Gatot Tolak Suap

Metropolis

Ditawari Segepok Uang oleh Pejabat Eselon III

MEDAN-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Gatot Pujo Nugroho memulai gebrakan, pembersihan birokrat dari isu suap dan budaya beli jabatan. Gatot menyatakan pernah dan akan tetap menolak tumpukan uang yang disodorkan beberapa oknum kepadanya dalam rangka mengorder jabatan di lingkungan pemerintahan provinsi (pemprov) Sumatera Utara.


Pengakuan itu dilontarkan mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut itu usai melantik pejabat eselon III di lingkungan pemprovsu di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, kemarin (25/4).
Upaya suap juga dilakukan para pejabat yang mengincar posisi empuk di eselon III. Gatot tetap menolak. ”Ada yang berupaya untuk memberi uangn tapi saya tolak. Karena jabatan itu amanah,” katanya kepada wartawan.

Saat ditanya siapa dan berapa nominal yang diberikan kepadanya, Gatot enggan menjawab dan mengangkat tangan.
Kabar upaya suap yang dilakukan sejumlah pejabat teras di Pemprovsu memang beberapa kali terdengar sebelum Gatot mengisi posisi gubernur yang ‘ditinggal sementara’ Syamsul Arifin yang saat ini berurusan dengan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Apalagi saat Gatot beberapa kali menggaungkan rencana reshuffle di sejumlah jabatan di pemprovsu.

Menurut sebuah sumber terpercaya, para pejabat itu umumnya mendekati orang-orang di lingkaran Gatot dengan menawarkan uang hingga miliaran rupiah. Bahkan beberapa waktu lalu, ada seorang pejabat eselon I yang datang dan bertemu langsung ke Plt gubernur itu dan menyodorkan uang kontan senilai Rp500 juta. Pejabat itu menyebut uang tersebut sebagai hadiah. Tetapi uang akhirnya dibawa pulang dan wajah pejabat tersebut memerah karena pemberiannya ditolak dengan halus.

Praktik ‘beli jabatan’ ini ditengarai juga terjadi di lingkungan pemerintah kota Medan. Tidak hanya di level pejabat atas, pejabat terendah pun sudah dipasangi tarif. Penasihat Fraksi PKS DPRD Medan Muslim Maksum mengungkapkan hal itu saat ditemui di tempat terpisah, kemarin. Menurutnya, ada sinyalemen, kepala lingkungan (Kepling) di Medan yang bertugas atas SK camat, berlomba mencari tempat ‘basah’. Untuk itu, tiap calon kepling dimintai Rp3 juta sampai Rp5 juta.

”Sudah ada sms-sms seperti itu yang kita terima. Makanya, ini perlu diseriusi. Kita tahu juga, Wali Kota kita ini sering memunculkan isu-isu besar untuk menutup isu-isu sebelumnya yang tak terselesaikan,” tegasnya.

Jabatan Adalah Amanah

Pejabat eselon III yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubsu No 821.23/1276/2011 tertanggal 25 April 2011, yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho berjumlah 35 orang. Mereka tersebar di beberapa Satuan  Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Sekretariat Daerah (Setda) Provsu.
Pada kesempatan itu, Gatot sempat menuturkan, dia akan mencopot pejabat yang baru dilantik apabila ketahuan memberikan sesuatu. “Saya akan copot, siapa yang ketahuan memberi dan siapa yang menerima,” pungkasnya.
Gatot mengingatkan, jabatan yang diberikan adalah sebuah amanah, bukan sebuah kehormatan yang untuk dibangga-banggakan.

”Ini amanah dan harus dijalankan. Karena PNS itu memiliki tuan, dan tuannya adalah bangsa dan negara. Jadi, harus mengedepankan kepentingan negara dan bukan kepentingan pribadi atau golongan,” ungkapnya.
Gatot juga berpesan kepada para istri dan suami dari pejabat eselon III yang baru dilantik agar bisa memastikan bahwa jabatan yang diterima oleh suami dan istri mereka menjadi pemacu untuk lebih bersyukur. Bersyukur juga, tidak cukup hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah, tapi harus  juga dibuktikan dengan perbuatan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Pelantikan tersebut, lanjut Gatot, merupakan salah satu bagian untuk pembangunan proses birokrasi. ”Pelantikan ini adalah hal yang lazim dan biasa. Dan ini untuk supaya cepat merespon persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.(ari)

loading...

22 thoughts on “Gatot Tolak Suap

  1. Kalau Pernyataan Gatot benar2 pernah terjadi, maka Gatot BERSALAH karena tdk mengadukan kepd pihak yg berwajib seperti Polisi, Jaksa atau KPK, dgn tuduhan Percobaan Suap atau Grafitasi, demi penegakkan hukum. Jadi Pasti itu cuma propaganda Gatot utk mengangkat Citranya dipublik. Cara propaganda yg sudah basi dan tdk bermanfaat bagi rakyat. Lebih baik waktu yg cuma sedikit dimiliki Gatot sebagai Gubernur, dimanfaatkan se-besar2nya utk mengangkat kesejahteraan rakyat kearah yang lebih baik dari kondisi sekarang.

  2. INI DIA NEH,,,,MALING TERIAK MALING…..DASAR SONTOLOYO……

  3. JANGAN ASAL OMONG..BUKTI LEBIH PENTING

    ANDAIKAN BENAR TERJADI SAYA SETUJU DENGAN #KARNAN GINTING, GATOTO SEHARUSNYA NGAK PERLU OMONG BESAR DI MEDIA, SEOALH-OLAH BERSIH. TAPI GATOT SEHARUSNYA LANGSUNG MENGADUKAN ORANG TERSEBUT KE KPK KARENA KORUPSI TIDAK HARUS SUDAH TERJADI BARU DITANGANI, TAPI PERCOBAAN SUAP JUGA BAGIAN DARI RANTAI KORUPSI……..

    SALAM DAMAI

  4. Hehe…he…
    kok ada yang kebakaran jenggot.
    Maju terus pak gatot…sikat lae.
    Saya 100 % mendukung mu.
    Anjing menggonggong, gatot terus melaju.

  5. duh ..mas gatot..saya salut jika bapak benar – benar masih menjaga amanah ,,saya mendoakan smoga bisa konsisten..yang pasti akan smakin banyak yang nggak suka dengan sikap seperti itu terutama yang sudah biasa menu hariannya dengan suap and sogok..

  6. @Karnan : Sudah bagus kebijakan gubernur kita itu. Paling tidak, oknum yg biasa menyogok jadi berpikir 2 kali. Kalau lapor polisi, karena dilakukan tiba-tiba, tentu buktinya tidak kuat. Jadi percuma saja. Entar yg berusaha nyuap ituberkoar-koar lagi, katanya namanya sudah tercemar.

    @Safril : Jangan asal cuap, ada buktinya?

  7. Wah… Gatot membuat statment yang tidak jelas. Dari sisi hukum jika ada yang mencoba menyuap berarti sudah melanggar hukum. Tapi Mas Gatot ngomong ke media dia dicoba disuap dengan segepok duit. Semua ini bulsit… Gatot manusia yg ga jelas. Adukan donk ke Polisi jika ada yang menyuap. Sebentar lagi juga kamu turun… bersiap-siap saja.
    Semoga!

  8. Mantap Pak Gatot, Lanjutkan ! Perketat arus korupsi jangan sampe terulang kembali

    Pak Karnan Ginting dan Pak Safril Damanik, Kalo gak dapat uang suap jangan teriak-teriak gak enak sama tetangga, dah gak jamanya korupsi lagi,kwkwk

  9. sallut bwt pak Gatot,kt doakan smoga tetap brada d jalan yg benar.Tuhan mmberkatinya..tuk bg safril damanik dan junaidi barus,jgn asal somplak aja klo ngomong.. justru ni adalah gebarakan darinya makanya kita dukung klo klen aja gk dukung jgn harap sumut ni dpt dibenahi,,jd SUMUT tidk brcitrakan buruk lg bos!!!

  10. Maju terus Mas…
    Biasalah, pasti ada saja orang yang nggak senang atas sikap Mas seperti itu. Ingat : “Honesty is the best policy”.

  11. Kapan Sumut Mau Bersih. Kalau orang-orang kayak Karnan dan Safril masih dipelihara oleh pejabat-pejabat yang suka menyuap. Hidup Pak Gatot. Semua agama mengharamkan korupsi dan menyuap kan??

  12. Yang tidak mendukung mas Gatot berarti para penerima suap dan tukang suap.

  13. Jika ada yang menyuap adukan saja ke KPK atau kepolisian, beres masalahnya. ga perlu koar-koar… sok suci aja lo.

    Yang mengakses film porno aja dari Partai PKS,,, menteri Kominfo dari PKS..
    Tai gigi rasa coklat ya????????

  14. masukan saja buat pak gatot, silahkan bapak pasang CCTV untuk merekam semua perbuatan para koruptor dan penyuap tersebut, bila ada bukti tinggal di laporkan ke KPK, beres toh ? TV flat aja kebeli kenapa CCTV gak kebeli, maju terus pantang mundur…!!!

  15. maju terus pak gatot, sikat abis para maling itu.jgn lupa pasang camera pengintai dbaju untuk menguatkan bukti2nya.salut buat pak gatot

  16. itu kan percobaan penyuapan, bagus pak Gatot hanya menyatakan tanpa menyebut nama jadi yg bersangkutan bisa sadar dan yg lain tdk berani coba2. Tapi kalau udah ketahuan korupsi babat habis aja!

  17. Maju Terus, Pak Gatot, berantas korupsi memang harus koar-koar, selamatkan para pejabat dari kebiasaan menyuap dan disuap. Tindakan tepat, dengan menolaknya berarti menyelamatkan pejabat agar sadar, daripada membiarkannya lalu terjerat hukum yang akan menyusahkan. Dengan memberitakannya, anda memberi pesan yang jelas, bahwa di SUMUT tidak boleh ada suap dan menyuap di lingkungan pejabat. Puji Tuhan, saya mendukungmu, meski pada Pilkada kemarin saya tidak memilihmu.

  18. aneh orang-orang nih, salah dikomentari benerpun dicurigai.. maunya gimana? apa kalo’ dirinya sendir jadi Pejabat bisa sebagus komentarnya?

  19. Ada yang pura2 ndak tau ya…kalo jual beli jabatan adalah biasa di sumut…Maju terus pak Gatot yang kebakaran jenggot kalo ndak pejabat yang nyuap ya makelar suap atau minimal kenal dengan dua oknum di atas. Ini saatnya katakan No pada Korupsi…Akhirnya mimpi reformasi itu terwujud juga di sumut….Berantas SUMUT (Semua Urusan Mesti Uang Tunai). Koruptor ?! Minggir?! Ndak ada tempat di Sumut…..

  20. siapasih yang koar-koar, itukan para pencari berita yang kejar-kejar berita, dan termuat di banyak media, mestinya jika ada anak bangsa yang berkualitas, kita semua turut bangga.

    bukan tulisan komentar yang kotor dll. perkataan kotor hanya keluar dari sumber yang kotor. “cermin dirimu sendiri”

  21. jangan sibuk dngan hal-hal yang tidak penting, jangan takut dngan ocehan-ocehan murahan. terus maju pak gatot. kami rakyat sumut mendkungmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *