besaran tersebut dilakukan mendadak sebelum Oegroseno pindah tugas. Meski demikain, ia tidak menepis, perpindahan ini terkait pelanggaran sejumlah perwira.

“Macam Kapolda aja kau bilang (bertanya) kayak gitu sama saya, adalah pelanggarannya makanya dia dimutasi. Apakah bentuknya itu demosi atau mutasi yang jelas ada kesalahanya, ya udahlah tidak usah kita berdebat, tidak ada gunanya,” ujar P Nainggolan, tadi malam.

Di antara perpindahan perwira yang diduga terlibat sejumlah kasus itu, ada beberapa nama dengan kasus menonjol. Seperti Kompol Saptono SIK dan AKP Muchdy Hasibuan yang tersandung kasus cabul terhadap tahanan serta penangkapan tersangka narkoba tanpa barang bukti.

Selain itu, ada Kanit Idik 1 Sat Narkoba Polresta Medan AKP Dedi Zunaedi Harahap yang sebelumnya dituduh melakukan pemerasan Rp300 juta terhadap keluarga Said Ihsan, tersangka kasus narkoba. Perwira yang akan dipindah ke Polres Nias dan menjabat sebagai Kasubbagbin Ops ini bertanggung jawab atas dugaan salah tangkap terhadap Said yang kini sudah disidang di PN Medan.

Dugaan perpindahan Dedi sebagai bentuk hukuman tercermin dari ucapan Kapolda usai sidang gelar Perkara AKP Dedi Z Harahap di aula Rupatama Polresta Medan, beberapa hari lalu. Jika terbukti bersalah melakukan pemerasan dan salah tankap, Kapolda berjanji akan memberi hukuman setimpal pada AKP Dedi. “Saya akan pindahkan ke Nias, jika terbukti bersalah biar tau rasa dia, supaya tidak main-main dia lagi,” ujar Oegroseno beberapa waktu lalu.

Aiptu Zamarul ’Masuk’ Unit P3D

Sementara itu, personel Polsek Medan Kota, Aiptu Zamarul yang dituding menganiaya Hendra Tampubolon (22) mahasiswa Universitas HKBP Nommensen di Jalan HM Said, Gang Masjid, Medan Timur, sudah diserahkan pihak Polsek Medan Kota ke Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polresta Medan, Rabu (9/3).
“Saya tidak mau ambil pusing, untuk prosesnya kita serahkan saja ke unit P3D Polresta Medan,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat yang ditemui Sumut Pos, kemarin siang. “Langsung saja hubungi Pak Subeno, Kanit P3D. Karena sudah kita serahkan dia (Zamarul, Red) kesana, “ ucapnya mengakhiri.

Peristiwa pemukulan itu terjadi Selasa (8/3) pukul 13.30 WIB. Saat itu, pelaku mengendarai sepeda motor melintas dari TKP. Saat melintas, Zamarul melihat Erwin als Songo yang diduga target operasi (TO) polisi. Kemudian Zamarul memutar arah sepeda motornya saat melihat Songo yang berdiri bersebelahan dengan Hendra yang sedang mengambil rantangan.

Tapi, karena melihat Zamarul, Songo kemudian melarikan diri. Zamarul kemudian bertanya kepada Hendra. Karena tak mengenal Songo, Hendra pun menjawab tak mengenal Songo. Mendengar jawaban Hendra, Zamarul langsung emosi dan turun dari sepeda motornya. Tanpa banyak tanya, Zamarul langsung memukuli Hendra.
Tak hanya itu, karena melerai, Sofyan (71) pemilik rumah nyaris menjadi sasaran amuk Zamarul. Melihat ayahnya, akan dipukul, Surya (34) menghalangi korban.Dimana, dari pengakuan warga, Zamarul kerap bertindak arogan dikawasan tersebut dan pernah juga berkasus narkoba.(mag-8/mag-1)

loading...

5 thoughts on “Kapolda: Saya Pindahkan ke Nias, Biar Tahu Rasa Dia…

  1. Pak kapolda,,yang saya hormati dan saya kagumi kenapa ya kalau perwira atau bintara yang nakal,tidak berprestasi pembuangannya kok ke Nias, saya selaku orang Nias merasa tersinggung dengan pernyataan diatas.
    Mohon pak, Nias jangan di diskriminasikan dari Kab yang lain dan dijadikan tempat pembuangan!!!!

  2. Kenapa harus Nias? Memang Nias sama dengan Nusa Kambangan ya.

    Semoga ini bisa diklarifikasi.

  3. JANGAN BERBURUK SANGKA SAHABAT-SAHABAT DI NIAS, TAPI JUJUR SAJA MEDAN DI NIAS ITU KAN SULIT, SUMBER DAYA ALAM TIDAK MENDUKUNG, TAPI KORUPSINYA JUGA HEBAT, DIBUANG KE NIAS SUPAYA POLISINYA TOBAT, MESKINYA BANGGA NIAS MENJADI KABUPATEN PEMBINAAN POLISI NAKAL

  4. Ini, gak kapolda gak kapolresta medan, sama gak beresnya. Anda berdua menghina masyarakat Nias dengan menjadikan Nias tempat pembuangan aparat Anda yang tidak beres. Harusnya, yang tidak beres itu ANda tangani, bukan mengirimkannya menjadi biang kerok di daerah lain. Itu sekaligus menunjukkan Anda tidak bisa membenahi anggota anda sendiri. dan memilih melemparkan tanggungjawab dengan memutasi mereka ke Nias. Semoga anda sadari, anda berdua telah menyemai benih-benih ‘perseteruan’ di antara warga SUmut dengan kebijakan seperti itu.

  5. Ini kayaknya anggota LAPD, NYPD yang melakukan Abusive Power di kirim ke San Antonia, US-TX tujuannya biar ketemu para gangster Mexico di perbatasan, biar seru. Tapi kalau Pak. Kapolda Sumut ngirim anggotanya yang “Abusive Power” kira-kira tujuanny apa ya ?

    Be Professional, I love Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *