Sepuluh Ledakan Guncang Polonia

Metropolis

Pabrik Spring Bed dan Gudang Busa Terbakar

MEDAN- Pabrik spring bed milik PT Power Indo Foam di Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Medan, dilalap si jago merah, Selasa (6/3) malam. Api berkobar selama 4,5 jam yang diawali sepuluh ledakan.


Menurut pengakuan Fadly (20), seorang warga sekitar, kebakaran diduga dari tabung gas di dalam pabrik. “Mungkin ada tabung yang bocor dan meledak,” katanya.

Hal senada juga diucapkan warga yang lain, febri (20). Ditambahkannya, dirinya mendengar suara ledakan sebanyak 10 kali disusul dengan api yang langsung cepat membesar. “Tadi saya dengar suara ledakan sebanyak 10 kali dan apinya langsung membesar,” ujarnya.

Api memang sulit ditaklukkan karena selain menyimpan bahan kimia, di pabrik itu juga ada 20 drum solar. Itulah sebab kebakaran baru bisa dijinakan selama empat setengah jam. Hal ini diungkapkan seorang karyawan pabrik, Ibrahim Pandapotan (24) warga Starban Gang Lurah. Dia mengatakan mengetahui pabrik tempatnya bekerja terbakar, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, menurut Ibrahim seluruh karyawan sekitar 100 orang lebih telah pulang karena telah habis masa kerjanya sekitar pukul 16.30 WIB. “Kami kerjanya cuma satu shift saja jadi kami sudah pulang, kecuali kalau banyak orderan baru pulangnya malam. Paling yang ada di pabrik, hanya tersisa beberapa orang saja yang masih bertugas, seperti security pabrik dan supir perusahaan, Bang,” ujar Ibrahim.

Ibrahim juga mengaku, melihat api setelah adanya asap yang menebal dari pabrik tersebut ketika dirinya tengah bermain bola tak jauh dari lokasi pabrik. Bahkan menurutnya, sejumlah warga sempat mencoba memadamkan api, namun karena pabrik yang menyimpan bahan kimia, membuat api susah dipadamkan dan semakin membesar.

“Pabrik ini menyimpan bahan kimia untuk pembuatan bahan dasar busa spring bed. Bahkan di bagian belakang pabrik juga menyimpan sedikitnya 20 drum solar untuk bahan bakar pembuatan spring bed makanya sulit dipadamkan, Bang,”sebutnya lagi.
Dari kejadian ini, dua warga sekitar, Sukinah (56) dan Armand (30), harus dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, sesak nafas Sukinah langsung kumat begitu mendengar kebakaran. “Asmanya kumat begitu mendengar kebakaran,” kata warga sekitar.

Sedangkan Armand dilarikan ke RS AURI karena menderita luka koyak di bagian kepala saat berusaha memadamkan api. “Dia jatuh saat memadamkan api dan terjatuh karena ledakan. Dia kini dirawat di RS AURI,” kata Kapten Tri, personel TNI AU di bidang kesehatan.

Lima warga lainnya diantaranya Angga (21), Surya (25), Iyon (28), Zaka (27) dan Hendrik (19) hanya rawat jalan. “Mereka hanya rawat jalan saja tadi di mobil ambulans karena terjatuh saat memadamkan api,” tambah Kapten Tri.

Selain itu, Warini (50) harus ditandu ke dalam mobil ambulans akibat pingsan karena ledakan yang cukup kuat di sekitar lokasi. Kebakaran juga menyisakan kekesalan bagi warga sekitar pabrik. Soalnya, rumah mereka terpaksa dirusak agar api tak meluas. Misalnya Hajri (55). Rumahnya tepat di sebelah pabrik. “Yang punya pabrik harus tanggung jawab ini, rumah kami kan jadi rusak,” kesalnya, mengaku tak kenal pemilik pabrik, hanya tahu berdarah Tionghoa.

Sementara itu, Lurah Polonia, Erliansyah Siregar, mengaku, dirinya belum mengetahui total kerugian materi dan belum mengetahui berapa rumah dihancurkan untuk meminimalisir kebakaran agar tak merembes ke tempat lain. Disinggung mengenai izin dari pabrik, Erliansyah Siregar menuturkan, dirinya tak tahu menahu mengenai hal itu. “Kita tak tahu apakah ini izinnya ada karena berada di pemukiman warga karena pihak pimpinan perusahaan tertutup. Tak hanya itu, pihak pimpinan perusahaan tak mau membangun komunikasi dengan pihak kelurahan,” jelasnya.

Sebanyak 5 unit mobil yang berada didalam juga ikut terbakar karena tak sempat diselamatkan. “Ada sekitar 5 atau 6 mobil tadi didalam itu pabrik spring bed itu,” kata salah seorang warga.

Amatan Sumut Pos di lokasi kebakaran pabrik itu api membumbung tinggi ke atas. “Aduh, kenapalah terbakar pabrik ini. Jadi serba salah dan serba susah semua orang dibuat pabrik ini. Pemadam kebakaran pun yang lama lah datang ke sini,” rintih seorang warga sembari mengangkati barang-barang miliknya.

Kebakaran terjadi pukul 18.00 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 22.30 WIB di lokasi. Mobil pemadam kebakaran silih berganti sedikitnya 23 unit turun ke lokasi. “Sudah semua mobil pemadam kebakaran diturunkan mulai dari Belawan, Amplas, Sunggal dan lain-lainnya. Api susah ditaklukan,” kata seorang petugas pemadam.

Panik, Warga Saling Pukul

Panik karena api sedemikian besar, beberapa warga sekitar malah sempat saling pukul saat memadamkan api. Ya, kepanikan akibat kebakaran itu sempat memunculkan ketegangan. Sesama warga yang berada d isisi sebelah kiri pabrik itu saling pukul karena ucapan yang didengar menyinggung yang lainnya. “Cepat naik ke atas rumah itu saja supaya apinya bisa dipadamkan. Jangan sampai apinya kena rumah yang lain,” kata salah seorang pemuda sambil memegang selang pemadam.

Namun, sang pemilik rumah merasa tak terima, lalu menyuruh beberapa pemuda yang berada di atas untuk turun. Karena kesal dan panik, salah seorang pemuda tiba-tiba mengucapkan kata-kata kasar. “Biar saja terbakar semua rumah ini,” katanya.

Tak berapa lama kemudian, salah seorang pemuda membalasnya “Enak kali kau ko***ol (kata kotor) Mulut kau itu sopan,” balasnya sambil mendekati pemuda itu.

Setelah didekati, pemuda yang membalas itu langsung menyerang dan pukul-pukulan pun terjadi. “Sudah, buat apa kalian berhantam. Mari sama-sama memadamkan api ini, bukannya kalian yang harus ditenangkan,” ujar seorang petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar melerai keduanya.

Anehnya lagi, salah satu rumah warga tiba-tiba saja ambalnya terbakar padahal rumah warga disisi sebelah kiri tak ada terbakar karena sudah disiram pemadam sebelumnya. “Aneh, jelas-jelas ini ada sabotase karena kebakarannya di depan dan rumah belum ada terbakar tapi ini kenapa bisa terbakar ambalnya. Yang terbakar itu pabrik dan belum ada rumah yang kena satu pun tapi kenapa ambalnya bisa kena bakar,” ujar petugas pemadam kebakaran yang menggunakan baju pemadam berwarna kuning itu.

Warga dan petugas pun memadamkan api yang membakar ambal itu dengan cepat. “Yang kurang kerjaan saja. Bisa-bisanya ambal terbakar padahal rumah tak ada yang terbakar,” ucap salah seorang warga.

Karena tak kunjung padam juga, warga dan pemadam kebakaran mengambil inisiatif dengan menjebol tembok disisi pabrik itu dengan tujuan agar petugas bisa masuk kedalam pabrik. “Jebol dari sini saja bang biar cepat masuk dan api bisa dipadamkan,” kata warga kepada petugas. Petugas pun dengan cepat menjebol tembok menggunakan martil 10 kg. Tembok pun berhasil dijebol yang dibantu warga dan petugas pun masuk ke dalam.

Sekitar pukul 22.25 WIB, terlihat Wali Kota Medan Rahudman Harahap didampingi Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, tiba di lokasi. Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri telah terlebih dahulu tiba. Iring-iringan orang nomor satu di Kota Medan tersebut, dikerumuni para warga setempat. “Itu Pak Wali Kota. Datang dia ya!” ungkap ibu paro baya yang berada tepat disamping Sumut Pos.

Tak berapa lama setelah itu, rombongan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap meninggalkan tempat kejadian. Warga yang semula serius melihat gudang yang terbakar itu, langsung membuntuti iring-iringan Rahudman yang meninggalkan lokasi kejadian tersebut.

Ada yang Foto-foto

Di depan pabrik, warga yang lalu lalang beberapa kali dilarang petugas agar tak lewat karena dikhawatirkan ledakan tabung gas akan mengenai warga. “Awas, jangan lewat-lewat saja kalian di situ. Nanti kena ledakan baru menyesal. Macam sudah tahan bakar saja pun,” kata salah seorang petugas.
Anehnya, amatan Sumut Pos, di tengah-tengah warga sibuk memadamkan api, ada dua pemuda terlihat sibuk berfoto di depan pabrik yang terbakar tersebut. “Yang kurang kerjaan kalian, foto-foto di situ. Nanti kalau sudah kena ledakan baru menyesal,” ucap petugas itu kembali dan dua pemuda tersebut pun berlalu pergi.  (adl/jon/uma/ari/mag-10)

loading...

7 thoughts on “Sepuluh Ledakan Guncang Polonia

  1. memang adong2 wae az warga skrng, bukannya memadamkan api malah sempat2nya berkelahi…:)

  2. nih bnyk yg bilang faktor kesengajaan
    tpi mungkn kaga ea gra” pabrik kna warga yg tdk bersalah
    aduuh serem x

  3. saya asli anak medan starban polonia rumah saya bersampingan di pabrik
    saya dapat bocoran kalau itu adalh faktor kesengajaan

  4. biar dapat klem asuransi lo kalo terbakar ,karena yg kaya makin kaya yg kere makin melarat hehehehehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *