Senyum tak Biasa Jadi Pertanda

Sumatera Utara

Kesaksian Rekan Kerja Sebelum Advon Nugroho Silaban Dihantam Air Bah

Mengambil cuti kerja 14 hari jadi pertanda perjalanan akhir kehidupan Advon Nugroho Silaban. Jenazah honorer Satpol PP Pemkab Sergai itu ditemukan tepat pada masa cutinya berakhir.


Dalam duka mendalam, keluarga besar B Silaban dan Rusmini Br Sianturi merasa lega. Pasalnya jasad anak merekan
Advon Nugroho Silaban (24), korban keempat yang tewas dalam peristiwa banjir bandang di lokasi pemandian Pantai Pai atau Batako di Dusun Dusun II Tanjung Putri, Sei Bingei, Langkat, tiba di rumah duka Dusun VI Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam pukul 16.00 WIB, Senin (23/5).

Jasad Advon Nugroho Silaban dibawa Ambulan Klinik Elisabet Stabat. Jasadnya sudah dimasukkan ke dalam peti mati yang khusus ditempa. Jasad Advon dibungkus dengan plastik untuk mengisolir bau busuk.

Setelah digelar acara prosesi adat di rumah duka selama hampir tiga jam, jasad Advon dikebumikan di TPU Kristen di desa setempat. Ratusan warga termasuk pegawai Pemkab Sergei tampak melayat di rumah dukan
Sebagian pelayat terisak-isak meratapi kepergian Advon. Di sana terlihat rekan kerja Advon Nugroho. Mertua, orangtua Advon serta sanaksaudara terlihat mengikuti prosesi adat.

Berbagai kisah terlontar dari pelayat, termasuk teman kerjan Advon. Disebutkan, semasa hidupnya Advon tidak pernah mengeluh dalam bertugas. Almarhum sangat bertanggung jawab, terkenal ramah dan senang bergaul di lingkungan kerja.

Tetapi menjelang acara resepsi pernikahannya, almarhum tampak melepas senyum kepada rekan kerja. Banyak teman sekerjanya mempertanyakan mengapa senyumnya lain dari hari-hari sebelumnya.
Suatu yang tak diperkirakan sebelumnya diungkapkan Kepala Tata Usaha Satpol PP Serdang Bedagai Edwin G Tarigan. Empat hari menjelang ia menikahi Nova Siringo-ringo (26), Selasa 10 Mei 2011, Advon melempar senyum lepas yang tidak seperti biasanya.

“Saya heran kenapa senyum saja, dia (almarhum) menjawab ingin mengajukan cuti 14 hari sehubungan akan melangsungkan pernikahan dan itu merupakan pertemuan terakhir di kantor,” jelas Edwin mengisahkannya.
Edwin baru menyadari, senyuman tak biasa itu ternyata pertanda maut menjemput pasangan ini Selasa (17/5). ”Bila dihitung-hitung dari awal cuti hingga penemuan jasad Advon, jumlahnya 14 hari. Inilah kenangan yang sulit dilupakan,” ungkap teman sejawat almarhum itu.

Di sisi lain, abang sepupu almarhum, J Pangabean, menceritakan bahwa bapaknya sempat memimpikan Advon. Dalam mimpinya itu, Advon menyalami ayah J Panggabean yang dipanggilnya bapak tuanya.
“Ternyata inilah arti mimpi itu,” bilang J Pangabean mengisahkan cerita orangtuanya.

Jenazah pengantin pria yang baru dua pekan menikah itu ditemukan hanyut terseret air bah ditemukan terapung didekat getek penyeberangan Sungai Wampu, Langkat, kemarin.

Jasad Abdon ditemukan pertama kali pukul 07.30 WIB pagi oleh anak sekolah yang hendak berangkat ke sekolah. Jasad ditemukan terapung dalam posisi telungkup di pinggiran sungai yang berjarak kurang lebih 700 meter di Afd VIII, Dusun Bukit Lintang, Kecamatan Wampu, Langkat. Kondisi jasad sudah sulit dikenali. Tubuh dan wajahnya hancur.

Meluapnya air sungai Wampu menyulitkan petugas Polsek Stabat untuk melakukan evakuasi jenazah. Dibantu warga sekitar, petugas Polsek Stabat akhirnya berhasil mengevakuasi mayat untuk selanjutnya dibawa ke Polsek Stabat guna identifikasi lebih lanjut.

Sampai di Polsek Stabat, jenazah korban disambut isak tangis ibunya, Rusmini Br Sianturi (46). “Sudah tidak salah lagi, mayat itu adalah anakku yang hanyut di sungai, “ ujarnya singkat.

Robert Sianturi, sepupu korban saat memberikan keterangan menjelaskan pihak keluarga merasa yakin, mayat yang ditemukan itu adalah Abdon. “Ciri-ciri mayat sama dengan Abdon. Berkulit putih, tinggi badan, dagu serta potongan rambutnya, sama persis semuanya,” kata Robert.

Jenazah korban terlebih dahulu dibawa ke RSU Dr Djoelham, Binjai untuk menjalani pemeriksaan. Setelah itu jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kapolsek Stabat AKP Risya Mustaryo SIK membenarkan, pihak keluarga korban sudah memastikan kalau mayat yang ditemukan di Sungai Wampu adalah salah satu korban hanyut di lokasi pemandian di Desa Namukur, Langkat.
Seperti telah diberitakan, Advon Nugroho Silaban beserta istrinya Nova Sirongo-ringo dan 9 saudara mereka lainnya, Selasa (17/5) menemui paman Nova untuk dipio, jamuan makan pihak keluarga bagi pengantin baru, sesuai adat Batak. Usai acara, rombongan mandi di lokasi pemandian Pantai Pai atau Batako di Dusun Dusun II Tanjung Putri, Sei Bingei. Namun, peristiwa banjir bandang menewaskan pasangan pengantin baru itu, serta 2 keponakan mereka Randa Sitinjak dan Tito Sitinjak.

Tito Sitinjak (10), ditemukan malam setelah kejadian. Lalu keesokan paginya berhasil ditemukan Randa Sitinjak (7). Setelah itu, dua hari kemudian, tepatnya Kamis (19/5) pagi ditemukan mayat Nova Br Ringo-Ringo (26) di Sungai Bingai, Kelurahan Berngam, Binjai. Nah, Senin (23/5) pagi, mayat Abdon Nugroho Silaban berhasil ditemukan terapung didekat getek penyeberangan Sungai Wampu, Langkat. (btr/mag-1)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *