UPBJJ Universitas Terbuka Medan

Pendidikan

Mahasiswa Belajar Mandiri

Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri ini dimaksudkan, agar mahasiswa belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri.


“Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus agar dapat dipelajari secara mandiri,” ungkap Kepala Sub Bagian Tata Usaha UT Farida Hanum.

Lebih lanjut Farida menjelaskan, selain menggunakan bahan ajar yang disediakan UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet, radio dan televisi.

“Mereka juga dapat menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar dari komputer dan program audio video. Jika mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada UPBJJ UT setempat,” ujarnya, Minggu (12/6).

Menurut Farida, belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. “Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif dan motivasi belajar yang kuat,” katanya.

Ia juga mengharapkan, mahasiswa UT untuk dapat mengatur waktunya dengan efektif, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. “Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri,” terang Farida.

Lebih lanjut Farida menerangkan, UT seperti halnya perguruan tinggi yang lain, menerapkan sistem kredit semester untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. “Dalam sistem kredit semester, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (SKS). Setiap mata kuliah diberi bobot satu hingga enam SKS. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama kurang lebih 16 minggu,” paparnya.

Dalam pendidikan tinggi tatap muka, sambungnya, mahasiswa yang mengambil beban studi satu SKS harus mengikuti perkuliahan selama satu jam per minggu di kelas dan satu jam untuk praktik atau belajar di rumah. “Sehingga dalam satu semester mahasiswa harus mengalokasikan waktu belajar sekitar 32 jam. Untuk menempuh mata kuliah yang berbobot tiga SKS dibutuhkan waktu belajar sekitar 96 jam per semester,” jelas Farida.

Farida juga menerangkan, dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa juga harus mengalokasikan waktu yang sama dengan mahasiswa tatap muka atau dua jam per minggu per SKS. “Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri atau dilakukan di rumah, melalui kelompok belajar dan tutorial,” katanya. (saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *