Lupa atau Dilupa-lupain Ya?

Xpresi

Punya duit banyak memang asyik, bisa membeli semua barang yang kita inginkan. Tapi bagaimana saat kantong kering (kanker), tabungan nol rupiah, celengan udah pecah, dan tak ada lagi barang yang bisa digadaikan (hallah!), sementara kita sedang amat sangat membutuhkan uang?

Nah, biasanya sobat Xpresi (sobeX) meniru jalan para pengusaha saat membutuhkan modal, mengambil kredit di bank. What?! Harus berurusan dengan bank? Tentu tidak sama persis.


Memang sih, judul utamanya tetap kredit alias meminjam alias ngutang, bukan ke bank tapi ke teman. Prosesnya nggak ribet, tanpa harus menyerahkan agunan, dana bisa langsung cair dan siap dipakai saat itu juga.
Tapi, sesekali ngutang nggak masalah sih kalau si teman ngutang untuk sesuatu keperluan. Nah kalau keseringan, gimana donk? Bisa sebel kan? Emang sih beberapa di antara teman yang ngutang ke sobeX selalu dibayar meski caranya nyicil. Malah lebih banyak yang lupa bayar, tapi kemudian pede banget ngutang lagi. Ampunnn deh!
Mending kalau tujuan ngutangnya jelas karena nggak punya duit buat beli buku, bayar uang sekolah atau keperluan sekolah lain. Ini malah sering kali ngutang ke sobeX dengan tujuan nggak jelas atau ngutang hanya untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tak terlalu penting.

Begitu ditagih, wadoohhh..susah banget, pakai jurus beribu alasan, mulai dari nggak punya duit, lagi susahlah atau belum dikasih uang jajanlah, pokoknya macem-macem deh.

Sebagai teman baik, terang aja kita nggak tega nagih hutang ke teman dengan memakai jasa debt collector. Itu tuh, penagih hutang yang berperawakan bertubuh tinggi besar, wajah sangar, suara menggelegar. Ya kan?
Coz, siapapun nggak ada yang suka dihutangi, trus yang ngutang pura-pura pikun untuk membayarnya. Wahh…boro-boro ingat ngembaliin, bahkan lupa kalau dia punya utang ke kita. Sikapnya nyantai aja tuh, seolah-olah nggak pernah punya masalah.

Yuk kita tanya sobeX yang suka dihutangi teman-temannya. Kata sobeX melalui polling yang disebar Tim Xpresi Sumut Pos kepada 100 pelajar di Kota Medan, beberapa sobeX (8 persen) sering banget diutangi temannya dan 84 persen lainnya hanya kadang-kadang, sisanya (8 persen) nggak pernah.

Alasan teman sobeX ngutang ke mereka mulai dari pengen shopping tapi nggak punya uang (4 persen), membeli kebutuhan yang mendesak (52 persen), karena lupa bawa dompet (12 persen), karena memang lagi bokek (32 persen).

SobeX yang memberikan utangan, belum tentu mau melakukan penagihan. SobeX lebih banyak menunggu kesadaran temannya untuk melunasi hutang mereka (60 persen) atau meminta baik-baik kalau sobeX sangat membutuhkan uang (40 persen).

Kayak pengakuan Afriansyah Yusri, siswa YPI Amir Hamzah ini. “Kalau temen ngutang sih pernah, biasanya untuk ongkos pulang, gak ada uang jajan, atau kadang buat bayar utang ke orang lain. Kalau udah utang, susah banget bayarnya, trus lama banget bayarnya. Tapi ya namanya teman, nggak mungkin diminta secara kasar ” kata dia.
Andriany Pasaribu, dari sekolah yang sama, juga senasib. “Sering kali pun temen ngutang, biasanya untuk beli pulsa atau beli makan. Namanya juga kawan, senang gak senang ya tetap di kasih,” kata dia. (ila/tim xpresi)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *