Pengembangan Penelitian

Metropolis

Banyak perguruan tinggi belum penuhi standar mutu pendidikan. Alhasil, penyumbang tingginya jumlah pengangguran di Indonesia tak terlepas dari peran perguruan tinggi itu sendiri. Lantas, apa kiat yang harus dilakukan dalam memenuhi standar mutu pendidikan tersebut?n Berikut wawancara Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Prof Nawawiy Loebis dengan wartawan Koran ini Rahmat Sazaly Munthe.

Apa tanggapan Anda mengenai standar mutu pendidikan di perguruan tinggi, perguruan tinggi swasta (PTS) khususnya?


Saya sangat prihatin. Kondisi PTS di Sumut masih belum sejalan dengan program pemerintah mengentaskan pengangguran. Karena masih banyak yang belum memenuhi standar mutu pendidikan sesuai dengan tata pelaksanaan proses belajar mengajar.

Dan itu dibuktikan dengan masih banyaknya PTS yang menghasilkan lulusan tak berkualitas. Berdasarkan data yang diperoleh pada 2011 lalu, ada sekitar 600-an ribu jumlah penggangguran di Indonesia. Dan 30 persen di antaranya berasal dari perguruan tinggi.

Apa yang menyebabkan belum terpenuhinya standar mutu pendidikan di PTS itu?

Banyak faktor, dan diantaranya karena kredibilitas PTS masih belum memuaskan stakeholders dan masyarakat. Karena itu kepada pengelola PTS hendaknya agar menerapkan sistem penjaminan mutu.

Pada dasarnya standar mutu itu tidak hanya ditentukan berdasarkan akreditasi badan akreditasi nasional perguruan tinggi (BAN-PT) saja. Tapi juga diakreditasi secara tidak formal oleh stakeholders dan masyarakat melalui pengakuan terhadap mutu lulusan yang dilahirkan PTS. Dan itu ditandai dengan penerimaan lapangan kerja maupun pengembangan diri kewirausahaannya.

Sikap apa yang harus dibenahi PTS untuk mencapai terpenuhinya standar mutu pendidikan tersebut?

PTS harus memiliki paradigma yang mampu mengedepankan daya saing bangsa, otonomi PTS, serta organisasi PTS yang sehat.
Untuk mencapai semua ini, maka diperlukan kegiatan yang terprogram, berkesinambungan, sinergis dan terintegrasi. Untuk itu juga dipelukan kejasama dengan beberapa instansi pemerintah, swasta dan perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Apa bentuk rilnya, yang harus diimplementasikan dalam kegiatan di PTS?

Dengan melakukan pengembangan dan penelitian terhadap kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Berupaya meningkatkan kajian terhadap kurikulum dan pengembangannya. Juga meningkatkan kemampuan wawasan para mahasiswa dengan menghadirkan para pembicara dari luar kampus. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *