Tower 433 Meter & Patung 5 Kambing

Catatan1

Travel Tour Hongkong-Macau (4)

Oleh: DAME AMBARITA
Pemimpin Redaksi Sumut Pos


Nginap semalam di Shenzen, perjalanan berlanjut ke Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong di Cina Selatan. Lagi-lagi naik bus. Sama seperti Hong Kong dan Shenzhen, kota terbuka kedua ke Cina ini juga dipenuhi deretan gedung-gedung tinggi. Lalu-lintas sama teraturnya dengan kedua kota sebelumnya. Tak banyak kendaraan. Polusi pun terkendali.

Pemandangan yang nyaris mirip di ketiga kota ini (Hong Kong, Shenzhen, dan Guangzhou) adalah penampilan modis para warganya. Karena kemarin sedang musim dingin umumnya orang mengenakan mantel tebal dan sepatu bot. Tapi jangan bayangkan penampilan ala petani atau pedagang di Sambu.

Fashion mereka benar-benar modis. Sweater, mantel, atau jaket yang mereka kenakan mewakili selera fashion dunia. Sepatu botnya juga modis. Pukul rata, para ladies di sana –baik wanita karir, karyawati, maupun yang jalan-jalan—terlihat sama modisnya dengan penampilan artis-artis kita di tanah air.

Sebagai perbandingan, bayangkan saja penampilan para ladies di sana dengan model-model yang berparade membawakan pakaian musim dingin, di catwalk dunia. Kurang lebih, miriplah.

Di Guangzhou, Aming membawa peserta tour ke Canton Tower (Guangzhou NewTV Tower) setinggi 433,2 meter. Menara ini pernah digunakan sebagai tempat pertunjukan kembang api pada Olimpade Beijing tahun 2008 lalu. Untuk naik ke atas tower naik lift, perlu antrian bertahap yang diatur sejumlah petugas berseragam. Tak ada yang berebut. Takut ama petugas berwajah dingin.

Nah, dari atas tower, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan Pearl River, sungai terbesar di Guangzhou dan terpanjang ketiga di Cina, yang terletak tak jauh dari tower. Sayang, karena pertengahan Februari kemarin sedang musim dingin, pemandangan yang terlihat sangat terbatas. Kabut menutupi kota dan sungai di kejauhan.

Turun dari tower, seharusnya para peserta dibawa ke Yue Xiu Garden dengan patung 5 kambingnya yang terkenal sebagai lambang kota Guangzhou. Adapun kisah kelima ekor kambing itu, kata Aming, memiliki legenda tersendiri.
Adalah cerita rakyat Guangzhou sejak 2000 tahun lalu, ketika Guangzhou masih merupakan wilayah yang rakyatnya tengah kelaparan, daerahnya miskin, gersang dan tandus. Walaupun orang-orang telah bekerja keras tetapi terus saja gagal dan tetap miskin.

Suatu kali, terdengarlah suara melodi dari langit, lalu muncullah lima dewa dari langit dengan baju lima warna yang mengendarai  lima kambing. Setiap kambing tersebut membawa bibit padi di setiap mulut mereka. Lalu kelima dewa itu beserta lima kambingnya meninggalkan biji-bijian itu kepada orang-orang yang tinggal di Guangshou.

Setelah itu kelima dewa naik kembali ke langit mengendarai awan dan meninggalkan lima kambingnya di daerah Guangshou. Akhir kisah ini, kelima kambing tersebut seketika itu juga berubah menjadi batu, dan sejak itu Guangshou menjadi tanah yang subur dan makmur. Patung lima kambing ini berdiri kurang lebih 10 meter dari permukaan tanah dan terletak di Taman Yue Xiu di Guangzhou. Arti kata Guangzhou adalah kota kambing dan kota telinga.

Tetapi rencana tour ke Yue Xiu Garden untuk melihat patung kelima kambing itu batal. Pasalnya para ladies-ladies yang bergabung di tour lebih suka wisata belanja saja. Jadilah bus memutar ke Beijing Road.

Tak banyak kesan di kota ini karena waktu lebih banyak dihabiskan melihat-lihat di toko-toko. Yang pasti saat jadwal makan di restoran di kota manapun, bebek peking wajib ada dalam daftar menu. (dame)

loading...

1 thought on “Tower 433 Meter & Patung 5 Kambing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *