Makmurkan Masjid, Perbanyak Ibadah

Medan on Focus

Masjid Ibnu Sina dan Laboratorium Komputer SMAN 1 Medan Diresmikan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM meresmikan Masjid Ibnu Sina dan Laboratorium Komputer di SMA Negeri (SMAN) 1 Medan Jalan Tengku Cik Ditiro, Kamis (8/3). Kedua fasilitas pendidikan itu diresmikan guna mendukung peningkatkan kualitas pendidikan siswa.


Peresmian masjid dan laboratorium di SMAN 1 Medan dihadiri komite sekolah, para alumni, orang tua murid, guru-guru, unsur koordinasi pimpinan daerah Kota Medan, dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemko Medan.

Rahudman dalam sambutannya mengatakan melalui peresmian Masjid Ibnu Sina dan laboratorium komputer, Pemko Medan menaruh harapan yang tinggi terhadap pembinaan generasi muda terutama para siswa  SMAN 1 Medan bisa semakin meningkat.

“Tentunya ada wadah untuk mengenyam pendidikan keagamaan, diskusi tentang ke islaman dan masalah-masalah sosial lainnya,” kata Rahudman usai melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid Ibnu Sina.

Dia mengatakan, dengan adanya Masjid Ibnu Sina yang dulunya musala, tentunya bisa semakin banyak menampung jamaah.  “Untuk itu, mari bersama-sama memakmurkan masjid dengan perbanyak beribadah dan mengisi kegiatan yang bernuansa relegius. Dengan harapan akan dapat membina mental dan mem bentuk karakteristik para siswa SMA N1 Medan,” ujarnya.

Rahudman memaparkan, dengan terbangunnya karakter siswa, tentunya bisa dibudayakan untuk mendalami ilmu agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Sehingga pendalaman ilmu tersebut sejalan, dan bermanfaat pada masa akan datang.

“Saya kira, membangun satu karakter yang akan terbekali dengan sifat mental dan kedepannya, sekolah ini menghasilkan alumni yang berkompetensi,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, begitu juga dengan laboratorium komputer yang lengkap dengan IT tentunya akan mendukung proses belajar dan mengajar serta melahirkan anak-anak didik yang terampil di bidang komputer.

“Tidak dapat kita pungkiri hari ini kita telah berada di era kemajuan teknologi yang luar biasa, hampir semua aspek kehidupan telah dikomputerisasikan,” jelasnya.

Menurut dia, sekolah di Kota Medan harus membekali peserta didik dengan kepandaian mengoperasikan dan memakai komputer. Di mana, siswa tidak hanya mengerti dengan penggunaan aplikasi word, namun harus mengerti dengan banyak aplikasi pendukung misalnya untuk menyusunan pembukuan dan keuangan (komputer akuntasi), aplikasi untuk design grafis dan lainnya.

“Saya mengajak kepada para guru untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, para siswa SMAN1 Medan bisa memiliki daya saing, sehingga dapat berkompetisi di ruang lingkup yang lebih luas lagi,” cetusnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Medan Dra Hj Rebecka Girsang melaporkan, latar belakang di bangunnya Masjid ini awalnya adalah musala. Dikarenakan padatnya jamaah, para siswa untuk melaksanakan salat Jumat, maka perlu dibangun rumah ibadah yang  lebih besar lagi.
“Awalnya dana yang tersedia Rp10 juta dari hasil dari infak para guru, tapi berkat bantuan siswa, orang tua siswa dan donatur-donatur maka berdirilah masjid ini,” sebutnya.

Dijelaskannya, masjid ini terdiri dari dari 2 lantai, lantai pertama untuk tempat beribadah dan lantai kedua tempat perpustakaan untuk siswa.
“Luas masjid ini 310 meter persegi dan lebarnya 15,5 meter persegi, dengan biaya pembangunan keseluruhannya Rp1,1 miliar lebih. Adapun waktu pembangunan selama satu tahun 3 bulan 12 hari. Sedangkan dari tujuan pembangunan Masjid ini adalah tempat ibadah dan ekstra kurikuler kegiatan keagamaan bagi siswa dan jamaah disekitar masjid,” paparnya. (adl)

Salat di Masjid

Camat Medan Polonia Oddy Dodi menuturkan peresmian Masjid Ibnu Sina sesuai dengan intisari dari surat At Taubah ayat 18. Jika diartikan, hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah SWT, orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah SWT, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dia mengimbau kepada seluruh siswa dan guru serta umat yang berada di sekitar masjid untuk memakmurkan masjid, dengan cara berusaha menunaikan salat lima waktu di masjid.  “Selain menunjang satu nilai karakter yang religius. Siswa dapat mencanangkan pendidikan karakter di SMAN 1 Medan,” katanya alumni SMAN 1 Medan itu.

Menurut dia, dengan selesainya pembangunan masjid Ibnu Sina diharapkan bisa digunakan para siswa untuk salat berjamaah. Kemudian, keberadaan masjid dijadikan sebagai pusat pendidikan. Dengan peresmian masjid di harapkan secara tidak langsung dapat meningkatkan silaturahim antar seluruh guru dan siswa di SMAN 1 Medan serta masyarakat sekitar.

Kemudian, Oddy menyebutkan, selama ini keberadaan musala di SMA Negeri 1 kecil dan sering tidak muat, selanjutnya kondisinya juga memang dibutuhkan rehabilitasi. “Jadi sekarang ini tugas para siswa untuk memakmurkannya,” ujarnya. (adl)

IT Jadi Pilar Pembangunan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis meyakini teknologi informasi menjadi satu pilar pembangunan peradaban manusia saat ini. Peningkatan kinerja, efisiensi dan penyampaian informasi yang cepat dan akurat tanpa mengenal waktu, jarak dan golongan menjadi keunggulan dari teknologi, yang setiap saat terus mengalami perkembangan.

Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kota Medan dengan layanan website www.disdik. pemkomedan.go.id diharapkan menjadi pintu gerbang dalam pelayanan publik dan pendidikan masyarakat Kota Medan serta para pemegang kebijakan.

“Perbaikan dan peningkatan mutu layanan publik dan pendidikan melalui website akan terus dilakukan, sehingga keunggulan teknologi akan berdampak positif bagi pembangunan pendidikan di Kota Medan,” jelasnya.  Selain itu, Rajab mengingatkan kepada siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) baik itu kelas tiga SMA/SMK/MAN, kelas tiga SMP dan siswa kelas VI SD untuk benar-benar mempersiapkan diri dengan baik.

“Ingat, yang bisa menolong siswa ketika menjalani UN itu hanya ada dua. Pertama, diri sendiri. Sedangkan kedua, Allah SWT. Hanya itu yang bisa menolong, yang lain tidak akan bisa menolong. Dengan demikian kita harapkan Medan ini bisa menjadi contoh dan model dari pelaksanaan UN 2012 dengan penuh kejujuran,” ujarnya.

Untuk itu, Rajab meminta kepada seluruh lembaga maupun orangtua supaya mendukung tekat tersebut secara baik.”Kita rencanakan pencanangan ini minggu depan oleh Menteri Pendidikan sesuai dengan tekad pak wali bahwa UN harus jujur. Saat ini kami telah menyusun drafnya, apa-apa saja yang dibuat pada saat pelaksanaan UN nantinya,” cetusnya.(adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *