Diminati Karena Lebih Murah

Metropolis

Melihat Pameran Pendidikan Australia di Medan

Survei yang dilakukan Australia Centre Medan, tiap tahunnya ribuan siswa atau calon mahasiswa yang berasal dari Medan memilih melanjutkan studi ke Australia. Alasannya, berbagai universitas yang ada di negeri Kanguru ini memiliki kualitas pendidikan yang diakui secara internasional.


Rahmat Sazaly, Medan

Banyak siswa tamatan SMA sederajat di Kota Medan yang masih bingung setelah menyelesaikan studinya harus melanjut pendidikan kemana. Karena banyak yang harus diperhitungkan, selain biaya kuliah, tempat, fasilitas dan yang paling utama adalah mutu pendidikan.

Dalama hal ini, Australia Centre Medan merasa perlu memfasilitasi para siswa maupun calon ma hasiswa Kota Medan untuk men dapatkan beberapa kriteria yang dibutuhkan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk itu, Australia Centre Medan yang merupakan satu pusat informasi pendidikan yang berkantor di Jalan RA Kartini No 32n Medan ini, menggelar Pameran Pendidikan Australia di Diamond Room Grand Swissbel Hotel Jalan S Parman Medan, akhir pekan lalu.

Senior Education Counsellor Australia Centre Medan, Irene Dewi menjelaskan, pada pameran pendidikan tersebut pihaknya bekerjasama dengan berbagai universitas di Australia dan mengundangnya hadir pada pameran tersebut. “Ada sedikitnya delapan universitas yang ikut pada pameran hari ini. Adapun yang hadir adalah UNSW Foundation, RMIT University, Swinburne Universiti of Technology, University of Technology Sydney (UTS), Insearch UTS, William Angliss Institute, Box Hill Institute dan Australian Catholic University,” paparnya.

Irene juga menjelaskan, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Australia memang merupakan satu tujuan pendidikan yang terbesar bagi warga Indonesia. “Tingginya minat siswa melanjutkan pendidikan di Australia ini karena mutu yang ditawarkan tak kalah dengan kampus di Eropa dan Amerika. Sementara, biaya pendidikan di sana relatif lebih murah. Dan kami menyurvei, ada ribuan calon mahasiswa baik yang akan mengikuti studi program sarjana, magister dan doctoral yang melanjutkan studi ke Australia,” ujarnya seraya menambahkan, karena hal itu pula pihaknya menyelenggarakan pameran serupa setiap dua kali dalam setahun.

Lebih lanjut Irene mengatakan, yang menjadi target pameran ini bukan hanya siswa tapi juga mahasiswa yang bisa melanjutkan studi program magister maupun doktoralnya.

Irene juga mengatakan, pada pameran kali ini pihaknya mengadakan Free IELTS (International English Language Testing System) Workshop yang berisi tips dan trik untuk mengikuti ujian IELTS.

Perlu diketahui, Australia Centre Medan merupakan satu-satunya ‘Official IELTS Test Centre untuk Kota Medan. IELTS ini merupakan satu tes yang diakui secara Internasional.

Pantauan wartawan, masing-masing perwakilan institusi menjelaskan tentang keunggulan pendidikan mereka. Mereka juga menjelaskan berbagai prospek pendidikan yang bisa diperoleh dari Australia. Serta disampaikan pula informasi menyangkut visa belajar dan informasi mengenai IELTS.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut, ternyata syarat-syarat untuk melanjutkan studi ke Australia tak begitu rumit. Bagi siswa yang berminat bisa langsung mendaftar di lokasi pameran. Ditambah lagi jika mendaftar di lokasi pameran dibebaskan biaya pendaftaran serta bisa mendapatkan kelas intensive gratis selama memenuhi persyaratan.

Tak hanya itu, pantauan wartawan juga tertuju pada para peserta pameran yang merupakan siswa dan mahasiswa yang berasal dari berbagai sekolah dan universitas di Kota Medan. Mereka seperti memang sudah mempersiapkan diri untuk mendatangi pameran pendidikan tersebut. Karena mereka telah membawa persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran, seperti rapor, transkrip dan ijazah terakhir ditambah hasil IELTS bagi yang sudah memiliki.

Atas hal ini Irene menjelaskan, pihaknya jauh hari memang sudah menyebarkan informasi dengan memasang spanduk hingga menempel brosur di berbagai sekolah dan universitas di Kota Medan.

Pada pameran yang berakhir pada pukul 18.00 WIB ini, yang dihadiri sedikitnya 200 peserta. Dan terdapat 20 aplikasi pendaftaran yang diterima panitia, baik dari siswa maupun mahasiswa yang langsung mendaftar. “Biasanya pada pameran, mereka mengumpulkan informasi dan jika tertarik mereka langsung mengajukan dan mengisi aplikasi pendaftaran. Dan para peserta yang tak mengajukan aplikasi pada saat pameran, biasanya mereka akan mendatangi kantor kami pada hari-hari berikutnya untuk melakukan pendaftaran atau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” jelas Irene.

Sementara itu, seorang peserta pameran Wiwin mengatakan, kesempatan seperti ini jarang bisa didapat, karena dengan kualitas pendidikan yang ditawarkan pihak-pihak universitas di Australia mematok biaya pendidikan jauh lebih murah dari pada universitas di Eropa dan Amerika. “Saya sudah mengajukan aplikasi kepada panitia. Saya memilih mendaftarkan diri di Jurusan Arsitektur RMIT University,” tuturnya. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *