Harga Lebih Murah, Incaran Pedagang Daerah

Otomotif

Melongok Penjualan Mobil Second di WTC Mangga Dua Jakarta

Ratusan mobil berderet rapi, kinclong-kinclong, meski bekas. Ada tujuh lantai di  WTC Mangga Dua (WTC-M2) yang khusus dijadikan lot penjualan mobil. Tahun lalu, Museum  Rekor Indonesia (MURI) mencatat WTC-M2 sebagai pusat penjualan mobil bekas terbesar di Indonesia, yang dapat menampung 2.297 mobil. Lantaran harganya lebih murah dibanding harga di daerah, pembeli personal maupun pedagang asal daerah setiap harinya mengalir ke pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta itu.


Soetomo Samsu, Jakarta

Lokasinya enak dijangkau. Sekitar 150 meteran sebelum pintu masuk tempat wisata Ancol, dari arah Jakarta Pusat. Bagi yang belum pernah masuk ke area penjualan mobil second di WTC-M2, begitu keluar dari lift, menginjakkan kaki di lantai 3, mata langsung berhadapan dengan ratusan mobil. Semua merk hampir ada. Begitu terus, dari lantai 3, 3A, 5, 6, P7, P8, dan P9. Tujuh lantai, total dua ribu lebih mobil. Tinggal pilih!

Harga jelas lebih murah dibanding harga di daerah. “Saya beli All New Civic 2011 di Jogja Rp325 juta. Di sini harga pasang Rp300 juta, masih nego,” ujar Agus Wazir, seorang calon pembeli saat ditemui koran ini di lantai 5 WTC-M2.

Masih di Jogja, harga Honda City 2008 Rp147 juta, di WTC-M2 Rp142 juta. “Padahal yang di Jogja itu juga masih plat B (Jakarta). Jadi harga Rp147 juta itu tergolong harga murah karena masih plat B,” imbuh Agus, yang seorang dokter gigi dan sering belanja mobil di WTC-M2. Setiap dia bawa pulang mobil ke Jogja, begitu dilirik dan ditawar kawannya, asal untung minimal Rp5 juta, dia lepas. Lantas balik ke WTC-M2 lagi, ambil barang lagi.

Untuk harga merk lain, silakan bandingkan sendiri dengan harga di daerah. Berdasarkan keterangan Yulius Pratomo, dari Rafael Auto yang berada di lantai 5, Range Rover 2008 dilepas Rp1,4 miliar. Grand Vitara matic tahun 2007 Rp178 juta. Caption diesel Matic 2008 Rp250 juta. Avanza 2005 harga Rp105 juta hingga Rp110 juta.

Berdasarkan keterangan yang didapat koran ini, para pedagang dari daerah, bisa ambil untung cukup besar. Tentunya, tergantung kelas mobilnya. Fortuner misalnya, bisa diraup untung dalam kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Tapi untuk jenis kijang, minimal untung Rp5 juta. “Pembeli perseorangan dari daerah, dengan selisih yang besar seperti itu, makanya banyak yang langsung datang sendiri ke sini. Kita membantu pencabutan berkasnya,” terang Yulius.

Para pembeli dari daerah cukup banyak. Ada dari Palembang, Padang, Medan, Lampung, dan daerah-daerah lain. Para pedagang dari daerah yang sudah percaya dan berlangganan dengan dealer tertentu, malah tidak perlu datang langsung. “Cukup sebutkan spec-nya, dia kirim sopir saja, sudah langsung dapat barang,” ujar Yus, panggilan Yulius.

Untuk pembeli perseorangan, biasanya sudah menentukan merk mobil sejak dari rumah, yang disesuaikan dengan dana.
Yang jelas, agak sulit mencari mobil di bawah harga Rp100 juta. “Memang di sini lebih ke kelas menengah ke atas. Di bawah Rp100 juta sulit,” imbuhnya. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *