Polisi Masih Kejar Pelaku Penembakan

MEDAN-Isak tangis mewarnai prosesi kremasi Kho Wi To alias Awie alias Suwito alias Wito (40) dan istrinya Lim Chi Chi alias Dora Halim (28) di Krematorium Tie Cang Tien Jalan Tanjung Morawa, Jumat (1/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Di krematorium itu, jasad korban penembakan orang tak dikenal di rumahnya, Selasa (29/3) malam, diperabukan.

Sebelumnya, jasad suami istri pengusaha ikan tangkapan dan garam ini disemayamkan di Balai Persemayaman Angsapura di Jalan Waja Blok 4 dan Blok 5 dengan mewah. Di sana, sejumlah keluarga, sahabat dan kerabat melakukan sembahyang arwah dan mendoakan Awie dan Dora.

Hingga tadi malam, polisi masih terus melakukan penyelidikan mencari pelaku penembakan. Direktur Reskrim Polda Sumutn
Kombes Pol Agus Andrianto mengatakan, enam tim gabungan dari Polda Sumut, Polresta Medan dan Polsekta Medan Timur dibentuk untuk mengejar pelaku.

Meski belum menemukan titik terang dari penyelidikan pelaku yang diduga kuat berjumlah tiga, pengawasan wilayah perbatasan Kota Medan diperketat, menyusul adanya dugaan jika pelaku melarikan diri.
Sedangkan keterangan dari saksi belum cukup membantu proses penyelidikan. Belum ada petunjuk yang mengarah ke bentuk wajah pelaku serta motivasi penembakan.

“Belum, kita belum ada mengeluarkan sketsa wajah pelaku karena masih dalam penyelidikan. identitas dan ciri-ciri pelaku juga masih dalam penyelidikan, “ ujar Agus.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hery Subiansauri menambahkan, hasil penyelidikan sementara, korban diduga ditembak dari jarak dekat. “Jarak tembaknya diperkirakan sekitar dua meter,” ucapnya Heri.

Hery menambahkan, hasil penyelidikan menunjukkan pelaku bukan orang profesional atau terlatih. “Kalau menggunakan cara penembakan jarak jauh (sniper) dengan satu peluru bisa kena, itu baru profesional atau baru disebut terlatih, “ dalihnya.
Sedangkan, selongsong peluru dilokasi kejadian, hingga kemarin masih diperiksa oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Medan Polda Sumut, guna mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku. “Untuk jenis peluru dan senjata yang digunakan masih kita lakukan pemeriksaan di Labfor,” cetusnya lagi.

Dari peristiwa penembakan itu, pihak kepolisian menemukan 25 selongsong peluru yang disita untuk diteliti di Labfor Cabang Medan. Ke-25 selongsong itu didapatkan dari 29 tembakan yang diarahkan ke Kho Wie To (19 tembakan), Dora Halim (delapan tembakan), serta anak korban Cristopin dan pembantu rumah tangga Aini yang masing-masing menerima satu tembakan.


Dari Polresta Medan dilaporkan, petugas Reskrim telah mengamankan mobil Chevrolet Captiva BK 333 TO milik ayah korban sekitar pukul 16.00 WIB. Nobil diparkir di halaman parkir Mapolresta Medan dan dibungkus terpal biru. Sedangkan para saksinya juga semakin bertambah. Hingga saat ini pihak Polresta Medan telah memeriksa 11 orang.

Sementara itu, Gultom, pekerja di perusahaan yang dikelola Awie yang diperiksa sebagai saksi mengetahui permasalahan terakhir yang dialami korban adalah masalah kapal ikan yang ditangkap oleh aparat. Kemudian diurus oleh seseorang hingga akhirnya kapal dilepas. Dengan dilepasnya kapal ikan korban diduga ada seseorang yang tidak diketahui identitasnya tidak senang.

Sejak bekerja hingga belasan tahun dengan perusahaan yang dikelola Awie, ia tidak pernah mendengar pengelola perusahaan itu terlibat utang piutang antara hingga menimbulkan permasalahan besar antara pengelola dengan orang lain.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fadillah Zulkarnaen SIK melalui Wakasat Reskrim AKP Ruruh Wicaksono membenarkan Gultom telah diperiksa sebagai saksi. Namun Ruruh mengaku tidak mengetahui permasalahan penangkapan kapal penangkap ikan seperti yang dimaksud Gultom.
Disinggung pemeriksaan saksi dari pihak keluarga korban, pihaknya tinggal menunggu kesediaan keluarga. “Keluarga korban masih dalam suasana duka. Kita tunggu aja dulu kapan maunya keluarga korban untuk dimintai keterangan,” simpulnya.


Sementara pantaun di gudang milik Awi di gabion Belawan tampak terlihat pembongkaran dan penjualan ikan.
Menurut sumber terpercaya di gudang tersebut, menyebutkan bahwa malam Jumat malam ada dua boat ikan yang telah bersandar di Gudang tersebut, namun tidak ada pembongkaran. Pegawai hanya duduk dan bersantai di gudang. Namun, orang di sekitar masih gempar membicarakan peristiwa penembakan yang menimpa Awi dan istrinya Dora.(adl/mag-8/mag-11)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *