Wali Kota Medan Optimis e-KTP Selesai April

Medan on Focus

Sidak ke Kantor Camat Medan Barat

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM didampingi wakilnya, Drs HT Dzulmi Eldin MSi secara mendak mengunjungi Kantor Camat Medan Barat, Rabu (8/2). Kunjungan itu hanya sebatas memastikan pelaksanaan program e-KTP.


Di kantor itu, Rahudman melihat langsung pelaksanaan pelayanan e-KTP, selanjutnya berbincangan dengan warga. Kemudian, mendapatkan informasi dalam satu hari Kecamatan Medan Barat menerima sebanyak 500 pemohon wajib e-KTP dapat dilayani.

“Apabila bisa dilayani seperti itu, maka tenggang waktu 30 April dapat tercapai,” kata Rahudman.  Rahudman mengatakan, capaian pelaksanaan program e-KTP Pemerintah Pusat menargetkan pelaksanaan e-KTP secara nasional rampung pada 30 April 2012. Di Medan, capaian target proses pelaksanaan e-KTP masih 33,53 persen atau 727.668 jiwa dari jumlah wajib KTP sebanyak 2.170.400 jiwa.

“Saya melihat sarana dan prasarana e-KTP yang ada di kantor camat dan kehadiran petugas entry data sudah cukup baik,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rahudman dan Eldin diterima langsung oleh Camat Medan Barat, Syahrul Effendi Rambe. Pada kesempatan itu, Syahrul menyebutkan,  capaian target pelaksanaan e-KTP di Medan Barat mencapai 44,59 persen atau 38.312 jiwa dari jumlah 85.918 penduduk yang wajib e-KTP.

Setelah itu, Rahudman melihat proses belajar dan mengajar di sekolah SD Pertiwi yang berada di depan kantor Camat Medan Barat, wali kota merasa bangga dengan Yayasan Pertiwi.

Rahudman menilai proses belajar dan mengajarnya, para guru, orang tua murid serta komite sekolah terjalin dengan baik. Inilah satu sinergitas, dan menjadi modal untuk memajukan mutu pendidikan di Kota Medan.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah mengatakan kalau alat lengkap dan sistem jaringan tetap on-line target dapat tercapai sesuai dengan komitmen Wali Kota Medan selesai pada April. “Dewan sudah mewanti-wanti Pemko Medan jangan terlampau menargetkan bulan April akan selesai,” ucapnya.

Menurut dia, Pemko Medan harus segera memperbaiki sistem agar tidak menjadi bumerang bagi Pemko Medan. Dimana, program ini tidak akan tercapai seperti apa yang diharapkan bila dilihat kesiapan operator, ditambah lagi amburadulnya sistem undangan kepada penduduk untuk menghadiri entry data, sehingga ada yang belum menerima undangan sampai sekarang.
“Semakin yakin ketika peralatan e-KTP belum lengkap. Jadi kami menilai program ini terlalu dipaksakan,” ucapnya.

Apabila program ini tetap dilaksanakan, Ilhamsyah menegaskan, ke depan Pemko Medan diminta tetap melakukan kajian lebih mendalam mengenai kelengkapan peralatan e-KTP, agar program ini benar-benar terlaksana sesuai target.

“Undangan ke penduduk harus diperhatikan lagi, selain persoalan alat. Kajian Pemko harus lebih mendalam agar saat dilanjutkan tahun depan bisa terlaksana sesuai target,” pungkasnya.(adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *