Kerja Ekstra untuk Medan Bersih

Medan on Focus

Wali Kota Medan Wujudkan Bebas Sampah

Upaya meningkatkan keindahan kota sekaligus mewujudkan Kota Medan bersih, dimulai dari revitalisasi kawasan-kawasan pasar dengan penataan lingkungan, taman-taman kota, lampu penerangan jalan umum, pengelolaan sampah medis dan penataan reklame serta air tergenang.


Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM serius menyikapi kebersihan kota agar kota terbesar ketiga di Indonesia ini benar-benar membuat nyaman bagi penghuninya dan warga yang berkunjung.

Rahudman menyebutkan, membuat rasa nyaman kepada masyarakat bukan hal yang mudah, tapi tidak juga sulit. Terpenting adalah kerja keras semua pihak agar kota itu indah dan membuat ketenangan, serta kenyamanan bagi penghuninya.

Dalam mewujudkan itu, dia menyebutkan, kebersihan kota menjadi hal utama. Guna mencegah kekotoran kota, Pemko Medan menyediakan mobil penyisir dan ambulan sampah di samping mobil-mobil angkutan sampah yang bergerak rutin dari Tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Secara fasilitas, paparnya Pemko Medan telah menyiapkannya sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan pelayanan tentang sampah. Dengan begitu pula, diharapkan memiliki hasil yang baik.

Di samping itu, Rahudman menyebutkan, Pemko Medan juga berniat bisa meraih Piala Adipura tahun 2012. Karena sejak lima tahun terakhir, praktis Kota Medan tidak pernah lagi mendapatkan Piala Adipura sebagai satu bukti telah dinilai tim dari sisi kebersihan kota.

Untuk meraih Piala Adipura, dia menyebutkan, setiap kepala lingkungan (Kepling), lurah dan camat harus lebih ekstra memantau wilayahnya. Prioritas utama yang dinilai oleh tim Adipura antara lain mengenai sampah, drainase, pasar, tempat pembuangan akhir (TPA) dan tempat-tempat umum.
Selain itu, dia mengingatkan kepala sekolah, kepala Puskesmas harus menata kebersihan di lingkungannya, termasuk pengecetan pagar. Sedangkan untuk camat, lurah dan kepling dapat kerja ekstra memantau kebersihan parit dari rumput-rumput dan lumpur.

“Saya minta jangan ada sampah di luar TPS, sampah jangan berserakan di persimpangan jalan. Bersihkan spanduk dari pohon-pohon dan menghidupkan semua lampu-lampu jalan serta lampu taman. Kemudian, tata rambu-rambu jalan dan pedagang. Ini semuanya dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat, dan meraih Piala Adipura,” katanya.

Lebih lanjut, Rahudman memaparkan, pengelolaan sampah pada masa mendatang semakin berat, jika mengacu pada target Millenium Development Goals (MDGs), pada 2015. Diharapkan 65 persen penduduk Indonesia harus memperoleh akses terhadap sanitasi yang layak. Sedangkan di sisi lain, peningkatan jumlah sampah di perkotaan bergerak eksponensial seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

“Dengan luas lebih kurang 25.510 hektar dan penduduk sekitar 2,8 juta jiwa serta pola produksi dan konsumsi yang tinggi, maka jumlah sampah perhari diperkirakan mencapai 1.500 ton,” sebutnya.

Berdasarkan jumlah tersebut, dia mengatakan, diperkitrakan persentase sampah yang terangkut ke TPA sebesar 81 persen. Sementara Kota Medan sampai saat ini baru memiliki 2 TPA dengan lahan yang sangat terbatas. Kondisi itu menuntut pengelolaan persampahan secara lebih komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir.

Tak hanya itu, dia juga menyebutkan, Pemko Medan saat ini telah memiliki Bank Sampah. Manfaatkan, Pemko Medan akan menggerakkan pengelolaan sampah dengan program 3 R yakni Reduce, Reuse dan Recycle. Kemudian, memfasilitasi pelatihan di tingkat masyarakat sehingga melahirkan komunitas-komunitas peduli lingkungan.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mendesain bagaimana  program pengelolaan sampah yang tepat berbasis partisipasi masyarakat. “Semua yang dilakukan dipengaruhi komitmen untuk mewujudkan Medan Bebas Sampah yang telah dicanangkan sejak 1 April 2011,” cetusnya.
Selain itu, tambahnya Pemko Medan sudah menggagas agar dilaksanakannya program Medan Berhias yakni bersih, hijau, sehat dan sejahtera. Dalam upaya  mendukung program kebersihan lingkungan sekaligus peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Program Medan Berhias diharapkan didukung semua pihak, termasuk perusahaan, pelaku usaha, praktisi  akademisi, media, relawan Kota Medan dan masyarakat di setiap kelurahan.
“Masalah kebersihan merupakan satu harga diri yang harus dipertahankan, apalagi Medan merupakan kota metropolitan dan ibu kota Sumatera Utara,” katanya.(adl)

Sedetik pun Tiada Henti Kejar Adipura

Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar mengatakan, upaya untuk meraih penghargaan Adipura terus dikejar tanpa henti. Mulai berkoordinasi dengan instansi lainnya yakni Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan Medan, Satpol PP serta PD Pasar.

“Ada delapan instansi terkait untuk mendapatkan adipura. Bukan hanya Dinas Kebersihan saja, makanya keseluruhan harus berkoordinasi dan saling mendukung sehingga Adipura ini bisa diraih,” kata mantan Kabag Tata Pemerntahan ini.

Dia menyebutkan, sekarang ini ada satu upaya yang dilakukan pihaknya dengan menambah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Medan, serta menambah pengangkutan sampah hingga empat kali dalam sehari.

“Petugas terus kami upayakan untuk maksimal, untuk pengangkutan sampah yang dulunya dua hingga tiga kali, sekarang empat kali dalam sehari, kami bekerja dari mulai pagi hingga sore hari,” ungkapnya.

Saat disinggung soal sampah yang masih terlihat di beberapa jalan dan pasar, Pardamean mengatakan sekarang ini pihaknya sedang berupaya untuk segera mengangkut dan menambah TPA di pasar.  “Kami terus melakukan pengangkutan dengan sebaik-baiknya. TPA pun sudah kami tambah,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, dalam penilaian Adipura yang terpenting poin yang harus tinggi ada pada parit seperti pembersihan parit dan pasar. Kedua bidang itu sebagai bagian untuk terus ditingkatkan, sampai kepada parit itu tak boleh jorok dan berlumut.

“Makanya, untuk meraih Adipura memang harus didukung beberapa instansi, terutama untuk membersihkan parit dan pasar karena itu poinnya harus tinggi, untuk dua sektor itu penilaiannya harus sembilan supaya bisa meraih Adipura,” bebernya. (adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *