Bukan Ajang Politik KKN Bro!

Xpresi

Kamu yang suka berita olahraga sepak bola nasional, pasti tahu banget kan bagaimana perkembangan berita PSSI kita? Sebagai pecinta Garuda, patut banget tahu perkembangan sepak bola kita. Ya kan?

Nah, beberapa waktu lalu FIFA memutuskan pembentukan Komite Normalisasi sebagai ganti dari Komite Eksekutif PSSI. Keputusan ini disambut baik pemerintah. Intinya nih, pemerintah tidak lagi mengakui kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid.


Dan seperti diketahui, Komite Darurat FIFA memutuskan dibentuknya Komite Normalisasi yang akan mengambil alih komite eksekutif PSSI saat ini.

Keputusan ini diambil karena PSSI dinilai gagal mengontrol LPI yang tetap berjalan tanpa keterlibatan PSSI dan gagal menyiapkan kongres yang mengadopsi electoral code dan memilih komisi pemilihan.

Sekarang nih, Komite Normalisasi PSSI yang dikomandani Pak Agum Gumelar. Belaiu ini mulai bekerja menyusun, menata dan memprogramkan berbagai program kerja ke depan untuk pemulihan PSSI mendatang. Komite Normalisasi PSSI saat ini memiliki tugas dan tanggung jawab untuk segera menyelenggarakan kongres pembentukan pengurus PSSI yang resmi.

Kemudian tim Normalisasi PSSI memiliki tugas untuk bisa menormalisasikan penyelenggaraan berbagai event sepakbola yang saat ini terlihat kurang solid di persepakbolaan nasional akibat adanya klaem keras dari pengurus lama masa Nurdin Halid.

Seperti LPI (Liga Primer Indonesia) agar bisa masuk terdaftar sebagai event yang ada di bawah naungan PSSI nantinya, termasuk pula event-event sepakbola nasional lainnya.

Sementara itu nih, alasan terbentuknya Komite Normalisasi karena buruknya kinerja PSSI, hal itu tak lepas dari kesalahan diplomasi yang dilakukan Nurdin Halid Cs terhadap otoritas sepakbola tertinggi dunia, FIFA.
Yuk kita tanya kepedulian so bat Xpresi (sobeX) terhadap perkembangan PSSI saat ini. Berdasarkan polling yang disebar Tim Xpresi Sumut Pos kepada 100 pelajar SMA, khususnya cowok, ditanya perlu gak proses normalisasi di PSSI, mereka jawab sangat perlu (87 persen). Sisanya (13 persen) jawab tidak perlu dan tidak tahu.

Alasannya mereka nih, agar PSSI bersih dari kepentingan-kepentingan pribadi pengurusnya (31 persen), agar kepemimpinan PSSI bisa adil dan sesuai prosedur FIFA (26 persen), agar PSSI bisa kembali produktif dalam prestasinya (19 persen) dan agar Nurdin Halid bisa mundur perlahan (24 persen).

Ditanya harapan sobeX untuk PSSI, mereka berharap semoga PSSI bebas dari KKN (29 persen), semoga PSSI bisa konsisten untuk mengejar prestasi, bukan berebut kursi di kepengurusan (44 persen) dan semoga ada pemimpin yang lebih baik di PSSI (27 persen). Mantaf banget ya harapan para sobeX kita. Mudah-mudahan terwujud.
Novan, siswa SMA Negeri 3 Medan ini mengaku rutin mengikuti perkembangan PSSi. “Aku cinta banget sama PSSI. Aku rutin ngikuti beritanya di TV dan koran. Aku ingin PSSI bisa memajukan persepakbolaan Indonesia. Jadi, jangan jadikan perebutan kursi di PSSI sebagai ajang politik dan KKN, bro! Kita ingin persepakbolaan nasional maju di kanca internasional. Kapan lagi sepakbola kita berjaya seperti dulu,” harapnya. (ila/tim xpresi)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *