Kasek SMAN 5 Medan Jangan Main-main…

Soal Di-blacklist di SNMPTN Jalur Undangan

JAKARTA-Usaha Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan membentuk tim untuk menemui Ketua SNMPTN Pusat, terkait nasib SMAN 5 Medan yang di-blacklist di jalur undangan SNMPTN tampaknya percuma. Pasalnya, keputusan Panitia SNMPTN Pusat terhadap 10 SMA yang salah satunya SMAN 5 Medan itu sudah final.

“Buat apa mau bertemu panitia. Itu sudah final. Biar kepala sekolahnya tidak main-main lagi. Kepala sekolahnya yang bertanggung jawab,” tegas Sekretaris Panitia SNMPTN Pusat, Rochmat Wahab, yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu saat dihubungi Sumut Pos, Jumat (16/3)n
Rochmat juga membantah kabar yang beredar bahwa enam dari 10 SMA yang di-blacklist sudah mendapat pengampunan. “Tidak benar itu. Kita tidak main-main. Yang salah harus diberi sanksi,” terangnya.

Dijelaskan, pemberian sanksi itu sudah melewati proses yang ketat, antara lain dilakukan verifikasi terhadap dugaan manipulasi nilai siswa. Berkali-kali dia tegaskan, tidak ada pengampunan karena sudah final.

“Nggak boleh kita memberlakukan yang benar sama dengan yang salah. Ndak usah macem-macem lah,” tegas Rochmat Wahab.
Bagaimana dengan nasib siswa SMAN 5 Medan ke depan, mengingat jalur tulis SNMPTN 2013 bakal dihapus? Rochmat tidak peduli dengan hal itu. “Kalau jalur tertulis dihapus, ya ikut saja jalur mandiri,” kata Rochmat.

Berulang-ulang Rochmat menegaskan, putusan sanksi itu sudah final dan tak bisa diutak-atik lagi. “Kita nggak main-main,” tegasnya.
Sebelumnya, Lindawati sang kepala sekolah SMAN 5 membenarkan kalau pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung pada panitia pusat SNMPTN. “Ya, kita sudah ke Bandung pada Rabu (14/3) lalu untuk menjumpai panitia pusat. Saat itu kita disambut oleh anggotanya bernama Mindi,” jelas Lindawati, kemarin.

Dari pertemuan itu, Lindawati mengaku sekolahnya memang diblacklist, namun tidak tiga tahun seperti yang beredar selama ini. Menariknya, Lindawati malah berkoar kalau SMA-nya memiliki kesempatan untuk mengikuti SNMPTN tahun 2012 ini. “Sayangnya, surat pemberitahuan yang disampaikan pusat pada 16 Februari lalu, tidak lagi memungkinkan untuk mendaftar lagi. Seharusnya pemberitahuan ini disampaikan pada 1 Februari, jadi masih sempat untuk mengirimkan data,”sebutnya.

Masih menurut Lindawati, setelah didalami oleh panitia SNMPTN pusat, data yang disampaikan bukanlah sebagai kecurangan dan manipulasi melainkan ada terjadi kesalahan data akibat human error.

Kedatangan tim yang tergabung dari Kasek, PKS, Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan Kota Medan juga bilang Lindawati, dilandasi untuk mencari kebenaran. Pasalnya, sehari sebelum keberangkatan mereka ke Bandung, ada upaya penipuan yang dilakukan oknum yang sebelumnya mengaku sebagai Sekretaris SNMPTN Rochmat Wahab. “Ada pria mengaku Pak Rochmat Wahab yang mengaku bisa membuka kesempatan bagi SMAN 5 mengikuti SNMPTN jalur undangan dengan biaya kompensasi 50 juta. Karena nilainya terlalu besar kami sempat bernegosiasi harga dan orang yang mengaku sebagai sekretaris SNMPTN tersebut tetap memaksa meminta dengan nilai yang disebutkannya,” ujar Lindawati.

Melihat kondisi adanya upaya pemanfaatan dibalik kasus yang menimpa SMAN5 Medan inilah, melatar belakangi kepala sekolah tersebut mendatangi pusat untuk mencari sebuah jawaban. Bahkan, dalam kesempatan pertemuan dengan panitia pusat, Lindawati juga memberikan nomor rekening oknum yang mengaku sekretaris SNMPTN itu dan diketahui jika pemiliknya orang Jakarta yang bernama Rini.

Disinggung adanya rencana jalur hukum yang ditempuh pihak sekolah atas keterlambatan informasi yang menyebabkan tercemarnya nama baik sekolah tersebut, Lindawati menyerahkan hal tersebut ke ikatan alumni. “Saat ini kami hanya berusaha untuk mencari celah agar bisa menerobos untuk mendaftar SNMPTN jalur undangan 2012 sebelum keluar pengumuman pada 29 Mei mendatang. Mana tau kita mendapatkan kompensasi dari panitia pusat atas keterlambatan ini,” pungkasnya. (sam/uma)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *