Tidak Bisa Lepas dari Kucing

z-Index

Marissa Anggraini dan Fitriana Putri, Anggota Komunitas Medan Cat Club

Hewan peliharaan yang satu ini sangat menarik dan lucu, dengan bulu halus dan lembutnya mampu menarik perhatian. Ya, kucing, hewan berkaki empat yang memiliki sifat manja ini menjadi pilihan kaum hawa untuk menjadi teman permaiannnya.


Seperti halnya  Marissa Anggraini dan Fitriana Putri. Marissa, yang biasa disapa Icha ini sejak 9 tahun yang lalu telah mulai memelihara kucing persia. Rasa cintanya pada kucing membuat dirinya menambah hewan peliharaan ini, dari awalnya satu, yang hingga saat ini menjadi 6 ekor kucing. “Awalnya cuma satu, tetapi geram lihat yang lain jadi bertambah meliharanya, hingga sekarang sudah 6 ekor,” ujar Icha.

Sementara Fitrianan Putri, yang biasa disapa puput ini juga mulai menyukai kucing sejak 1 tahun yang lalu. Kegemarannya akan kcing didukung penuh oleh orangtua. Bahan ruangan khusus telah disiapkan untuk hewan peliharaannya yang sudah mencapai 16 ekor.

Kecintaan pada kucing ini, membuat mereka tidak peduli dengan pengeluaran untuk sang kucing. Bahkan, Puput mengaku harus mengeluarkan minimal Rp3 juta untuk makanan si kucing, sedangkan Icha hanya Rp1 juta per bulan untuk makanan kucing. “Biaya itu belum seberapa, karena kita pelihara kucing Persia, jadi butuh salon dan pengobatan,” ungkap Puput.

Untuk salon sang kucing, minimal dana yang dikeluarkan Rp40 hingga 50 ribu per bulan. Belum lagi pengobatan, karena pada umumnya, kucing sangat sensitif dengan penyakit, seperti jamur yang membuat bulu rontok, parasit kuping, dan lainnya. “Untuk melihat kucing sakit atau tidak tinggal dilihat dari matanya atau dari kelincahan sang kucing,” tambah Icha.

Kegemaran 2 remaja putri ini menjadikan mereka seorang pengusaha kecil-kecilan, karena anak kucingnya bisa dijual. Bahkan, puput membuat Pet Shop untuk menampung penjualanan kucing.

Untuk mengembang biakkan kucing, biasanya dua remaja putri yang tergabung dalam MCC (Medan Cat Club) ini akan bertanya sesama teman. “Kita buat perjanjian, misalnya jantannya dari siapa, maka betinanya dari saya, nah kalau sudah melahirakan, hasilnya kita bagi, pokonya sesuai dengan perjanjian lah,” ungkap Puput.

Kalau harus  meninggalkan rumah dalam beberapa hari, kucing mereka titip ke teman sesama anggota MCC agar tetap ada yang merawat.
Walau menyita waktu mereka, tetapi rasa sayang pada terus bertambah seiring waktu. “Bayangkan, kalau kita lagi capek, kucing datang dengan bulunya yang lebat  dan lembut, bergelut manja di lengan kita, rasanya seperti kita itu dibutuhkan. Makanya tidak bisa lepas dari kucing,” ujar Puput . (ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *