Sama Rata, Sama Rasa

Komunitas

Komunal Primitif

Mereka mencoba menjadikan kesederhanaan menjadi satu keindahan yang pantas untuk dihargai. Sekalipun keputusan untuk eksis di jalur itu mendapat tentangan yang kerap merepotkan.


Ya, hanya dengan alat musik perkusi yang dikenal dengan jimbe, beberapa remaja Kota Medan ini menyedot perhatian audiens di setiap kegiatan yang diisi. Seperti saat menjadi pengiring Glen Fredly pada Pentas Seni (Pensi) yang digelar SMA Santo Thomas I Medan 2010 lalu. Kreatifitas dalam permainan pola-pola ritem mampu menghadirkan irama yang nyaman di telinga.

“Tujuan kita dari awal memang bagaimana menjadikan yang sederhana tadi menjadi berarti. Sebuah perjuang untuk menghibur masyarakat dan seni itu sendiri,” ucap penggagas Komunal Primitif, Freddy Purba yang ditemui, Sabtu (7/5).

Seperti yang disampaikan Freddy, Komunal Primitif sendiri lahir 2008 lalu dengan pengalaman selama bergabung di komunitas perkusi di Pekan Baru sejak 2005 silam. Inisiatif melanjutkan aktivitas tadi di Kota Medan pun disambut antusias oleh Tani Darmi, Sandro, dan Rizky. Setahun kemudian Komunal Primitif pun kedatangan tidak sedikit yang ingin bergabung.

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang seni yaitu musik, Komunal Primitif tidak membatasi anggotanya pada satu pola ritme. Begitu juga dalam performa yang lebih terbuka. Seperti saat bergabung dengan grup musik sampah pada penggalangan dana bencana alam Gunung Sinabung dan Mentawai tahun lalu. Mereka juga kerap berkolaborasi dengan band, baik elektrik maupun akustik.

Komunal Primitif bahkan menolak bentuk kepemimpinan seperti organisasi kebanyakan. Koordinasi mereka lakukan hanya saat menggelar latihan di sekretariatan Jalan Pasar VII Padang Bulan Medan maupun di Kampus Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU). “Sesuai dengan motto kita, Sama Rata, Sama Rasa,” tegasnya.
Sekalipun eksis di jalur seni dengan menjadikan kenikmatan bermusik sebagai prioritas utama, Komunal Primitif tetap punya tujuan. Persiapan berupa pematangan formasi pun mulai dilakukan. Begitu juga dengan karya-karya yang terus disempurnakan. “Kita sudah ada satu karya dengan durasi delapan menit, tapi belum kita buat judul. Target kita dalam dua tahun ini akan menggelar mini konser,” beber Freddy.

Masih Freddy dengan mini konser nantinya, Komunal Primitif dapat merangkul pecinta musik perkusi di Kota Medan. Dengan demikian dapat meramaikan belantika musik yang ada maupun berbagai even yang dilaksanakan. Salah satunya saat mengisi Raggae in Town yang digelar Jah Bless Community di Grand Antares Hotel Jalan Sisingamangaraja Medan 2009 lalu. (jul)

Komunal Primitif

Konsentrasi    :     Musik perkusi
Lahir    :     2008
Penggagas    : Freddy Purba, Tani             Darni, Sandro, dan             Rizky
Sekretariat    :     Pasar VII Padang             Bulan Medan

Pengalaman

  1. Diskusi Organisasi Kota Medan di Pendopo USU 2009
  2. Diskusi Buruh May Day 2009
  3. Pentas Budaya Jepang Bunkasai Fakultas Sastra USU 2009
  4. Raggae in Town Grand Antares Medan 2009
  5. Aksi Dana Gunung Sinabung dan Mentawai 2010
  6. Pentas Seni SMA Santo Thomas I Medan 2010
  7. Ekstra Ordinari Politeknik Medan 2011
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *