Medan Terus Memanas

On Focus

Pancur Batu dan Berastagi Cenderung Hujan

Udara terasa gerah, panas terasa terik. Fenomena tersebut hari-hari ini melanda Kota Medan dan sekitarnya. Kemarin, Senin, suhu di Kota Medan mencapai 36 derajat celcius, padahal normalnya suhu di Medan hanya berkisar 32 derajat celcius.


Sayangnya, meski cukup tinggi, angka 36 derajat celcius ternyata masih di bawah prediksi. Ya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan suhu di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan akan mengalami peningkatan signifikan.

Selain itu, BMKG Maritim Belawan juga memprediksikan dalam sepekan atau pertengahan Bulan Mei Kawasan Belawan dan Medan sekitarnya akan terjadi musim kemarau. Data statistik menunjukkan suhu di Belawan mencapai 36 derajat celsius dengan kecepatan angin 10 hingga 12 knot. Hal ini dikatakan oleh Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Maritim Belawan, Surya Surbakti.

Surya mengatakan teriknya cuaca belakangan ini diakibatkan oleh awan konvektif yang menguap dari air laut. Jadi, terbentuklah awan konvektif mulai pagi hari hingga sore hari. “Teriknya cuaca saat ini didukung oleh terjadinya musim angin barat sehingga awan yang terbentuk tadi mengarah ke daerah lereng seperti di Pancur Batu dan Berastagi,” ujarnya Surya Surbakti di kantornya, Senin (9/5).

Lebih lanjut, dia menambahkan dengan awan yang terbentuk dan mengarah ke lereng, maka Pancur Batu dan Brastagi berpotensi hujan, sementara Kota Medan akan mengalami musim kemarau dengan terik matahari yang menggigit. Karena itu, Surya mengimbau agar warga tidak keluar rumah dan tidak melakukan aktivitas karena cuaca panas dapat menimbulkan dehidrasi.

Selain itu, tambah Surya, gelombang tinggi juga berpotensi di daerah Pantai Barat, Selat Malaka, Perairan Nias, Mentawai, Sibolga, Aceh bagian Barat yang mencapai 2 sampai 3 meter. Sementara di Aceh bagian Utara tinggi gelombang mencapai 3 sampai 5 meter. “Bagi para pekerja yang berhubungan dengan kelautan diharapkan untuk mewaspadai hal tersebut karena gelombang tinggi tersebut cukup berbahaya,” tegasnya.

Sebelumnya, kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Cabang Polonia Medan, Firman AMG, mengatakan suhu di Medan diprediksi akan mencapai 39 derajat celcius. “Cuaca hujan dalam beberapa hari belakangan ini di Kota Medan disebabkan cuaca anomali yang menyelimuti Kota Medan sehingga panas mancapai 39 derajat  celcius,” katanya, Sabtu (7/5).

Meskipun begitu perubahan cuaca yang terjadi saat ini di Medan belum ekstrim. Diperkirakan puncaknya Juni hingga September nanti.

“Ini bukan cuaca ekstrim. Bulan Juni sampai September nanti, Kota Medan sudah masuk musim kemarau. Jika pada siang harinya cuaca panas, ini disebabkan adanya pengaruh anomali cuaca atau perubahan cuaca,” beber Firman.
Firman juga mengatakan, cuaca ini kemungkinan akan berakhir pada akhir Desember, atau ketika memasuki awal Januari. “Cuaca seperti ini akan terus berlangsung sampai pertengahan atau akhir bulan Desember. Ataupun awal bulan Januari nanti,” tuturnya.

Sementara itu, terkait cuaca panas, sejumlah toko elektronik di Medan mengakui kenaikan omset penjualan kipas angin rata-rata 15 belas persen dalam sebulan terakhir. “Pembeli mengaku tidak tahan udara gerah baik siang maupun malam hari di dalam rumah, sehingga memerlukan kipas angin,” kata seorang penjual toko elektronik di kawasan Gatot Soebroto, Medan.

Persis dengan kipas angin, penjualan Air Conditioner (AC) untuk pemakaian di rumah tangga juga meningkat hingga 20 persen. Peningkatan ini dikarenakan suhu di Kota Medan sangat panas. Menurut seorang sales marketing AC yang berada di Jalan Gatot Subroto KM 6,7 Medan, Khairul Imran, penjualan AC pada Bulan Mei ini meningkat 20 persen dari dua bulan terakhir. (mag-11/bbs)

Resepnya, Minum Air Putih

Suhu panas Kota Medan, menurut BMKG Regional Sumut/NAD, Mei hingga akhir Juni 2011 mendatang akan menembus level 37 derajat celcius. Suhu yang panas ini jelas mengancam warga, pasalnya dapat mengakibatkan beberapa penyakit.

Bahkan, sinar ultraviolet berpotensi menimbulkan kanker kulit dan terjadinya jamur. “Cahaya matahari sangat tidak baik bila suhu panasnya mencapai 34 derajat celsius karena bisa merusak kulit dan bisa timbulkan kanker. Yang ditakutkan, sinar ultraviolet bisa sebabkan terjadi kanker kulit,” kata dokter ahli kulit, dr Irwan Rangkuti SpKK, Senin (9/5).

Namun menurutnya, kanker kulit dialami apabila terlalu lama dan secara terus-menerus terekspos atau terkena sinar ultraviolet. “Tidak serta-merta selama sebulan atau dua bulan masyarakat dapat terkena kanker kulit ini. Melainkan, seringnya terpapar sinar matahari selama bertahun-tahun,” jelasnya.

Selain itu, untuk jangka pendeknya, dokter yang berpraktik di RSUD dr Pirngadi Medan itu menjelaskan kewaspadaan terhadap penyakit jamur. “Panas, dapat menyebabkan seseorang itu berkeringat, baju menjadi lembab atau pun basah. Kalau dibiarkan bisa terjadi biang keringat. Dan, bisa terkena penyakit karena jamur (panu),” ujarnya. Secara terpisah, pengamat Kesehatan, dr Delyuzar SpPA (K), mengatakan panas lebih berpengaruh pada orang yang bekerja di luar ruangan. “Dalam kondisi ini, sebaiknya harus cukup minum air putih,” ucapnya.

Delyuzar menambahkan kalau tidak hanya penyakit kulit yang diwaspadai oleh warga. Pasalnya, suhu yang panas akan mempermudah debu untuk masuk ke tubuh dan rongga mulut sehingga bisa menyebabkan infeksi saluran nafas atas. “Kalau sudah begitu, daya tahan tubuh manusia akan mudah turun. Dalam keadaan seperti ini, disarankan banyak minum air putih, cukup makanan bergizi dan bervitamin. Untuk penguatan, tidak hanya air saja tapi juga yang mengandung elektrolit,” jelasnya. (mag-7)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *