Duh, Bau Nggak Tahan…

Xpresi

Kamu yang berdomisili di Medan, tentu tahu donk kawasan Jalan Tangguk Bongkar, Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai.

Nah, kalau lewat di kawasan ini, pasti tercium aroma tak sedap yang mengganggu hidung pesekmu (hehehehe). Pokoknya, aromanya bikin kita mual banget deh. Mau tahu aroma apa itu? Cari sampai dapat! (caelah, kayak iklan di TV aja).


Yups, aroma tak sodap itu berasal dari aroma binatang babi. Coz, di kawasan ini masyarakatnya banyak beternak babi. Makanya nggak heran kalau pengguna yang melintas di kawasan Mandala udah disuguhi aroma mantaf yang tak ada duanya itu.

Makanya tuh, Pemerintah Kota Medan (Pemko) baru-baru ini menertibkan ternak babi di kawasan itu. Itu sesuai peraturan daerah (Perda) yang melarang pemeliharaan ternak babi di dalam kota.

Tapi penertibannya tak berjalan mulus karena dihadang warga.  Padahal nih, Pemko udah bawa sekitar 540 personel gabungan satpol PP, Brimobdasu, Sabhara Polresta Medan dan personel TNI AD. Barikade petugas dihadang peternak babi di kawasan ini dengan lemparan batu hingga ada warga dan Satpol PP terluka akibat lemparan batu.
Warga peternak babi di kawasan itu menolak binatang kesayangan mereka ditertibkan. Sebab, Pemko tak memberi lahan lahan untuk ternak sebagai tempat relokasi (dipindahkan). Pemko hanya ngasih ganti rugi, sedangkan ternak babi itu merupakan mata pencarian mereka secara turun-temurun sejak jaman dulu.

Hhhmm…binatang babi  paling banyak menyebarkan penyakit virus ke manusia. Pertama, melalui kontak langsung terinfeksi 32 wabah. Wabah ini mengandung berbagai jenis jamur, disentri, cacing, disentri arak, demam jepang, dan stomatis (penyakit kulit terasa terbakar yang menyerang mulut.

Kedua, melalui kontaminasi makanan dan minuman dengan sampah kotoran babi. Tidak kurang dari 28 penyakit yang mengandung virus disenteri, scaries, racun, cacing landak dan hati, cacing pita, cacing pancing, taenia solium dan lainnya.

Ketiga, melalui konsumsi daging babi menyebabkan lebih dari 16 wabah penyakit di antaranya keputihan (penyakit gelembung babi), demam Maltase, cacing hati, wile, cacing pita, kanker, dan lain-lain.
Lalu, penyakit penularan babi lainnya adalah penyakit rabies, demam kuning, demam Maltase, dan TBC  dan keracunan darah dari infeksi yang disebabkan oleh streptococcus, virus dari babi.

Bahkan, babi merupakan carier (pembawa)virus penyakit Flu burung (Avian Influenza) di dalam tubuh babi, virus AI bermutasi menjadi H5N1 (ganas/ mematikan dan menular ke manusia).  Pokoknya banyak banget deh  penyakit dari babi berdasarkan penelitian para ahli kesehatan di Amerika.

Oh ya, ngomong-ngomong soal binatang imut yang bongsor ini (babi), yuk kita tanya pendapat sobat Xpresi (sobeX) melalui polling yang disebar Tim Xpresi Sumut Pos kepada 200 pelajar SMA di Kota Medan soal penertiban ternak babi.

Ditanya apakah sobeX setuju adanya penertiban babi di Mandala, hampir semuanya menjawab setuju (98 persen). Hanya 2 persen yang tak setuju.

Alasannya dari pendapat mereka nih, bagi yang setuju, alasan karena baunya menganggu penduduk sekitar (34 persen) dan merusak kenyamanan Kota Medan (31 persen).

Bagi sobeX yang nggak setuju malah menginginkan tak ada penertiban karena itu mata pencaharian mereka (7 persen) dan menginginkan Pemko juga harus peduli nasib peternak kalau ditertibkan (28 persen).
Trus, ditanya pendapat mereka bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasinya, sobeX menginginkan agar direlokasi ke kawasan pinggiran, jangan di kota (37 perrsen), diberikan uang pengganti agar peternak bisa buka usaha lain (42 persen) buat nyambung hidup dan memberikan peternak itu dengan hewan lain seperti ternak ikan (21 persen).

Kayak kata Bernad, siswa SMK Negeri 7 Medan ini . “Wah, aku sih setuju banget penertiban terbak babi di Mandala. Soalnya baunya bikin nggak tahan. Tapi, Pemko harus adil donk, harus dicarikan tempat lain buat ternak mereka, bukan hanya diberikan ganti rugi saja. Kalau diberikan ganti rugi aja, berarti memutuskan mata pencarian mereka. Itu nggak adil. Pemko harus secepatnya melakakukan penertiban babi agar  gak polusi udara,” ujarnya. (ila/tim xpresi)

loading...

2 thoughts on “Duh, Bau Nggak Tahan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *