Persatuan Sepak Bola Mana Stadionnya

Ayam Kinantan

Publik pecinta PSMS memang selalu kreatif. Termasuk dalam mengkritik mereka juga bisa sangat kreatif. Salah satunya dengan membuat singkatan unik dari nama PSMS itu sendiri.

Yang terbaru adalah kritikan soal keberadaan Stadion Teladan yang tak lagi layak menjadi markas PSMS, karena kondisinya cukup mengenaskan. Maka PSMS pun diartikan sebagai: Persatuan Sepak Bola Mana Stadionnya.
Ya, sudah sejak lama publik Medan ingin melihat stadion baru sebagai markas PSMS. Di musim pertama ISL, PSMS bahkan tak bisa main di Stadion Teladan karena tak lolos verifikasi PT Liga Indonesia. Dari situ bermula kecaman demi kecaman agar Stadion Teladan dipugar. Tapi sayang hingga kini hal itu tak pernah terealisasi. Kalaupun ada pemugaran hanya sebatas memoles luarnya dan tidak menyeluruh.


Kondisi terkini Stadion Teladan adalah parahnya kondisi drainase lapangan, sehingga kerap kebanjiran jika turun hujan. Kondisi parah juga menghiasi toilet stadion yang sama sekali tak terawat.

Tribun juga tak terawat. Banyak tumbuh ilalang di antara tribun yang terbuat dari semen. Kondisi luar stadion juga tak luput dari kata prihatin. Warna kusam stadion dihiasi coretan dan kondisi cat yang mengelupas. Kaca-kaca pecah menjadi pemandangan biasa. Di beberapa sudut sampah bertebaran.

Maka itu, ada indikasi bahwa kegagalan PSMS melaju ke ISL karena kekhawatiran akan kondisi stadion yang tak layak. Banyak pihak pesimis kalau PSMS tidak akan pernah mampu masuk ISL kembali. Selain karena keterbatasan sistem kerja pengurus yang terkesan asal, ada juga keprihatinan akan ketiadaan stadion itu sendiri.
“Anak-anak memang sering membuat kritikan positif. Salah satunya menyorot kondisi Stadion Teladan yang memang sama sekali tak tersentuh,” kata Nata Simangunsong Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan kemarin.

“Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, cuma Kota Medan yang tak punya stadion bagus bertaraf nasional sajalah dulu, jangan bertaraf internasional. Masak harus jadi tuan rumah PON dulu baru bangun stadion lagi,” sambungnya. (ful)

loading...

5 thoughts on “Persatuan Sepak Bola Mana Stadionnya

  1. medan kota terbesar ketiga indonesia tp stadionnya kalah dng stadion yg bahkan setingkat kabupaten masa profinsi kalah stadionnya dng kabupaten malulah khususnya pemerintah sumut sy j g tau mau kmn kepl saya , sya arahkan kalau lg cert stadion dng temn teman dr luar sumut . lg pula teladan itu lebih setengah abad kalo kata orang batak kt ini makan warisan opung/ompung sedang itu aib bagi orang batak kan begitu ,sehingga ada orang bilang stadion itu g dibangun paling karn g bisa di korupsikan dananya g seperti kalo di buat ke pendidikan kehutanan ato pembangunan lain yg uangnya bisa dibuat rapat tunjangan rapat sipakan makan tendangan ini itu sewa hotel rapat yg misalnya sehari 200 jt oh kau punya hotel ? buat aja 700 jt di transaksi tp bagian sy setengah kalo oke kami sewa terus macam macamlah akhirnya masyarakat pemahamannya begitu !!! slah siapa ?!!makanya bangun stadion yg bagus padhal orang batak panatik sm bola g punya tv nonton bola d mana aja pun jd!! kemudian sumut harus mennggait investor untuk bangun industri d sumut yg sllu butuh bantuan seperti klup bola untuk perlancar usaha mereka seperti misal minuman makanan yg menasional jd klup sumut ad sponsor jngan PTPN PTPN terus , menghancurkan jalan yg untung cuman pusat pakai otak lah kta .sudah buat jalan hancur untungnya semua kepusat jalan raya masyarakat sumut terlantar listrik pun mereka g mau bangun pake dana pemerintah pusat kan anjing!!! semua itu

  2. Nah tu dia, setelah leading 3-0 paruh babak pertama lawan Persiba pd gelaran babak 8 besar Div.Utama di Tenggarong yg stadion begitu megah, mngkn pemain PSMS brfikir klo menang dn promosi ke ISL, nntinya PSMS bakal main dimana..? Dgn dmkn baik di seri kan ajalh, drpd nnti Bapak2 di Sumut pusing mikiri bangun stadion, pdhl klo mau tuh areal PTPN.II dkat jln tol sngat ideal utk lokasi stadion modren…lucunya pemprov.su kalah dibanding individu ato klompok etnis tertentu yg bs mendirikan klenteng megah dngan patung yg tinggi menjulang keangkasa di areal eks.PTPN.II disisi jalan tol Belmera…. miris memang. Persiraja (NAD), PSPS (Riau), Semen Padang (Sumbar), Sriwijaya FC (Sumsel) pada nangkring di ISL, ….wakil sumut ny…mana…? keadaan yg bertolak belakang dengan sepakbola zaman baheula, dimana PSMS/Sumut merupakan barometer prestasi sepakbola di Sumatera/Indonesia…..

  3. Kalau saya lae…nanti jadi gubernur Sumatra utara yang pertama saya bangun stadion bertaraf internasional ,ini nanti menjadi kebanggaan tersendiri buat propinsi kita,coba kalian fikir lapangan sepak bola yang bagus pasti akan di jadi kan event2 internatinal.dan itu menjadi keuntungan kita.ok ! tolong bagi anda anda yang duduk di pemerintahan sana bergerak lah untuk mencapai kemajuan Propinsi Sumatera Utara.

  4. gak akan ada investor yg mau bangun stadion di medan karena banyak kali uang setoran, contohnya seorang pengusaha mau bangun toko mesti setor sana setor sini klu gak ada setoran jgn harap bisa membangun, uang preman banyak kali…………

  5. Memang miris hati melihat stadion Teladan dam Stadion Kebun Bunga Medan… Tidak ada yang pantas dibanggakan, Apalagi melihat situasi lapangan, ruang ganti kamar mandi dan WC…. Kalau memang pemko atau pemprov tidak punya dana untuk merenovasi atau merawat kedua stadion tersebut.. ajukan saja pengelolaannya kepada pihak swata dengan perjanjian yang jelas, Saya yakin banyak pengusaha asal Medan yang mau investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *