1.138 Orang Tewas

BeritaFoto Internasional

6 Bulan Aksi Kerusuhan di Pakistan

KARACHI -Aksi kerusuhan di Karachi, Pakistan terus memanas dan banyak menelan korban jiwa. Selama enam bulan di 2011 ada sebanyak 1.138 orang tewas. Sedangkan memasuki bulan Juli ini korban tewas mencapai 339 orang.
Demikian dilaporkan Komisi HAM PBB di Pakistan seperti dikutip Reuters, Senin (25/7). Kekerasan itu terus meluas hingga banyak korban masyarakat sipil yang sebenarnya tak ikut dalam aksi kekerasan itu.


Seperti pada akhir pekan kemarin, selama tiga hari saja ada sebanyak 44 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Para korban yang tewas di akhir pekan itu umumnya berada di wilayah Malir, Landhi, dan lainnya yang merupakan daerah multi etnis.

“Kami telah melakukan penyelidikan dan sekira 200 aparat dikerahkan untuk melakukan pencarian dan menangkap para tersangka,” ujar pejabat senior kepolisian Naeem Boroka.

Polisi menyatakan, tidak ada alasan yang jelas tentang sebab bentrokan itu. Karachi memang sudah lama dilanda konflik etnis, religi, dan sektarian.

Satu partai yang kerap berseteru adalah Gerakan Muttahida Qaumi (MQM) yang didominasi kaum Muhajir dan Partai Nasional Awami (ANP) yang didominasi etnis Pashtun.

ANP kerap menggunakan bandit dan genk sebagai pasukannya untuk berperang melawan etnis lainnya.  Selain itu, Karachi juga menjadi target serangan dari militan Al Qaeda. Kantor perwakilan Arab Saudi sebelumnya sempat dilempar granat oleh para militan.

Tak hanya itu, aksi kerusahan terus melanda sejumlah kawasan lainnya di Pakistan. Kini, sejumlah anak juga terlibat dalam aksi kerusahan.

Anak-anak di Karachi mulai melakukan aksi kerusuhan dengan cara melempar batu. Tapi, pemerintah sudah mulai mengeluarkan maklumat untuk menangkap para anak-anak yang terlibat dalam aksi tersebut.
Akibat aksi kerusuhan yang berkepanjangan itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik menetapkan jam malam di seluruh wilayah Pakistan. Masyarakat dibatasi untuk beraktivitas pada malam hari. (bbs/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *