Eratkan Persaudaraan dan Pengetahuan

Komunitas

Banyak alasan  para penggila skuter untuk tetap merawat dan menggunakan kendaraan roda dua asal Italia tersebut. Selain bentuknya yang unik, skuter juga tidak sulit untuk dirawat.

Keunggulan tersebut membuat peminat sepeda motor yang memiliki bodi bongsor  ini terus bertambah sehingga melahirkan sejumlah komunitas yang berdampak positif sebagai sarana untuk berinterkasi dengan sesama pengemarnya.


Kefanatikan sepeda motor beroda kecil ini juga sampai ke kota dingin Berastagi yang oleh “punggawa” nya di diberi nama,  Scooter Berastagi Yo’I (SBY). Pada bulan awal pendiriaanya pada 2 September 2006 lalu, jumlah anggotanya dapat dihitung dengan jari tangan, namun saat ini jumlah anggota klub di kota kecil yang jaraknya sekitar 68 Km dari Kota Medan ini mencapai 50 orang yang masing-masing memiliki jenis skuter dari  berbagai tipe dan tahun rakitan yang berbeda-beda.

Menurut Ketua SBY Berastagi, Bambang Palgunadi, komunitas yang dipimpinnya itu selalu rutin menggelar pertemuan dari rumah ke rumah anggotanya. Gaya pergaulan yang diterapkan di komunitas ini dianggap cukup penting untuk dilakukan agar perkenalan antara pengemar sepeda motor juga melibatkan pihak keluarga anggota klub.
“Kalau arisan digelar dirumah, sudah barang tentu setiap anggota juga mengenal keluarga tempat dimana arisan digelar, sehingga pertemuan  tidak hanya antara penggemar Vespa saja namun juga seluruh  keluarganya,” kata Bambang.

Selain itu, sebagai bentuk mempererat pergaulan dan persahabatan dengan klub sejenis, SBY Berastagi juga kerap mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan komunitas skuter di Sumatera Utara yang diadakan oleh Ikatan Vespa Indonesia (IVI). Salah satunya kegiatan Kumpul Bareng Scooter Sumatra (KBSS) di Banda Aceh tahun 2008 lalu.
“Kegiatan seperti ini, merupakan ajang rutin yang mesti diikuti karena memiliki banyak manfaat. Misalnya pertukaran informasi mengenai Vespa, pengetahuan dan sebagainya,”  ungkap pria yang  akrab disapa dengan sebutan  Bim-bim ini.

Selain itu, klub ini juga memiliki agenda rutin seperti touring. Tak tanggung-tanggung untuk agenda satu ini, anak-anak SBY juga menjelajah ke berbagai daerah. Contohnya, ke Tapanuli Tengah, Parapat, Samosir dan perjalanan menembus titik nol di kota Sabang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain berhasil dalam menggalang persahabatan dan pergaulan, komunitas yang setiap malamnya kerap mangkal di seputaran Tugu Perjuangan Berastagi ini juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi klub sepeda motor. Misalnya saja, juara III dalam even Scooter Contes Modivikasi untuk kelas modivikasi se-Sumatera Utara yang digelar di Siantar tahun 2007 silam.

Meski telah  memiliki prestasi dan memiliki banyak agenda, lanjut Bambang, tidak membuat perkumpulan yang dipimpinnya berjalan kaku dalam melakukan perekrutan anggota baru. Syarat untuk bergabung dengan komunitas membayar uang administrasi sebesar Rp30 ribu, biaya iuran rutin per bulan Rp10 ribu dan biaya untuk seragam Rp50 ribu. Dan jangan lupa, syarat penting lainnya adalah, tetap taat lalulintas. (wan)

loading...

1 thought on “Eratkan Persaudaraan dan Pengetahuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *