Satpam Cekik Mahasiswa

Metropolis

Demo di Depan Kantor PTPN IV Ricuh

MEDAN-Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Simalungun (Gemasi) melakukan aksi demo di depan Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, di Jalan Suprapto Medan, Kamis (9/6). Aksi berakhir ricuh, mahasiswa bentrok dengan satpam. Seorang pendemo babak belur dipukuli sejumlah satpam.


Unjukrasa yang  awalnya berlangsung aman, tiba-tiba ricuh saat beberapa pendemo hendak membakar ban bekas di depan gerbang kantor.  Petugas satpam kantor langsung menghalau mahasiswa hingga terjadi aksi saling pukul. Seorang satpam bernama Kosmiadi terekam kamera wartawan Sumut Pos adu fisik dengan seorang mahasiswa. Mahasiswa itu terkapar di tanah sambil dicekik satpam.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian melakukan pengamanan dengan memadamkan kobaran api.

Koordinator aksi, Raja Uli, mengatakan mereka memprotes kebijakan PTPN IV yang ‘menyerobot’ lahan 60 Hektar di Desa Mariah Jambi, Simalungun, dari petani. “Kami menuntut Dirut PTPN IV mengembalikan tanah garapan petani yang sejak zaman sebelum penjajahan sudah dikuasai dan diusahakan petani untuk bersawah dan berkebun,” kata Raja Uli.

Sebelumnya, massa Gemasi juga pernah terkena semprotan pemadam api,  saat berlangsungnya aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas di depan Kantor Pusat PTPN IV, Jalan Suprapto, Medan, Kamis (28/4).  (tri)

loading...

2 thoughts on “Satpam Cekik Mahasiswa

  1. PTPN IV sarang koruptor….tolong dicek pembangunan gedung serba guna seharga 50 milyard lebih.harga dimark up 100 % lebih.proses tender diatur,perusahaan ecek-ecek.proyek dikerjakan duluan tender ecek2 belakangan.kualitas dan mutu dipertanyakan.tolong segera dicek kelokasi jalan ring road simpang gagak hitam.

  2. Yang menentukan perusahaan merugi adalah BPK bukan orang per orang, disamping itu sumber dana PTPN4 bukan berasal dari APBN melainkan dari dana sendiri atau pinjaman dari lembaga perbankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *