60 Persen Angkot tak Beroperasi

Metropolis

Selain toko dan hotel, ternyata 60 persen angkotan kota (angkot) juga tidak beroperasi. Akibatnya, anak sekolah dan warga kota menjadi terlambat beraktivitas.

Ilham, seorang siswa di SMA Negeri 2 Medan mengaku akhirnya kembali pulang ke rumah, setelah hampir setengah jam menunggu di depan gang rumahnya, tak juga ada angkutan kota yang muncul. “Saya sudah menunggu hingga setengah jam lebih, tapi tak ada satupun angkot yang lewat, katanya angkot semua ikut demo. Jadi, ya sudahlah tidak bisa ke sekolahlah hari ini jadinya,” kata warga yang berdomisili di Simpang Limun ini.


Lumpuhnya angkutan kota di Medan diakui oleh Ketua Kesper Kota Medan, Israel Situmeang. “Hari ini memang ada 60 persen angkutan kota dari 17 merek angkot yang mogok, dan hanya 40 persen yang tidak,” kata Israel.

Disebutkannya, pihaknya terus berupaya mengajak sopir-sopir untuk berunjuk rasa. Sopir yang melintas di beberapa kawasan seperti di Simpang Limun, Pulo Brayan, Simpang Pos, Titi Kuning, dan Kampung Lalang dihentikan untuk bersama-sama turun ke jalan. Namun, dari 40 persen angkot di Medan yang masih beroperasi itu karena sopirnya khawatir disebabkan adanya intimidasi dari pihak kepolisian.

“Polisi melarang kita untuk mengajak sopir angkot ikut berdemo. Akibatnya tadi sempat ada tujuh anggota kita yang ditahan di Polsek Patumbak, ketika sedang berupaya untuk mengajak sopir aksi unjukrasa. Namun, sekarang sudah dibebaskan karena alasan polisi menahan tidak kuat,” terang Israel.
Ketua Organda Sumut, Haposan Siallagan, mengatakan pihaknya tidak ada memerintahkan sopir untuk melakukan aksi unjukrasa. “Kami belum ada menginstruksikan sopir untuk unjuk rasa. Kami masih menunggu arahan dari Organda pusat, kemungkinan aksi akan kami lakukan tanggal 29 mendatang,” jelas Haposan. (ril/adl/gus/omi/ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *