Menang Dulu, Baru Terpeleset

BeritaFoto

Lawan Berguguran, Lorenzo Supertenang

Berbagai elemen banyak membantu Jorge Lorenzo meraih juara di Grand Prix Spanyol, di Sirkuit Jerez, kemarin (3/4). Kesalahan lawan, nasib buruk lawan, sampai hujan. Namun, banyaknya “pertolongan” itu tetap tidak akan membuahkan kemenangan bila tidak ada faktor superpenting: Ketenangan dan kehebatan Jorge Lorenzo sendiri.


Nanang Prianto dari Jerez, Spanyol

Balapan di Jerez kemarin “seharusnya” bukanlah milik Lorenzo. Barisan Honda, khususnya Casey Stoner dan Dani Pedrosa, menunjukkan kecepatan luar biasa saat latihan dan kualifikasi. Stoner bahkan bilang masih punya kecepatan ekstra yang tersimpan setelah meraih pole position.

Ketika lomba kemarin, segala elemen seolah ingin membantu Lorenzo. Hujan yang turun membuat balapan jadi lebih “setara.” Keunggulan power Honda RC212V tidak bisa lagi dijadikan senjata utama.

Usai start, Stoner memang mampu melejit ke depan. Tapi si mungil Pedrosa (158 cm), yang dalam karirnya dikenal buruk di lintasan basah, langsung melorot ke urutan sembilan.

Stoner di depan, Lorenzo ternyata tidak perlu kerja keras untuk mengalahkan pembalap Australia itu. Dia harus berterima kasih kepada Valentino Rossi, yang membantu “membuka jalan lebar di depan.”
Andalan utama Ducati itu memang mampu melejit ke depan dan bertarung sengit dengan Stoner. Pada putaran ketujuh, Rossi sesaat berhasil menyalip Stoner di tikungan pertama. Sayang, Rossi kemudian sliding, lantas ikut men-tackle Stoner keluar lintasan. Stoner instan out dari lomba, sedangkan Rossi mampu melanjutkan dari posisi paling belakang.

Begitu Stoner keluar, kemenangan seharusnya berada di tangan Marco Simoncelli. Bintang muda Honda Gresini (motor factory di tim satelit) itu di ambang sukses pertama dalam karirnya.
Beruntung lagi bagi Lorenzo, Simoncelli membuat kesalahan sendiri di putaran ke-12n
Si kribo keluar dari lomba. Berada di depan, Lorenzo masih belum aman. Lintasan yang mengering memberinya ancaman baru. Semakin kering lintasan, semakin cepat Pedrosa. Tiba-tiba saja, si mungil sudah ada di belakang Lorenzo dan terus mendekat.

Faktor lain lantas kembali “menolong” Lorenzo. Grip (kelekatan ban) pada motor Pedrosa terus menurun. Selain itu, masalah cedera bahu tampaknya ikut mengganggu upaya Pedrosa memburu kemenangan. Pedrosa pun kembali melorot ke belakang. Pedrosa bahkan sempat melorot ke urutan tiga, di belakang rekan Lorenzo di Yamaha Factory Racing, Ben Spies. Tapi Spies lantas ikut terpeleset sendiri, dan Pedrosa finis di urutan kedua.

Usai melintasi garis finis, Lorenzo kembali menunjukkan gaya asyiknya merayakan kemenangan. Tahun lalu, dia merayakan sukses di Jerez dengan melompat ke danau yang berada di tengah sirkuit. Tahun ini, dia mencoba mengulangi “atraksi” yang sama. Namun, dia keburu terpeleset di pinggir danau, dan terjatuh ke dalam danau!
Tapi tetap tidak apa-apa, karena itu lebih baik daripada terpeleset di tengah lomba!

Saat jumpa pers usai lomba, Lorenzo mengaku GP Spanyol ini sangatlah menantang. “Sangat sulit untuk menjaga fokus, menjaga konsentrasi,” kata Lorenzo, yang kini mengambil alih pimpinan klasemen pembalap dari Casey Stoner. “Sangat sulit melihat yang lain berjatuhan. Ini lomba yang panjang. Tapi kami mampu bertahan di atas motor dan meraih kemenangan untuk kali kedua di Jerez, di sirkuit terbaik di dunia,” tandasnya.

Pedrosa pun mengakui lomba ini sangat sulit untuk dilakoni. Dia bilang, di akhir lomba motornya sudah sangat sulit untuk dikendalikan. Di trek lurus saja harus “setengah gas”.

“Saya sudah memberikan yang terbaik,” aku Pedrosa, yang Senin hari ini langsung menjalani operasi, mencoba mengatasi masalah cedera bahu yang tak kunjung pulih sejak operasi tahun lalu.

Hal senada diutarakan Nicky Hayden, pembalap Ducati yang kemarin finis di urutan ketiga. Pembalap asal Kentucky, Amerika Serikat, itu mengakui kalau posisi podium ini diraih juga berkat keberuntungan, karena banyaknya pembalap yang terpeleset keluar lomba. Tapi, dia menegaskan bahwa sudah menjadi tugas pembalap untuk menyelesaikan lomba. Posisi podium ini diraih karena dia tampil baik, tidak membuat kesalahan.
Catatan penting: Ini adalah podium pertama Ducati di musim 2011. Ya, Hayden meraihnya lebih dulu dari Valentino Rossi.

“Saya harus berterima kasih kepada seluruh personel tim. Tahun ini mereka benar-benar bekerja keras. Tahun ini tidaklah berawal dengan baik. Tapi mereka benar-benar punya komitmen penuh untuk meraih hasil baik,” kata Hayden, juara dunia MotoGP 2006.

Total, setelah lomba 27 putaran itu, hanya 12 pembalap diklasifikasikan finis di GP Spanyol dan berhak meraih poin. Lomba berikutnya (seri ketiga dari total 18 lomba) diselenggarakan di Estoril, Portugal, 1 Mei mendatang. (*)

Hasil Grand Prix Spanyol

  1. Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
  2. Dani Pedrosa, Repsol Honda
  3. Nicky Hayden, Ducati
  4. Hiroshi Aoyama, Gresini Honda
  5. Valentino Rossi, Ducati
  6. Hector Barbera, Aspar Ducati
  7. Karel Abraham, Cardion Ducati
  8. Cal Crutchlow, Tech 3 Yamaha
  9. Toni Elias, LCR Honda
  10. John Hopkins, Rizla Suzuki
  11. Loris Capirossi, Pramac Ducati
  12. Andrea Dovizioso, Repsol Honda

Fastest lap: Valentino Rossi, 1 menit 48,753 detik

Klasemen Pembalap (Setelah 2 dari 18 lomba)

  1. Jorge Lorenzo        45 poin
  2. Dani Pedrosa        36
  3. Casey Stoner        25
  4. Nicky Hayden        23
  5. Valentino Rossi        20
  6. Hiroshi Aoyama        19
  7. Andrea Dovizioso    17
  8. Hector Barbera        14
  9. Cal Crutchlow        13
  10. Karel Abraham        12

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *