Laba Bank Sumut 2010 Meningkat 22,15 Persen

Metropolis

MEDAN- PT Bank  Sumut kembali mencetak laba setelah pajak pada Tahun Buku 2010 dengan tingkat pertumbuhan signifikan mencapai 22,15 persen, yakni dari Rp331 miliar pada 2009 menjadi Rp404 miliar pada 2010 atau terjadi penambahan laba sejak pajak sebesar Rp73 miliar.

Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan mengatakan, laporan keuangan Bank Sumut Tahun Buku 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Public.


“Dan Doli, Bambang, Sudarmaji dan Dadang sebagai auditor independen dengan memberikan opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’,” ujarnya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2010 di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (18/5).

Pada RUPS Bank Sumut Tahun Buku 2010 tersebut dihadiri Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Pemimpin Bank Indonesia Regional Sumut-NAD Nasser Atorf, walikota dan bupati se-Sumut selaku pemegang saham. Juga hadir Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sumut serta Peninjau Pemkab Baru.

Lebih lanjut Gus Irawan melaporkan, kinerja Bank Sumut terus mengalami peningkatan pada Tahun Buku 2010. “Ini terlihat dari berbagai parameter, antara lain, total asset dari Rp10.759 miliar pada 2009 menjadi Rp12.763 miliar pada 2010 atau dengan pertumbuhan 8,36 persen,” paparnya.

Selain itu, laba setelah pajak dari Rp331 miliar pada 2009 menjadi Rp404 miliar pada 2010 atau terjadi pertambahan laba setelah pajak sebesar Rp73 miliar atau dengan kata lain mengalami pertumbuhan 22,15 persen. “Penyaluran kredit atau pembiayaan dari posisi Rp8.388 miliar pada 21009 menjadi Rp9.571 miliar pada 2010 dengan pertambahan penyaluran kredit sebesar Rp1.183 miliar atau mengalami pertumbuhan 14,11 persen. Tak hanya itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari posisi Rp8.571 miliar pada 2009 atau tumbuh 22,66 persen, Loan to Deposite Ratio (LDR) dari 97,87 persen pada 2009 menjadi 91,04 persen pada 2010, yang berarti tingkat likuiditas Bank Sumut masih berada di posisi LDR yang aman.

Jika dikaitkan dengan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) terhadap LDR, yakni diksaran batas toleransi LDR 78 persen sampai 100 persen sebagaimana diatur oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 12/19/PBI/2010, serta NPL (Non Performing Loan) netto dari 2,47 persen pada 2009 menjadi 3,02 persen pada 2010 atau masih di bawah ketentuan ratio NPL maksimum sebesar 5 persen sebagaimana digariskan oleh Bank Indonesia.
Selama 2010, sambungnya, Bank Sumut sudah menoreh berbagai prestasi, antara lain BUMD of The Year 2010 dan CEO BUMD of The Year 2010 dan prestasi lainnya.(saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *