Lolos Sertifikasi Bisa Ikut Kejuaraan Internasional

Medan Society

14 Peserta Ikuti Penataran dan Sertifikasi Tembak Reaksi Perbakin Sumut

Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Sumatera Utara menggelar penataran dan sertifikasi tembak reaksi di Lapangan Tembak Anugerah Shooting and Hunting Club (SHC) Komplek Cemara Asri, Medan.


PENATARAN dan sertifikasi tembak reaksi itu dimulai pada 10 hingga 11 Februari 2012. Pada pelaksanaannya, gelaran itu diikuti sebanyak 14 penembak yang berasal dari 3 klub. Adapun peserta yang berasal dari klub Anugerah SHC adalah Musa Idishah, Musa Rajekshah, Wilson Haryanto, Iwan Lintang, Arifin, Donny Panggabean, A Fitrahuddinsyah Lubis, Pranajaya DK dan Khairoel Akbar Siregar.

Kemudian dari klub Cakra SHC adalah Rollin Mahaputra dan Rollan Parani Shah Rahmat.

Sedang tiga peserta lainnya berasal dari klub Pecinta Alam SHC yakni Dendy Leonardi, Rusli Hakim Lie dan Mady Melian.

Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah atau yang akrab disapa Doddy menyebutkan ujian sertifikasi tembak reaksi di Sumut merupakan yang pertama digelar. Pada pengurusan sebelumnya gelaran ini tak pernah dilakukan.

“Penataran ini dilakukan selain memberi pemahaman tentang tembak rekasi, di sisi lain dipergunakan sebagai ajang penjaringan bibit petembak andal yang akan disertakan pada kegiatan tembak reaksi tingkat nasional,” sebut Doddy.

Doddy menyebutkan kegiatan kali ini tak berbeda dengan wadah pembentukkan atlet. Hanya saja, kelebihannya pada tembak reaksi dilakukan seperti games. Dalam tembak reaksi berbeda dengan tembak sasaran, dan berburu.

Ditembak reaksi harus menghitung kecepatan, dan membagi waktu.

Doddy menyebutkan, apabila para peserta telah mendapatkan sertifikasi tembak reaksi, maka peserta bisa ikut dalam kegiatan tembak reaksi tingkat internasional.

“Sertifikasi tembak reaksi yang dikeluarkan Pengurus Besar (PB) Perbakin Pusat bisa ikut dalam kejuaraan international,” ujarnya.

Sementera itu, seorang peserta, Musa Rajekshah mengatakan dirinya sangat senang mengikuti ujian tembak reaksi tersebut.

“Para peserta yang tampil kali ini merupakan angkatan pertama. Jelas ini memberi kebanggaan tersendiri kepada para peserta,” ungkapnya.

Dibeberkannya bahwa dengan mengikuti penataran dan sertifikasi para peserta dituntut untuk mampu bertindak cermat dan efisien dalam melakukan tembakan.

“Apalagi pada even ini sasaran tembaknya tidak monoton, bahkan terkesan bervariasi, sehingga peserta tidak bosan untuk terus mengikuti semua materi yang diberikan,” kata pria yang kemarin menggunakan jenis pistol kaliber 95 mm.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rollin Mahaputra. Menurutnya di jenis tembak reaksi dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk mendapatkan akurasi, kecepatan dan kekuatan.

“Sebelumnya saya hanya atlet tembak target. Ditembak target cuma membutuhkan akurasi saja. Jadi tembak reaksi ini jauh lebih komplet,” kata Rollin.

Pada penutupan penataran dan sertifikasi tersebut, hadir sejumlah undangan seperti Ketua Harian KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis, Ketua IMI Sumut H Musa Rajekshah M Hum serta sejumlah tamu undangan lainnya. (omi)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *