Banjir Lagi… Banjir Lagi…

Xpresi

Hujan di malam minggu
Aku tak datang padamu
Bukan aku tak mau sayang
Hujan di malam minggu

YUPS, lirik lagu di atas itu berjudul Hujan di Malam Minggu yang dinyanyikan 14 artis KDI itu mengingatkan kita dengan hujan di Kota Medan yang turun tiap hari.


Oopss.. sekali-sekali Xpresi ngasih  lagu dangdutan neh, biar sobat Xpresi (sobeX) bisa goyang ngebor, hahaha. Tapi, goyangnya jangan kebut-kebut, ntar pinggang loe nanti keseleo, bengkok deh tuh pinggang (ck..ck..ck..becanda nehhh).

Yaaa..kayak lagu di atas itu, gimana doi bisa datang nemui sobeX kalau hujannya nggak mau berhenti. Masalahnya sih sebenarnya bukan persoalan hujannya  karena doi bisa pake mantel hujan buat jumpai sang pacar atau naik angkot atau naik becak mesin (becak bermotor, Red).

Nah, persoalannya justru rumah doi kebanjiran karena hujan deras terus menerus. Secara, begitu rumah doi kebanjiran, doi dan keluarganya langsung sibuk nyelamati barang-barang perabotan biar nggak terendam banjir.
Begitu siap nyelamati  perabotan, lalu doi gotong -royong nguras air yang masuk ke dalam rumah. Jadinya doi nggak bisa nemui sang pacar. Bener nggak? Ini hanya sebagai ilustrasi ketika banjir datang.

Seminggu yang lalu tuh, hujan deras terus menerus membuat Kota Medan banjir. Kata ahli meterologi nih, banjir tersebut adalah kiriman dari hulu Sungai Babura. Akibatnya, daerah yang tenggelam adalah Perumnas Simalingkar A Medan, Jalan Pintu Air IV Keluharan Kuala Bekala Medan, Kelurahan Polonia, dan sebagian Medan Baru.

Sampe-sampek nih, banjir tumpah ke ruas jalan kota di Medan kayak di Jalan Sudirman, Jalan Dr Mansyur, Jalan Padang Bulan dan lainnya. Saat itu puluhan kereta (sepeda motor) dan angkot mogok gara-gara terendam banjir. Ditambah lagi jalanan kota jadi macet total. Repot banget ya kalau Kota Medan udah banjir. Padahal beberapa tahun yang lalu Kota Medan aman dari banjir. Kalau pun banjir, hanya beberapa daerah dekat aliran sungai aja yang ketimban banjir. Tapi kali ini bajirnya dasyat banget sampai melanda kawasan yang tak pernah kebanjiran.

Ngomongi soal banjir nih, yuk kita tanya sobeX melalui polling yang disebar Tim Xpresi Sumut Pos kepada 170 pelajar di Kota Medan. Dari pengakuan sobeX melalui polling, bila hujan deras tempat tinggal mereka selalu terkena banjir (12 persen), bahkan baru kali ini terkena banjir (66 persen). Sisanya (22 persen) tidak terkena banjir.
Menurut sobeX, Kota Medan sekarang ini sering banjir karena banyak bangunan di daerah resapan air (20 persen), karena pelurusan sungai untuk bangunan (32 persen), dan drainase buruk (24 persen) maupun akibat faktor alam (24 persen).

Dengan kondisi banjir ini, sobeX berharap kepada Wali Kota Medan, Rahudman, agar menertibkan bangunan di daerah resapan air (18 persen), menghentikan aksi pelurusan sungai (10 persen), segera memperbaiki drainase dan lakukan pelebaran sungai (16 persen) dan melakukan semua jawaban di atas (56 persen).

Kayak komentar Ridho Fandella, siswa SMA Harapan Mandiri ini. “Repot banget deh kemarin banjir di Medan sampai masuk ke inti kota. Jalan jadi macet. Maunya nih, Pak Wali Kota Medan segeramembongkar bangunan yang berada di dekat sungai dan perbaiki drainase. Jangan sampai tunggu Kota Medan tenggelam. Kalau tenggelam bakal repot buat evakuasi warga,” ujarnya.

Rista Aulia, dari sekolah yang sama juga sependapat. “Untuk ke depannya kita harus lebih menjaga  alam dan lingkungan sekitar agar aman dari banjir. Pemerintah juga harus peduli,” kata dia. (ila/tim xpresi) dengan menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya. (ila/tim xpresi)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *