Bocah 14 Tahun Gantung Diri di Samping KUA

Sumatera Utara

PARAPAT- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon mendadak ramai dan heboh. Bukan karena kasus perceraian atau akad nikah, tapi karena anak penjaga kantor, Rikky (14) ditemukan gantung diri dipohon mahoni disamping KUA, Selasa (31/5).

Menurut informasi, Rikky anak ke 3 (tiga) dari 4 (empat) bersaudara dari pasangan Selamat dan Fatimah Br Sihombing, sudah lama putus sekolah dan memilih membantu orangtuanya menyuci piring dan sesekali menawarkan jasanya kepada para tamu di Pantai Parapat.


Diungkapkan Fatima br Sihombing, sehari sebelum kejadian, Rikky meminta sebuah handphon (HP) kepada ibunya. Namun, permintaan korban tidak dapat dipenuhi orangtuanya karena ketiadaan biaya.

“Semalam, dia minta HP.  Saya bilang, mohon bersabar karena belum terlalu penting. Rikky pun sepertinya tidak berontak karena dia tahu situasi dan kondisi orangtuanya. Namun hingga larut malam, Senin (30/5), Rikky tidak pulang kerumah. Saya pikir dia tidur ditempat kawannya atau ditempat oppungnya (nenek, Red),” terang Fatimah.
Keesokan harinya, Selasa (31/5) sekira pukul 07.00 WIB, ketika menjemur kain di samping KUA, alangkah terkejutnya Fatimah melihat anaknya sudah tergantung di pohon mahoni sekitar 10 meter dari tempat tinggalnya.
“Saya terkejut dan gemetaran setelah melihat anak ku yang baik hati ini, sudah tergantung disebuah pohon sekitar 10 meter disamping rumah, saya langsung menjerit,” ujarnya sembari memanggil-manggil nama Rikky.

Mendengar jeritan istrinya, Selamat (42) dan anaknya Hery (17) terperanjat mencari tahu permasalahan. Setelah mereka sama-sama menyaksikan korban sedang tergantung dengan seutas tali nilon warna kuning dipohon mahoni, mereka pun berlari kearah pebukitan untuk menurunkan jasad korban.

“Saya sudah gemetaran dan berharap anak ku masih bernafas, rupanya setelah kami turunkan, Rikky sudah tidak bernyawa lagi dan kami bawa kerumah untuk disemayamkan,” tambah Selamat.

Kapolsek Parapat AKP Jhony Andreas SH saat dimintai komentarnya di tempat kejadian perkara (TKP) membenarkan terjadinya peristiwa dimaksud. “Benar, setelah anggota mendengar dan menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan identifikasi. Jasad korban sudah terlebih dulu diturunkan pihak keluarga. Sedangkan barang bukti yang diperoleh dilokasi ditemukan seutas tali nilon warna kuning bercak darah korban,” Jhony. (jst/smg)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *