Alumni SMAN 1 Medan Hilang Bersama Sukhoi

BeritaFoto Metropolis

Pesawat 50 Penumpang Lenyap di Gunung Salak

MEDAN-Alumni SMAN 1 Medan, Kornel M Sihombing, dinyatakan menjadi penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang dinyatakan hilang tadi malam. Tamatan 1983 dari SMA yang berada di Jalan Cik Di Tiro itu hingga tadi malam belum diketahui nasibnya.


Kepastian Kornel ikut rombongan pesawat yang naas disampaikan Direktur Teknik PT Dirgantara
Indonesia (DI) Dita Ardoni. Dita membenarkan salah satu penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang hilang adalah karyawan PT DI.”Iya benar ada satu orang kita di pesawat itu, Ir Kornel,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (9/5).

Dita menjelaskan Kornel adalah Kepala Divisi Pemasaran Dan Penjualan Direktorat Aerostructure PT DI Soal keikutsertaan Kornel tak lain karena undangan promosi pesawat Sukhoi Super Jet 100 tersebut. “Hingga kini kita belum mengetahui bagaimana nasib Kornel dan juga pesawat Sukhoi itu. Tapi ada divisi kita yang ke sana,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PT DI Rokhendi juga membenarkan kalau Kornel memang Kepala Divisi Pemasaran Dan Penjualan Direktorat Aerostructure. “Tapi untuk informasi perkembangan saat ini saya belum mengetahuinya,” ungkapnya

Ketua Alumni SMAN 1 Medan, Gus Irawan Pasaribu, kepada Sumut Pos menerangkan kalau Kornel adalah sosok yang menyenangkan. Soal Kornel yang menjadi penumpang Sukhoi, Gus menerangkan sudah ramai dibincangkan di grup BBM alumni. “Pesawat itu hilang. Kepastiannya soal itu masih simpang-siur. Kita berharap tak terjadi apa-apa. Semoga kabar baik yang akan kita terima nanti,” kata Gus Irawan, tadi malam.

Kornel dan Gus Irawan merupakan teman satu angkatan. Keduanya pun sama-sama duduk di jurusan IPA di sekolah tersebut. “Dia di kelas IPA 1, panggilannya Onyek,” kata Gus.

Gus menambahkan, usai tamat dari SMAN 1, Kornel memang langsung meninggalkan Medan dan kuliah di ITB. “Setelah sekian lama, kami baru bertemu lagi pada reuni yang digelar di Bandung pada 2010 lalu. Setelah itu, reuni di Medan pada November 2011, Onyek juga hadir,” jelas Gus.

Hanggar Jenazah Sudah Disiapkan

Kornel adalah penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia yang sedang melakukan demo flight. Penerbangan itu dengan tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma ke Pelabuhan Ratu, namun hilang kontak di lereng Gunung Salak.

Camat Cidahu Ateng Sudjana yang berada di lokasi pencarian Taman Nasional Halimun Salak (TNGHS) belum mengatakan pesawat belum ditemukan. “Ini semua masih menyiapkan helipad,” ujarnya melalui telepon jam 23.30 tadi malam.

Menurut Ateng, memang ada informasi warga mengetahui pesawat berada di sekitar Cidahu. “Tapi, wujudnya belum ditemukan, karena kabut dan hujan terus menerus,” katanya.
Ateng menjelaskan, pencarian akan dimulai pagi ini. “Malam ini kami persiapan dulu, kita buat jalur vekauasi. Saya berada di titik terakhir koordinat yang disebutkan,” katanya.

Prediksi sementara terdapat dua titik lokasi pesawat jatuh, yakni di kawasan kawah ratu Gunung salak. Jika demikian, maka yang diambil adalah jalur pendakian menuju kawah ratu dimulai dari titik pemberangkatan di resort kawah ratu Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. “Jarak tempuh antara resort menuju kawah ratu sekitar 6 km,” katanya.

Titik kedua jika pesawat jatuh berada di puncak gunung salak, jaraknya sekitar 9 kilometer dari resort kawah ratu. “Keduanya menggunakan jalur pendakian dan hanya bisa dilalui jalan  kaki saja. Akan tetapi keduanya dianggap jarak terdekat waktu yang dibutuhkan 6-7 jam,” jelasnya.

Menurutnya, di kawasan selatan TNGHS ini merupakan kawasan Kabupaten Bogor, tepatnya gunung bunder kawasan wisata Curug Nangka. Menurut pengalamannya beberapa kali terjadi evakuasi korban gunung salak, maka jalur inilah yang digunakan.

Di Jakarta, Komandan Lanud Halim Perdanakusumah Marsekal Pertama Adang Supriyadi menjelaskan, hangar untuk penyambutan jenazah sudah disiapkan. “Nanti akan di dalam Pangkalan,” katanya.

Adang menjelaskan, meski ada harapan, TNI AU menduga pesawat itu jatuh. “Karena hilang kontak sudah lebih dari empat jam, sementara daya tahan pesawat itu terbatas,tapi kita berdoa semoga semua selamat,” katanya.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menjelaskan, dalam standar rescue militer, jika pesawat hilang kontak tentu harus dipersiapkan skenario terburuk. “Yang paling buruk tentu jatuh, kita siapkan evakuasi,” katanya.

Tadi malam di Bandara Halim Perdanakusumah,  Consultant and Business development PT Tri Marga Rekatama Sunaryo menerangkan  kronologis kecelakaan itu. Sukhoi Superjet 100 tiba di Bandara Halim Perdanakusumah Selasa (8/5) pukul 14.00.  Misinya kedatangan pesawat tersebut adalah melalukan demo flight untuk memperkenalkan produk pesawat anyar itu ke Indonesia.

“PT Tri Marga Rekatama adalah representative atau agen Sukhoi Company di Indonesia. Kami memperkenalkan pesawat tersebut kepada pebisnis di Indonesia,” kata Sunaryo. Nah, dalam demo penerbangan untuk kepentingan promosi itu pihaknya menyebar 100 undangan untuk mengikuti joy flight di bandara Halim Perdana Kusuma.

Yang diundang di antaranya adalah pebisnis tanah air yang bergerak di bidang penerbangan, wartawan dan pihak-pihak lainnya. Undangan tersebut laku. Menurut pria yang sudah menekuni dunia penerbangan selama 35 tahun itu mengatakan bahwa semua awak Superjet 100 adalah orang-orang Rusia.

Joy flight dibagi dalam beberapa kloter dengan tujuan Bandara Halim-Pelabuhan Ratu-Bandara Halim. Kloter pertama berlangsung lancar dan selamat. Setelah melakukan penerbangan sekitar 30-35 menit, pesawat tersebut mendarat sempurna di Bandara Halim.

Pukul 14.12, giliran kloter kedua take off. Kata Sunaryo, di kloter kedua Superjet 100 diisi 50 orang. 42 orang merupakan para undangan, sedangkan 8 orang lainnya adalah awak pesawat yang diantaran merupakan warga negara Rusia. Nah, penerbangan kedua inilah yang bermasalah.

Sekitar pukul 14.33, ketika pesawat berada di koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 E tower bandara Halim kehilangan kontak dengan Superjet 100. Posisi koordinat tersebut berada di sekitar kawasan Gunung Salak Desa Cidahu Sukabumi. Petugas bandara tidak lagi bisa berkomunikasi dengan para awak, begitu juga dengan para penumpang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas (Badan Sar Nasional),” imbuh Sunaryo.

Sunaryo masih positive thinking. Dia belum menyimpulkan bahwa pesawat yang dipromosikannya jatuh. Dia berkali-kali mengatakan bahwa pesawat itu lost contact. Dia pun menyerahkan penanganan peristiwa ini pada Basarnas. Perusahaan tersebut juga akan terus berkoordinasi dengan pihak lanud. “Kami terus koordinasi dan menyiapkan segala sesuatu untuk besok (pencarian akan dilakukan hari ini),” imbuhnya.

Tapi meski begitu Sunaryo menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada para penumpang undangan. Kata dia, semua penumpang sudah dicover asuransi.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo menambahkan, setelah mendapatkan informasi soal hilangnya kontak dengan Superjet 100, pihaknya langsung bergerak ke lokasi koordinat terakhir untuk mencari keberadaan pesawat tersebut. “Saat ini (kemarin malam) kami sudah mendirikan posko pencarian di Desa Cidahu,” kata Daryatmo.

Selain mengirim tenaga pencari yang menyusuri jalur darat, Basarnas juga mengirim dua helikopter untuk yang diterbangkan dari bandara Halim dan Bogor. Ternyata cuaca dikawasan tersebut buruk. Awan pekatan turun hujan membuat dua helikopter itu balik kucing. Kata Daryatmo, pihaknya tidak mau mengambil resiko.

“Malam ini (tadi malam, Red) kami hanya mengandalkan rescuer Basarnas, TNI AD, TNI AU dan Polisi (menyusur jalur darat). Tapi ini tidak mudah,” ujarnya pasrah.  Kata jenderal TNI AU dengan tiga bintang di pundaknya itu menuturkan, pagi ini pihaknya akan mengerahkan segala tenaga dan upaya untuk mencari pesawat tersebut.

Rencananya, sejak pukul 07.00 pagi ini, pihaknya akan mengerahkan tiga helikopter untuk menyisir lokasi yang dicurigai hilangnya pesawat. “Tapi sekali lagi, sampai malam ini kami belum menyatakan pesawat jatuh karena belum menemukan badannya,” imbuh Daryatmo.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengaku, begitu mendengar kabar tersebut, pihaknya langsung menghubungi pihak Rusia untuk mengkoordinasikan masalah tersebut. Apabila nantinya Superjet 100 benar-benar mengalami kecelakaan, maka KNKT akan memimpin investigasi kecelakaan tersebut. Nanti, kata Tatang, pihak Rusia juga akan mengikuti investigasi tersebut lantaran pesawat dan awak merupakan warga negara Rusia.

“Kami sudah mengamankan rekaman percakapan awak dengan tower (bandara Halim). Tentu saja ini tidak boleh bocor ke publik karena untuk keperluan investigasi,” katanya. (dra/dim/kuh/rdl/fal/aga/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *