Menghargai Kekurangan Anggota Lain

Komunitas

Dari rutinitas sehari-hari, Gapura Bikers Community Medan terbentuk menjadi komunitas yang solid. Tidak perlu muluk-muluk, perubahan pun dimulai dari lingkup terkecil.

“Kita tidak mau muluk-muluklah. Paling tidak kita coba buat perubahan dari dalam lingkungan kita dulu. Paling tidak seluruh anggota GBC Medan dapat menyadari pentingnya keselamatan dalam berkendaraan khususnya roda dua. Kalau pun ada dampak positif lain bagi kita itu merupakan efek domino saja,” ucap Ketua GBC Medan Catur Handoko di seputaran Jalan Amaliun Medan, Selasa (12/4) malam.


Untuk itu lanjutnya kepada seluruh anggota GBC Medan diwajibkan memasang instrumen keselamatan berkendaraan. Seperti kaca spion, lampu, sepatu, glove (sarung tangan), jaket, dan helm yang standar. Begitu pun kondisi ban menjadi perhatian  anggota untuk saling mengingatkan. Meskipun di satu sisi anggota diberi kebebasan untuk memodifikasi kendaraannya sebagai penyaluran kreativitas dan hobi anggota.

“Jadi di GBC Medan kita belajar untuk bisa menghargai kekurangan anggota lainnya. Jadi kalau ada anggota yang kesulitan, anggota lainnya akan membantu. Karena pada awalnya kehadiran GBC Medan mencoba untuk memberi manfaat bagi sesama anggotanya terlebih dahulu sebelum ke tengah-tengah masyarakat,” tambah Catur yang juga Supervisor Operation PT Gapura Angkasa Medan ini.

Seperti disampaikan Catur, dalam kegiatannya GBC Medan fokus pada kegiatan sosial disamping kegiatan fun. Kegiatan sosial sendiri merupakan agenda tahunan setiap bulan Ramadan tiba. Di bulan yang mulia itu GBC Medan menyambangi panti-panti asuhan untuk memberi bantuan berupa pembagian sembako.

Untuk kegiatan yang bersifat fun sendiri digelar dalam bentuk touring ke kota-kota wisata. Dalam hal ini penekanan keselamatan berkendaraan bahkan lebih ditekankan dimana seluruh anggota yang turut dalam perjalanan wajib mengenakan protektor. Tanpa itu perjalanan tidak akan dimulai.

Seperti yang terakhir GBC Medan menggelar ‘Touring Delapan’. Mengambil start di Kota Medan perjalanan melewati kota-kota wisata dengan tujuan akhir Kota Doloksanggul Tapanuli Utara, Februari lalu.

Sebelumnya pada November 2010 mereka menggelar perjalanan dalam rangka peringatan hari pahlawan. Perjalanan dengan 15 anggota itu pun memberi kesan tersendiri bagi GBC Medan. Ke depan GBC Medan juga tengah menyiapkan beberapa perjalanan yaitu Jambore Nasional GBC di Bali 22-23 April nanti dan perjalanan ke GBC Padang pada November mendatang.

GBC Medan lahir awal 2009 merupakan komunitas karyawan-karyawan dari PT Gapura Angkasa Medan yang memiliki minat pada sepeda motor. Karena itu komunitas ini tidak untuk satu merk sepeda motor saja. PT Gapura Angkasa sendiri merupakan ground handling dari PT Garuda Indonesia. Oleh karena itu GBC juga terdapat di berbagai daerah perwakilan PT Garuda Indonesia. Saat ini GBC Medan mencatat 60 keanggotaan aktif.  (jul)

Tidak lupa sepanjang perjalanan mereka membuat dokumentasi yang merupakan potensi wisata yang ada di setiap daerah. Selanjutnya dokumentasi itu di unduh ke internet agar diketahui khalayak masyarakat. Dokumentasi itu juga dapat dilihat pada bikers@yahoogroups.com.

“Dari perjalanan itu kita bisa melihat bagaimana besarnya potensi wisata yang kita punya dan dengan pengelolaan yang baik tentu semua itu dapat bermanfaat baik bagi masyarakat juga daerah yang bersangkutan,” ucap Sekjen GBC Medan Agus Siswanto yang juga Staf Administrasi PT Gapura Angkasa Medan.

Menurut Agus, dengan pendokumentasian tadi juga coba mengajak anggota untuk menghargai lingkungan. Nantinya hal itu menjadi kontribusi positif GBC di daerah-daerah yang ditempatinya.

GBC Medan lahir awal 2009 merupakan komunitas karyawan-karyawan dari PT Gapura Angkasa Medan yang memiliki minat pada sepeda motor. Karena itu komunitas ini tidak untuk satu merk sepeda motor saja. PT Gapura Angkasa sendiri merupakan ground handling dari PT Garuda Indonesia. Oleh karena itu GBC juga terdapat di berbagai daerah perwakilan PT Garuda Indonesia. Saat ini GBC Medan mencatat 60 keanggotaan aktif.  (jul)

loading...

1 thought on “Menghargai Kekurangan Anggota Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *