Rangkul Tiga Universitas

Komunitas

Komunitas Musik Tiup Kota Medan

Pertumbuhan pemain alat musik tiup mulai dari terompet, flut, klarinet, hingga saxophone menginspirasi beberapa musisi Kota Medan membentuk Komunitas Musik Tiup.


Seperti yang disampaikan koordinator Universitas Sumatera Utara, Markus Sirait SSn, Komunitas Musik Tiup ditujukan sebagai wadah bagi para pemain musik tiup yang ada di Kota Medan untuk saling berbagi. Baik pengetahuan dan pengalamanan untuk tetap eksis di bidangnya. “Pemain musik tiup semakin banyak, tapi tidak ada satu wadah pun yang merangkul. Semua masih sebatas mata kuliah saja. Jadi kita dari beberapa universitas di Kota Medan seperti USU, Nommensen, dan Unimed yang memiliki jurusan seni khususnya musik tiup sepakat untuk membentuk komunitas ini. Memang sekarang masih dalam pendataan di masing-masing universitas,” ucap Markus Sirait SSn didampingi Welly Simbolon SSn, Selasa (10/5).

Ditambahkan Welly nantinya Komunitas Musik Tiup memiliki koordinator di ketiga universitas tersebut. Hal itu untuk memudahkan koordinasi seluruh anggota yang ada. Selain itu juga untuk menyelaraskan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan masing-masing kampus. “Jadi kita masing-masing koordinator bebas untuk membuat kegiatan dalam rangka mengasah kemampuan masing-masing pemain. Sesekali kita akan menggelar kegiatan bersama,” ucap Welly.

Untuk USU yang didominasi pemain saxophone, lanjutnya, sudah menggelar “Mini Konser Saxophone” yang digelar di alun-alun Departemen Etnomusikologi Fakultas Sastra USU, April lalu. Menampilkan tujuh pemain saxophone dengan iringan home band. USU sendiri sudah mencatat 14 keanggotaan. Mereka pun tampil di acara Saturday Accoustik yang digelar PMIM di Kantin Fakultas Sastra USU belum lama ini. Dalam waktu dekat ini Komunitas Musik Tiup USU juga berencana tampil di salah satu tongkrongan remaja di Jalan dr Mansur Medan.

Hal itu dibenarkan David Siagian sebagai koordinator Komunitas Musik Tiup Universitas Negeri Medan (Unimed). David pula yang mengusulkan perubahan nama komunitas demi tertampungnya aspirasi mahasiswa seni musik khususnya musik tiup di Unimed. “Kita sangat menyambut positif ide itu. Tidak hanya dari pemain saxophone, dari terompet, flut, juga ingin bergabung,” papar David.

Unimed sendiri sudah memiliki beberapa agenda kegiatan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Dengan kegiatan tersebut mereka ingin memperkenalkan musik instrumen khususnya instrumen tiup ke tengah-tengah masyarakat. Sekaligus juga mengasah kemampuan pemain. “Dengan adanya agenda-agenda tadi mahasiswa akan termotivasi untuk berlatih. Tidak lagi menunggu dari kelas kuliah,” tambahnya.

Kehadiran Komunitas Musik Tiup ini pun seolah sudah dinantikan para pecinta musik tiup. Tidak hanya mahasiswa dari ketiga universitas di atas, tidak sedikit pula keinginan bergabung dari berbagai latar pendidikan maupun pekerjaan. Seperti para pelajar hingga pegawai. Untuk kelompok ini ketiga koordinator tadi pun akan terlibat dalam menampung aspirasi yang ada.

“Jadi kita memang memiliki koordinator di masing-masing universitas. Tapi untuk pelajar dan di luar kampus, kita bertiga akan turun merangkul. Dengan demikian Komunitas Musik Tiup ini dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh pecinta musik tiup Kota Medan. Seperti Rumah Tiup Tina Saxophon di Jakarta, kita juga bisa eksis dan lebih baik lagi,” tegas koordinator Komunitas Musik Tiup Nommensen, Onny. (jul)

loading...

1 thought on “Rangkul Tiga Universitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *