Guru Juga Harus Ikut Bimbingan Belajar

Seremonia

Dikdasmen Muhammadiya Medan Evaluasi Jelang Dilaksanakannya UN

MEDAN- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Medan akan melakukan berbagai evaluasi di segala jenjang pendidikan Muhammadiyah menjelang dilaksanakannya Ujian Nasional (UN) 19 April mendatang. Untuk itu, perlu adanya persiapan khusus agar kualitas pendidikan dapat lebih ditingkatkan.


“Kita ingin tahu berapa besar ilmu yang disampaikan oleh guru dapat diserap murid-muridnya. Persiapan menjelang UN juga sudah kita lakukan seperti bimbingan belajar, tryout dan lainnya,” kata Ketua Majelis Dikdasmen Mihammadiyah Kota Medan, Drs H Adi Munasip,MM dalam Olimpiade Sains Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah se-Kota Medan, Minggu (8/4) di Perguruan SMP Muhammadiyah I Jala Demak.

Bahkan, katanya, bimbingan belajar yang nantinya bekerjasama dengan UMSU bukan hanya dilaksanakan sebatas para siswa saja, tapi juga akan diikuti para guru-guru. Karena sebagai pendidik, guru memegang peranan penting dalam menyampaikan ilmu dan proses pembelajaran. “Jelang UN akan kita jalin kerjasama dengan pihak UMSU. Kita ingin bukan murid saja yang dapat bimbingan, tapi juga guru-gurunya,” ujar Adi Munasip.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan, Drs Adri K,S.Pd menyampaikan upaya untuk meningkatkan kualitas di segala jenjang pendidikan Muhammadiyah salah satunya dengan Olimpiade. Selain itu, anak didik dan guru-guru akan dipersiapkan lebih awal dan diberi pembekalan dalam menghadapi UN mendatang serta memacu peningkatan kemampuan guru-guru dalam mentransfer ilmu kepada muridnya.

“Secara kuantitas, Muhammadiyah memiliki jenjang pendidikan yang cukup banyak diantaranya 40 MDA, 30 Sekolah Dasar,15 Sekolah Menengah Pertama, 2 Madrasah Tsanawiyah, 4 Sekolah Menengah Atas dan 1 Madrasah Aliyah. Namun secara kualitas masih perlu ditingkatkan. Upaya meningkatkannya salah satunya dengan melaksanakan olimpiade ini,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kualitas pendidikan Muhammadiyah masih jauh dari standar. Padahal dari segi fasilitas sangat mendukung dan anak didiknya memiliki potensi yang besar. “Dibanding dengan sekolah swasta lainnya, Muhammadiyah memiliki potensi yang besar, tapi kualitasnya masih jauh dari standar. Inilah yang perlu kita kaji dan dievaluasi,” jelasnya.

Dirinya juga berpesan, agar para siswa lebih menghargai guru-gurunya supaya ilmu yang diperoleh terserap dengan baik. “Karena menghargai guru adalah bagian mendapatkan ilmu pengetahuan. Olimpiade ini memang baru pertama kali dilakukan, kita harap dapat menjadi program berkesinambungan bukan hanya tingkat Medan saja, tapi juga Sumut,” urainya.

Sementara, Andi Surbakti selaku Ketua Panitia Olimpiade Sains menambahkan dalam kegiatan tersebut sebanyak 5 pemenang dari masing-masig jenjang pendidikan akan dipilih. Nantinya, para pemenang akan diikutsertakan pada perlombaan tingkat Sumut. Setelah itu, pemenang yang terpilih akan dikirim untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional pada Juni mendatang.

“Bukan hanya olimpiade sains, tapi juga ada lomba pidato bahasa inggris dan bahasa arab. Kita ingin melihat, sampai sejauh mana kemampuan anak-anak didik kita. Dengan ini kita mendapat ukuran bagaimana kemampuan mereka agar bisa dievaluasi lagi dengan mengadakan pelatihan terhadap siswa dan guru-gurunya,” terangnya.

Dalam kegiatan itu, dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan oleh siswa SMP Muhammadiyah I Kota Medan. (*/mag-11)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *