Makin Menarik pada Bulan Purnama

Komunitas

Tidak ada yang tidak kenal dengan teh, kegiatan meminum teh bahkan sudah menjadi kebiasaan di tengah-tengah masyarakat. Meskipun tidak banyak yang menyadarinya sebagai sebuah kenikmatan.

Setidaknya hal itu ingin disampaikan oleh 42 warga Kota Medan yang kemudian sepakat mendirikan Medan Tea Club (MTC) pada 1999 sebagai wadah bagi penikmat teh di Kota Medan. MTC sendiri bersekretariat di Jalan Mongonsidi No 33 Medan.


“Ya awalnya kita hanya 42 orang yang sama-sama penggemar minum teh. Dari obrolan-obrolan itu kita saling bertukar pengalaman dan pengetahuan mengenai teh. Karena pada dasarnya teh memiliki nilai-nilai yang positif bila diikuti dengan pemahaman,” ucap Endar Hadi Purwanto (56) salah seorang pendiri MTC.

Seperti yang disampaikan Endar, teh sendiri dipisahkan menjadi dua yaitu teh hijau (mentah) dan teh hitam (masak). Masing-masing teh itu memiliki kenikmatan tersendiri bila diproses dengan baik. “Makanya di Tiongkok, 90 persen itu minum teh dan hanya 10 persen minum air putih. Itu karena teh ternyata bermanfaat bagi kesehatan,” tambah Endar yang mengawali perkenalan dengan teh hijau 1996 silam.

Sebagai komunitas, MTC pun menggelar pertemuan setiap Sabtu sehabis acara makan siang bersama. Selain itu MTC juga memiliki agenda tahunan diantaranya perayaan Imlek, Hari Jadi Medan Tea Club yang jatuh pada 12 Juni, dan perayaan purnama.

Dari semua kegiatan tadi, perayaan bulan purnama paling menarik untuk dilihat. Pada kegiatan ini digelar satu tradisi yang termasuk unik namun memiliki nilai-nilai yang positif. Yaitu, saling menghargai dan memupuk keakraban di antara pelakunya. Tradisi itu kerap dilaksanakan di Negeri Tirai Bambu.

Seperti yang dipaparkan Endar, kegiatan akan diawali dengan seluruh anggota duduk berkumpul dalam satu meja bundar. Setelah mencapai kesepakatan untuk memulai kegiatan, seorang anggota langsung bekerja menyeduh teh. Namun, teh yang diseduh bukan untuk penyeduh tadi melainkan diberikan kepada empat orang disebelah kirinya yang kemudian menikmatinya.Hal itu berlanjut untuk orang di sebelahnya hingga semua mendapat giliran.
Saat ini sudah tercatat 100-an anggota yang hadir setiap Sabtu. Setelah sekian tahun berlalu, nyatanya diskusi tentang teh belum juga berakhir. Kadang-kadang, mereka berkumpul untuk mencoba rasa teh dari satu negara lain jika ada yang baru pulang dari luar negeri dan membawa teh. (jul)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *