Dian AP Salib Taufix Harahap

BeritaFoto Metropolis

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Pereli Net Motorsport Sriwijaya Air Dian AP Harahap/Edwin Nasution mengambil alih pimpinan pada hari ketiga Medan Rally North Sumatera  Championship 2011 yang kembali digelar di Sirkuit Cemara Abadi, Minggu (17/7) hari ini. Tampil dengan performa terbaiknya, Dian AP Harahap/Edwin Nasution bahkan berhasil leading di dua Special Stages (SS) awal pada lomba yang digelar di Perkebunan Rambung Sialang dengan menyalip pasangan Taufik Harahap/Adi Wibowo. Sekalipun sempat terjadi pergantian posisi di SS 4 dan SS 5, catatan waktu keduanya masih terlalu jauh. Dari total empat SS yang digelar, Dian AP Harahap/Edwin Nasution masih mencatat waktu tercepat yaitu 1.22.49 detik.


“Karena leading di dua SS awal, kita pun bermain aman. Di situ memang kita dihajar habis lah. Tapi jarak waktu kita juga cukup jauh. Jadi besok (hri ini) coba jaga jarak saja dengan perhitungan yang matang lah. Jangan sampai terjadi kesalahan yang memakan waktu kita,” ucap Dian AP Harahap yang dihubungi melalui selulernya.

Sementara itu persaingan ketat bakal terjadi di peringkat II dan III overall antara pereli grup N-4 lainnya Taufik Harahap/Adi Wibowo dari MMRT dengan Marzuki Desky/Fakhri Siddik dari BlaBlaBla Motorsport. Dari lomba kemarin, keduanya yang mengandalkan mobil Mitsubishi Evolution IX hanya terpisah 11 detik.

Di grup GR 2, satu-satunya pereli asal Pulau Jawa Andry Tanudjaya/Hervian Soejono yang mengandalkan mobil Proton Neo berhasil menggeser posisi pimpinan grup dari Eddy WS/Syariful Adil dari tim Suzuki Spectra Indocafe. Keduanya mengakhiri lomba dengan total waktu 1.39.59 detik. Meninggalkan lima pesaing yang sempat memimpin di SS 5.

Saat dihubungi, Eddy WS pun mengaku kecewa dengan pencapaian Sabtu (16/7). Pasalnya target finish di III overall nyaris terwujud. “Ada trouble pada system komputerisasi mobil. Padahal di SS 2 dan SS 3 kita tembus IV overall. Perbedaan dengan Taufik pun tidak sampai satu menit,” ketus Eddy WS.

Di kelas N-15, M Agha Novrian/Apin masih tak tergoyahkan. Mengandalkan mobil Suzuki Swift, keduanya bahkan menyodok di peringkat tujuh overall dengan total waktu 1.34.38 detik. Diikuti Anca Lubis/Arjuna dan Asmansyah Harahap/Welly Armaya yang siap memanfaatkan kesempatan untuk menggeser posisi Agha. Pasalnya perbedaan waktu ketiganya terbilang tipis.

Sekalipun gagal menoreh waktu terbaik pereli BlaBlaBla Motorpsort Ijeck/Uche tetap meramaikan balapan di hari terakhir ini. Begitu juga Dodi/Prihatin K yang harus melorot di posisi enam overall akan menjadi teror di Sirkuit Cemara Abadi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada balap malam hari, Jumat (15/7) Singa Gurun, julukan Dodi, menjadi yang tercepat.

Sengitnya persaingan di hari kedua Medan Rally North Sumatera Rally Championship 2011 ini pun mendapat antusias dari warga Rambung Sialang. Mereka terlihat berkumpul di empat SS yang dilewati para pereli. Tidak sedikit pula yang mengabadikan pereli yang tengah beraksi. Begitu juga di Head Quarter (HQ) yang disuguhi hiburan musik keyboard dari panitia menjadi ajang rekreasi warga sekitar. Pihak manajemen perkebunan Rambung Sialang bahkan sengaja meliburkan karyawannya, Sabtu (16/7) itu.

Berharahap Hujan
Lomba di hari ketiga ini kemungkinan besar mengalami perubahan. Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana I Medan Rally North Sumatera Rally Championship 2011, Kisharyanto Pasaribu kepada Sumut Pos, Sabtu (16/7) malam.

“Memang ada rencana dari panitia untuk menggelar lomba hanya dalam satu SS di Sirkuit Cemara Abadi besok (hari ini, Red). Mengingat pengalaman di hari pertama terlalu banyak waktu terbuang, sampai 3,5 jam untuk satu SS,” ucap Kisharyanto.

Molornya waktu tersebut lanjutnya sehubungan dengan tebalnya debu yang dikarenakan kondisi lintasan kering. Karena itu pelepasan start peserta pun molor menunggu debu yang ada berkurang. Bahkan hampir menghabiskan satu setengah lintasan. Padahal lintasan sendiri dibuat sedemikian rupa untuk melepas dua starter bersamaan.

Perubahan itu sendiri menurutnya tidak akan mempengaruhi persaingan di antara peserta. Selain karena sudah melakoni SS 1 yang dilaksanakan Jumat (15/7) malam, juga perbedaan waktu yang sedikit di antara seluruh peserta. Begitu pun lomba bias tetap dilaksanakan dalam dua SS bila kondisi lintasan basah. “Kita berharap malam ini turun hujan jadi lintasan tidak lagi berdebu. Dan kalau begitu lomba tetap kita laksanakan dalam dua SS,” tambahnya.

Namun dengan penerapan re-start, perubahan itu tentunya menutup peluang bagi peserta yang gagal finish pada lomba hari kedua, Sabtu (16/7). Sistem itu sendiri menambahkan waktu 2,5 time control ditambah lima menit waktu tempuh dari waktu tercepat di grup. Sirkuit Cemara Abadi sendiri memiliki llintasan yang singkat. (jul)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *